Bab 22 Kemaksiatan Termasuk Perkara Jahiliyah

March 8, 2012 at 3:33 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

22 – باب الْمَعَاصِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ

وَلاَ يُكَفَّرُ صَاحِبُهَا بِارْتِكَابِهَا إِلاَّ بِالشِّرْكِ لِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيكَ جَاهِلِيَّةٌ » . وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى ( إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ) .

Bab 22 Kemaksiatan Termasuk Perkara Jahiliyah

Tidak dikafirkan pelaku kemaksiatan karena melakukannya kecuali perbuatan syirik, berdasarkan sabda Nabi r : “Sesungguhnya  dalam dirimu terdapat perkara jahiliyah”. Dan Firman Allah I : {Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya} [QS. An Nisaa (4) : 48 & 116]

Penjelasan :

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, disini dibawakan berkaitan dengan lawan Iman yaitu, kemaksiatan yang dibawah kekufuran dan kesyirikan. Dalil yang dibawakan Imam Bukhori adalah potongan hadits yang beliau turunkan dalam bab ini dari Abu Dzar t.

Jahiliyah adalah suatu penamaan yang umum yang mencakup seluruh perkara dimana orang-orang Jahiliyah berpegang dengan perkara yang menyelisihi syariat dan contohnya sangat banyak, dapat berupa perbuatan-perbuatan syirik atau bid’ah. Demikian pendefinisian yang diberikan oleh Syaikh Bandar bin Naafi’ dalam ta’liqnya terhadap “Fadhlul Islam” (h.32). Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menukil definisi yang diberikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Fadhlul Islam” yaitu : “seluruh perkara jahiliyah baik secara mutlak maupun terikat, yakni perkara jahiliyah pada seseorang bukan mengenai orang lain, atau yang terjadi pada kalangan ahlu kitab, para penyembah berhala atau selainnya dari orang-orang yang menyelisihi ajaran para Rosul”.

Dari definisi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, jahiliyah berdasarkan zaman dan pelakunya dibagi dua, yang pertama jahiliyah mutlak yaitu merata sebelum diutusnya Rosulullah r, maka manusia berada pada zaman jahiliyah karena kebodohan dan kesyirikan merata diseluruh dunia. Yang kedua jahiliyah yang terbatas, artinya hanya menimpa kepada orang atau golongan tertentu, yakni setelah diutusnya Beliau r. Tidak boleh menetapkan suatu zaman dan seluruh manusia setelah zaman beliau r sebagai zaman jahiliyah, sekalipun keadaan mayoritas kaum muslimin pada zaman tersebut terjerumus kedalam perbuatan jahiliyah, hal ini berdasarkan sabda Nabi r :

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

“Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang masih menampakkan Al Haq, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menentangnya, hingga dapat perintah Allah dan mereka masih istiqomah didalam kebenaran” (Mutafaqun alaih, dan lafadnya milik Muslim).

 

Continue Reading Bab 22 Kemaksiatan Termasuk Perkara Jahiliyah…

Advertisements

Bab 19 Jika Islam bukan Makna secara Hakikatnya adalah Ketundukan Diri atau Takut Dibunuh.

March 8, 2012 at 3:31 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags:

19 – باب إِذَا لَمْ يَكُنِ الإِسْلاَمُ عَلَى الْحَقِيقَةِ وَكَانَ عَلَى الاِسْتِسْلاَمِ أَوِ الْخَوْفِ مِنَ الْقَتْلِ . لِقَوْلِهِ تَعَالَى ( قَالَتِ الأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا ) . فَإِذَا كَانَ عَلَى الْحَقِيقَةِ فَهُوَ عَلَى قَوْلِهِ جَلَّ ذِكْرُهُ ( إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلاَمُ ) ( وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ )
Bab 19 Jika Islam bukan Makna secara Hakikatnya adalah Ketundukan Diri atau Takut Dibunuh.
Seperti Firman Allah : { Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’.} (QS. Al Hujuraat (49) : 14). Adapun jika yang dikehendaki adalah Islam secara hakikat maka maknanya seperti firman Allah : {Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.} (QS. Ali Imroon (3) : 19). Dan Firman-Nya : { Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya,} (QS. Ali Imroon (3) : 85).
Continue Reading Bab 19 Jika Islam bukan Makna secara Hakikatnya adalah Ketundukan Diri atau Takut Dibunuh….

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: