Bab 18 Ulama yang Berpendapat bahwa Iman adalah Amal

February 27, 2012 at 2:15 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

18 – باب مَنْ قَالَ إِنَّ الإِيمَانَ هُوَ الْعَمَلُ
لِقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى ( وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِى أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ) . وَقَالَ عِدَّةٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ فِى قَوْلِهِ تَعَالَى ( فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ * عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ) عَنْ قَوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . وَقَالَ ( لِمِثْلِ هَذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ )
Bab 18 Ulama yang Berpendapat bahwa Iman adalah Amal
Berdasarkan firman-Nya : {Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.}[QS. Az Zukhruf (43) : 72]. Beberapa ulama menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : {Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. } [QS. Al Hijr (15) : 92-93] dengan tafsiran, ucapan tidak ada Illah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah. Firman-Nya : {Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja” }[QS. Ash Shooffaat (37) : 61]
Penjelasan :
Imam Bukhori ingin menegaskan bahwa Iman adalah diwujudkan dengan perealisasian amalan seorang hamba dalam beribadah kepada Robbnya. Imam Bukhori berdalil dengan beberapa ayat Al qur’an diantaranya adalah Firman-Nya dalam surat Az Zukhruf ayat 72 :
Continue Reading Bab 18 Ulama yang Berpendapat bahwa Iman adalah Amal…

Advertisements

Bab 17 (Firman Allah) : “Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan”. (QS. At Taubah (9) : 5).

February 27, 2012 at 2:15 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

17 – باب ( فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ )
Bab 17 (Firman Allah) : “Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan”. (QS. At Taubah (9) : 5).
Penjelasan :
Imam Bukhori membawakan judul bab ini yang merupakan potongan dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam permasalahan Iman, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya dan kaum Mukminin untuk menyerang mereka, sampai mereka beriman dengan indikasi amalan dhohirnya yaitu bertaubat dengan dua kalimat syahadat yang menunjukkan komitmen mereka untuk bertauhid dan meninggalkan kesyirikan. Kemudian amalan lainnya yaitu mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Berikut bunyi ayatnya yang lengkap yang dinukil oleh Imam Bukhori. Allah Azza wa Jalla berfirman :
فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang”. (QS. At Taubah (9) : 5).

Continue Reading Bab 17 (Firman Allah) : “Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan”. (QS. At Taubah (9) : 5)….

Bab 16 Malu Bagian dari Iman

February 27, 2012 at 2:12 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

16 – باب الْحَيَاءُ مِنَ الإِيمَانِ
Bab 16 Malu Bagian dari Iman
Penjelasan :
Telah disinggung sebelumnya dalam bab cabang-cabang Iman, bahwa malu adalah salah satu cabang Iman. Namun untuk masalah kebenaran Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan malu untuk menerangkannya. Firmannya :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا
“Sesungguhnya Allah tiada malu membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”. (QS. Al Baqoroh (2) : 26).
وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ
“dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar”. (QS. Al Ahzaab (33) : 53).

Continue Reading Bab 16 Malu Bagian dari Iman…

Bab 15 Bertingkat-tingkatnya Orang Beriman dalam Amalannya

February 27, 2012 at 2:11 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

15 – باب تَفَاضُلِ أَهْلِ الإِيمَانِ فِى الأَعْمَالِ
Bab 15 Bertingkat-tingkatnya Orang Beriman dalam Amalannya
Penjelasan :
Karena perbedaan kualitas amalan seorang Mukmin dengan mukmin lainnya, maka kedudukan mereka pun berbeda-beda. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
هُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
“Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan”. (QS. Ali Imroon (3) : 163).
Syaikh As-Sa’di berkata ketika menafsirkan ayat ini : “mereka semua bertingkat-tingkat derajat dan kedudukannya, sesuai dengan bertingkat-tingkatnya mereka didalam beramal”.

Continue Reading Bab 15 Bertingkat-tingkatnya Orang Beriman dalam Amalannya…

Bab 14 Termasuk Keimanan Orang yang Benci untuk Kembali kepada Kekufuran sebagaimana Ia Benci untuk dilemparkan kedalam Neraka

February 27, 2012 at 2:11 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

14 – باب مَنْ كَرِهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّارِ مِنَ الإِيمَانِ
Bab 14 Termasuk Keimanan Orang yang Benci untuk Kembali kepada Kekufuran sebagaimana Ia Benci untuk dilemparkan kedalam Neraka
Penjelasan :
Judul bab ini adalah potongan hadits yang telah lewat penjelasannya pada bab 9 Manisnya Iman.

Berkata Imam Bukhori :

21 – حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّارِ »
Hadits no. 21
“Haddatsanaa Sulaiman bin Harb ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari Qotadah dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda : “Ada tigal hal barangsiapa yang mendapatinya, ia akan merasakan manisnya iman, yaitu baransiapa yang Allah dan Rosul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, Seseorang yang mencintai orang lain, tidak ada yang mendorongnya untuk mencintainya selain karena Allah dan seseorang yang benci kembali dalam kekufuran setelah Allah menyelematkannya, sebagaimana ia tidak suka untuk dilemparkan kedalam Neraka”.
Continue Reading Bab 14 Termasuk Keimanan Orang yang Benci untuk Kembali kepada Kekufuran sebagaimana Ia Benci untuk dilemparkan kedalam Neraka…

Bab 13 Sabda Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam : “Saya adalah orang yang paling tahu tentang Allah”

February 27, 2012 at 2:10 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

13 – باب قَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنَا أَعْلَمُكُمْ بِاللَّهِ » . وَأَنَّ الْمَعْرِفَةَ فِعْلُ الْقَلْبِ لِقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى ( وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ) .
Bab 13 Sabda Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam : “Saya adalah orang yang paling tahu tentang Allah”. Dan sesungguhnya ma’rifat adalah perbuatab hati, berdasarkan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu”.(QS. Al Baqoroh (2) : 225)
Penjelasan :
Kaitannya dengan bab Iman adalah bahwa perbuatan hati yaitu pembenaran terhadap keimanan kepada Allah termasuk hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang Mukmin. Dan tentunya Rosulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam adalah Mukmin yang paling utama dimuka bumi, sehingga Beliau adalah orang yang paling mengenal Robbnya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syaikh As-Sa’di berkata dalam tafsirnya ketika menafsirkan ayat ini : “Allah tidak menghukum apa yang diucapkan lisan-lisan kalian tentang sumpah secara nyata yang mana seorang hamba tidak memaksudkannya secara sengaja dalam hatinya. Namun semua itu adalah sekedar ucapan yang biasa dilakukan seperti ucapan seseorang didalam menawar harga “tidak demi Allah” atau “Iya demi Allah” atau juga seperti bersumpah terhadap kejadian yang lampau yang ia menyangka dirinya benar. Allah hanya menghukum sumpah yang disengaja oleh hatimu”.

Continue Reading Bab 13 Sabda Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam : “Saya adalah orang yang paling tahu tentang Allah”…

Bab 12 Termasuk Bagian Agama adalah Menghindar dari Fitnah-Fitnah

February 27, 2012 at 2:08 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

12 – باب مِنَ الدِّينِ الْفِرَارُ مِنَ الْفِتَنِ
Bab 12 Termasuk Bagian Agama adalah
Menghindar dari Fitnah-Fitnah

Penjelasan :
Imam Bukhori membawakan judul bab ini dalam kitab Imam, karena agama disini mencakup Islam, Iman dan Ihsan, sebagaimana dalam hadits Jibril ‘Alaihis Salaam yang masyhur, bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam memberitahukan kepada Umar Rodhiyallohu ‘Anhu bahwa Jibril ‘Alaihis Salaam datang untuk mengajarkan perkara agama kepada kalian. Disini Rosulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan Islam, Iman dan Ihsan dengan agama. Sehingga hadits yang dibawakan berikut ini oleh Imam Bukhori, menunjukkan bahwa untuk menjaga keimanan seseorang maka disyariatkan menghindarkan diri dari fitnah-fitnah yang ada.
Bab ini juga masih dapat dikaitkan dengan bab sebelumnya, tentang kecintaan kepada sahabat Rodhiyallohu ‘Anhum, yakni ketika mulai terjadi fitnah-fitnah pada penghujung akhir zaman Sahabat, Abu Said Al Khudri Rodhiyallohu ‘Anhu yang membawakan hadits ini, lebih memilih menyendiri lari dari hiruk pikuknya fitnah untuk menyelamatkan agamanya. Ini juga menunjukkan kepada kita untuk tidak terjun dalam fitnah-fitnah dunia yang ada, yang lebih dahsyatnya lagi pada zaman ini. Salah seorang ulama salaf pernah berkata : “Saya tidak heran dengan orang yang binasa pada zaman ini, namun yang saya takjub kepadanya adalah orang-orang yang selamat pada hari ini”.

Continue Reading Bab 12 Termasuk Bagian Agama adalah Menghindar dari Fitnah-Fitnah…

Bab 11.

February 27, 2012 at 2:08 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

11 – باب
Bab 11.
Penjelasan :
Imam Bukhori tidak memberikan judul untuk bab ini, melihat korelasi dengan judul bab sebelumnya, yaitu berkaitan dengan kecintaan kepada Sahabat, maka kami beri judul “Alasan Cinta kepada Para Sahabat Anshor “.
Dimana mereka telah berbait kepada Rosulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam untuk beriman kepada Allah dan Rosul-Nya. Baiat ini dikenal dengan Baiat Aqobah. Ada dua baiat Aqobah yaitu, baiat Aqobah pertama yang berlangsung pada tahun ke-12 (dua belas) dari masa kenabian Beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Baiat ini diikuti oleh Sahabat Anshor sebanyak 12 orang. Syaikh Al Mubarokfury menulis nama-nama mereka dalam kitabnya “Rohiiqul Makhtuum” sebagai berikut :
1. As’ad bin Zuroroh Rodhiyallohu ‘Anhu
2. Auf ibnul Harits Rodhiyallohu ‘Anhu
3. Rofi’ bin Malik Rodhiyallohu ‘Anhu
4. Quthbah bin Amir Rodhiyallohu ‘Anhu
5. Uqbah bin Amir bin Nabi Rodhiyallohu ‘Anhu
6. Muadz ibnul Harits bin Afro’ Rodhiyallohu ‘Anhu
7. Dzakwan bin Abdul Qois Rodhiyallohu ‘Anhu
8. Ubadah ibnus Shoomit Rodhiyallohu ‘Anhu
9. Yazin bin Tsa’labah Rodhiyallohu ‘Anhu
10. Al-Abbas bin Ubadah Rodhiyallohu ‘Anhu
11. Abul Haritsam bin At-Taihan Rodhiyallohu ‘Anhu
12. Uwaim bin Sa’idah Rodhiyallohu ‘Anhu
Continue Reading Bab 11….

Bab 10 Tanda Keimanan adalah Mencintai Anshor

February 27, 2012 at 2:07 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

10 – باب عَلاَمَةُ الإِيمَانِ حُبُّ الأَنْصَارِ
Bab 10 Tanda Keimanan adalah Mencintai Anshor
Penjelasan :
Imam Bukhori kemudian menyebutkan bagian cinta yang harus disediakan oleh seorang Mukmin yaitu, mencintai anshor yang merupakan para sahabat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang tinggal di Madinah yang menyambut dengan baik golongan Muhajirin, sahabat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam di Mekkah yang sama-sama berhijroh dengan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam ke kota Yatsrib (Madinah).
Memang kita tidak mungkin menjadi sahabat Anshor, namun setidak-tidaknya kita menjadi orang yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya :
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr (59) : 10).

Continue Reading Bab 10 Tanda Keimanan adalah Mencintai Anshor…

Bab 9 Manisnya Iman

February 27, 2012 at 2:06 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

9 – باب حَلاَوَةِ الإِيمَانِ
Bab 9 Manisnya Iman
Penjelasan :
Dalam bab ini Imam Bukhori menulis hadits yang berbicara tentang kelezatan yang akan diperoleh seseorang, ketika ia dapat merealisasikan keimanannya dan rasa cintanya kepada Allah dan Rosul serta saudaranya seiman.
Dalam riwayat Imam Muslim (no. 56), Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« ذَاقَ طَعْمَ الإِيمَانِ مَنْ رَضِىَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً »
“Yang akan merasakan lezatnya Iman adalah orang yang ridho Allah sebagai Robbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sebagai Nabinya”.

Continue Reading Bab 9 Manisnya Iman…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: