Penjelasan Bukhori Kitab Wudhu Bab 34 bag. 2

May 27, 2013 at 10:51 pm | Posted in Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment

Perkataan Imam Hasan Al bashri bahwa jika seorang memotong rambut atau kukunya atau melepas sepatunya, tidak perlu berwudhu lagi (maksudnya ketika sebelumnya dalam keadaan suci sudah berwudhu-pent.). Al Hafidz berkata :

وَالتَّعْلِيق عَنْهُ لِلْمَسْأَلَةِ الْأُولَى وَصَلَهُ سَعِيد بْن مَنْصُور وَابْن الْمُنْذِر بِإِسْنَادٍ صَحِيح . وَالْمُخَالِف فِي ذَلِكَ مُجَاهِد وَالْحَكَم بْن عُتَيْبَة وَحَمَّاد قَالُوا : مَنْ قَصَّ أَظْفَاره أَوْ جَزَّ شَارِبه فَعَلَيْهِ الْوُضُوء . وَنَقَلَ اِبْن الْمُنْذِر أَنَّ الْإِجْمَاع اِسْتَقَرَّ عَلَى خِلَاف ذَلِكَ

“Mua’laq pada perkataan yang pertama dari Hasan Al Bashri disambungkan sanadnya oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnul Mundzir dengan sanad yang shahih. Yang menyelisihi pendapat ini adalah Mujahid, Al Hakan bin ‘Utaibah dan Hammaad, mereka berkata : ‘barangsiapa yang memotong kukunya atau kumisnya, maka wajib berwudhu lagi’. Ibnu Mundzir menukil bahwa ijma menetapkan bahwa hal tersebut tidak membatalkan wudhu, sekalipun diakui ada perselisihan terhadapnya”.

Imam Syafi’I dalam “Al Umm” (1/36) berkata :

فمن توضأ ثم أخذ من أظفاره ورأسه ولحيته وشاربه لم يكن عليه إعادة وضوء وهذا زيادة نظافة وطهارة

“Barangsiapa yang berwudhu lalu memotong kukunya, atau rambutnya, atau jenggotnya, atau kumisnya tidak perlu mengulangi wudhunya, bahkan ini adalah tambahan untuk kebersihan dan kesucian”.

Continue Reading Penjelasan Bukhori Kitab Wudhu Bab 34 bag. 2…

Penjelasan Bukhori Kitab Wudhu Bab 34 bag. 1

May 27, 2013 at 10:47 pm | Posted in Hadits, Penjelasan Bukhori | 2 Comments

34 – باب مَنْ لَمْ يَرَ الْوُضُوءَ إِلاَّ مِنَ الْمَخْرَجَيْنِ ، مِنَ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ

 وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى ( أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ ) وَقَالَ عَطَاءٌ فِيمَنْ يَخْرُجُ مِنْ دُبُرِهِ الدُّودُ أَوْ مِنْ ذَكَرِهِ نَحْوُ الْقَمْلَةِ يُعِيدُ الْوُضُوءَ .

وَقَالَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ إِذَا ضَحِكَ فِى الصَّلاَةِ أَعَادَ الصَّلاَةَ ، وَلَمْ يُعِدِ الْوُضُوءَ . وَقَالَ الْحَسَنُ إِنْ أَخَذَ مِنْ شَعَرِهِ وَأَظْفَارِهِ أَوْ خَلَعَ خُفَّيْهِ فَلاَ وُضُوءَ عَلَيْهِ . وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ لاَ وُضُوءَ إِلاَّ مِنْ حَدَثٍ . وَيُذْكَرُ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ فِى غَزْوَةِ ذَاتِ الرِّقَاعِ فَرُمِىَ رَجُلٌ بِسَهْمٍ ، فَنَزَفَهُ الدَّمُ فَرَكَعَ وَسَجَدَ ، وَمَضَى فِى صَلاَتِهِ . وَقَالَ الْحَسَنُ مَا زَالَ الْمُسْلِمُونَ يُصَلُّونَ فِى جِرَاحَاتِهِمْ . وَقَالَ طَاوُسٌ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ وَعَطَاءٌ وَأَهْلُ الْحِجَازِ لَيْسَ فِى الدَّمِ وُضُوءٌ . وَعَصَرَ ابْنُ عُمَرَ بَثْرَةً فَخَرَجَ مِنْهَا الدَّمُ ، وَلَمْ يَتَوَضَّأْ . وَبَزَقَ ابْنُ أَبِى أَوْفَى دَمًا فَمَضَى فِى صَلاَتِهِ . وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ وَالْحَسَنُ فِيمَنْ يَحْتَجِمُ لَيْسَ عَلَيْهِ إِلاَّ غَسْلُ مَحَاجِمِهِ .

Bab 34 Orang yang Berpendapat Tidak ada Wudhu

kecuali karena yang Keluar dari 2 Jalan

dari Qubul dan Dubur

Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman : “atau kembali dari tempat buang air (kakus)” (QS. Al Maidah (5) : 6).

‘Athoo’  berkata : ‘barangsiapa yang keluar dari duburnya cacing atau keluar dari kemaluannya semisal kutu, maka ia mengulangi wudhunya’.

Jabir bin Abdullah Rodhiyallahu ‘Anhu berkata : ‘jika seorang tertawa dalam sholat, ia mengulangi sholatnya, namun tidak perlu mengulangi wudhunya’.

Al Hasan berkata : ‘jika ia memotong rambutnya atau kukunya atau melepas khuf (sepatunya), tidak perlu berwudhu’.

Continue Reading Penjelasan Bukhori Kitab Wudhu Bab 34 bag. 1…

Kitab Wudhu Bab 33 Air sisa manusia dan anjing

May 13, 2013 at 11:00 pm | Posted in fiqih, Hadits, Mustholah Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment
Tags:

33 – باب الْمَاءِ الَّذِى يُغْسَلُ بِهِ شَعَرُ الإِنْسَانِ

وَكَانَ عَطَاءٌ لاَ يَرَى بِهِ بَأْسًا أَنْ يُتَّخَذَ مِنْهَا الْخُيُوطُ وَالْحِبَالُ ، وَسُؤْرِ الْكِلاَبِ وَمَمَرِّهَا فِى الْمَسْجِدِ . وَقَالَ الزُّهْرِىُّ إِذَا وَلَغَ فِى إِنَاءٍ لَيْسَ لَهُ وَضُوءٌ غَيْرُهُ يَتَوَضَّأُ بِهِ . وَقَالَ سُفْيَانُ هَذَا الْفِقْهُ بِعَيْنِهِ ، يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى ( فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا ) وَهَذَا مَاءٌ ، وَفِى النَّفْسِ مِنْهُ شَىْءٌ ، يَتَوَضَّأُ بِهِ وَيَتَيَمَّمُ

Bab 33 Air yang Digunakan Mencuci Rambut Manusia

Adalah ‘Athoo’ berpendapat tidak masalah untuk menggunakannya sebagai benang dan tali.

(Bab) Air liur anjing dan Lalu lalangnya anjing di masjid.

Az-Zuhriy berkata : ‘jika Anjing menjilati bejana, lalu tidak ada lagi air wudhu selain air dalam bejana tersebut, maka berwudhulah dari air bejana tersebut’.

Sufyan berkata : ‘ini adalah fiqih dengan dhohir ayat, Allah Ta’alaa berfirman : “lalu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah”. Dan air bejana yang dijilati anjing tadi adalah air, namun dalam diriku ada sesuatu, hendaknya ia berwudhu dengan air tersebut lalu bertayamum’.

  Continue Reading Kitab Wudhu Bab 33 Air sisa manusia dan anjing…

Kitab Wudhu Bab 32 Mencari Air Wudhu

May 13, 2013 at 10:42 pm | Posted in fiqih, Hadits, Mustholah Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment

32 – باب الْتِمَاسِ الْوَضُوءِ إِذَا حَانَتِ الصَّلاَةُ

 وَقَالَتْ عَائِشَةُ حَضَرَتِ الصُّبْحُ فَالْتُمِسَ الْمَاءُ ، فَلَمْ يُوجَدْ ، فَنَزَلَ التَّيَمُّمُ

Bab 32 Mencari Air Wudhu, Jika Tiba Waktu Sholat

Aisyah Rodhiyallahu ‘Anha berkata : ‘Sholat Subuh telah tiba, maka kami mencari air, namun tidak mendapatkannya, lalu turun ayat tentang Tayamum’.

Penjelasan :

Yakni berwudhu boleh dikerjakan ketika sudah masuk waktu sholat. Kemudian dalam berwudhu wajib menggunakan air yang suci, sehingga ketika seorang tiba waktu sholat, ia berusaha mencari air suci yang dapat digunakan untuk berwudhu. Lalu seandainya setelah berusaha ia tidak mendapatkan air, maka syariat memberikan keringanan, wudhu baginya cukup dengan Tayamum saja, sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa :

فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

“lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu” (QS. Al Maidah (5) : 6).

Continue Reading Kitab Wudhu Bab 32 Mencari Air Wudhu…

Kitab Wudhu Bab 31 Memulai bagian kanan ketika Berwudhu dan mandi

May 13, 2013 at 10:38 pm | Posted in fiqih, Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment
Tags: , , , , , , ,

31 – باب التَّيَمُّنِ فِى الْوُضُوءِ وَالْغُسْلِ

Bab 31 Memulai dengan Bagian yang Kanan

pada saat Berwudhu dan Mandi

Penjelasan :

        Disyariatkan bagi orang yang berwudhu pada saat membasuh anggota wudhu yang memiliki sepasang seperti telapak tangan, tangan, telinga dan kaki, hendaknya dimulai bagian yang kanan terlebih dahulu. Allah Subhanahu wa Ta’alaa banyak dalam ayat-ayatnya mengungkapkan sisi kanan untuk hal-hal yang baik, seperti dalam Firman-Nya :

وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu” (QS. Al Qaqi’ah (56) :27 ).

Continue Reading Kitab Wudhu Bab 31 Memulai bagian kanan ketika Berwudhu dan mandi…

Bab 30 Mencuci kedua kaki Ketika Memakai Sandal

May 10, 2013 at 1:50 am | Posted in fiqih, Mustholah Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment

30 – باب غَسْلِ الرِّجْلَيْنِ فِى النَّعْلَيْنِ وَلاَ يَمْسَحُ عَلَى النَّعْلَيْنِ

Bab 30 Mencuci kedua kaki Ketika Memakai Sandal

Tidak (sah, jika hanya) Diusap Kedua Sandalnya

 Penjelasan :

Imam Bukhori berpendapat bahwa bagi seseorang yang mengenakan sandal, maka tetap diwajibkan untuk mencuci kedua kakinya, tidak sebagaimana seorang yang memakai khuf (sepatu), yang syariat memberikan keringanan kepada pemakainya, yaitu cukup hanya diusap bagian atas khufnya ketika berwudhu. Barangkali Imam Bukhori memandang dalil-dalil yang berkaitan dengan mengusap sandal lemah, tidak dapat dijadikan pegangan.

Namun diketahui juga bahwa Continue Reading Bab 30 Mencuci kedua kaki Ketika Memakai Sandal…

Bab 29 Mencuci Tumit

May 10, 2013 at 12:47 am | Posted in fiqih, Mustholah Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment

29 – باب غَسْلِ الأَعْقَابِ .

وَكَانَ ابْنُ سِيرِينَ يَغْسِلُ مَوْضِعَ الْخَاتَمِ إِذَا تَوَضَّأَ

Bab 29 Mencuci Tumit

Ibnu Sirin mencuci bekas jari yang bercincin, ketika berwudhu

Penjelasan :

Sebagaimana pada pembahasan sebelumnya bahwa untuk kaki adalah wajib dicuci, termasuk didalamnya tumit, karena letak tumit yang berada di belakang kaki. Terkadang jika seseorang tidak memperhatikan wudhunya, maka terluput darinya untuk mencucinya. Imam Syaukaniy dalam “Nailul Author” berkata :

وَالْحَدِيثُ يَدُلُّ عَلَى وُجُوبِ غَسْلِ الرِّجْلَيْنِ وَإِلَى ذَلِكَ ذَهَبَ الْجُمْهُورُ .

قَالَ النَّوَوِيُّ : اخْتَلَفَ النَّاسُ عَلَى مَذَاهِبَ فَذَهَبَ جَمِيعُ الْفُقَهَاءِ مِنْ أَهْلِ الْفَتْوَى فِي الْأَعْصَارِ وَالْأَمْصَارِ إلَى أَنَّ الْوَاجِبَ غَسْلُ الْقَدَمَيْنِ مَعَ الْكَعْبَيْنِ وَلَا يُجْزِئُ مَسْحُهُمَا وَلَا يَجِبُ الْمَسْحُ مَعَ الْغَسْلِ ، وَلَمْ يَثْبُتْ خِلَافُ هَذَا عَنْ أَحَدٍ يُعْتَدُّ بِهِ فِي الْإِجْمَاعِ ، قَالَ الْحَافِظُ فِي الْفَتْحِ : وَلَمْ يَثْبُتْ عَنْ أَحَدٍ مِنْ الصَّحَابَةِ خِلَافُ ذَلِكَ إلَّا عَنْ عَلِيٍّ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَنَسٍ ، وَقَدْ ثَبَتَ عَنْهُمْ الرُّجُوعُ عَنْ ذَلِكَ .

“Hadits ini menunjukkan wajibnya mencuci kedua kaki dan ini adalah pendapat mayoritas ulama. Imam Nawawi berkata : Continue Reading Bab 29 Mencuci Tumit…

Bab 28 Berkumur-kumur dalam Berwudhu

May 10, 2013 at 12:29 am | Posted in fiqih, Mustholah Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment

28 – باب الْمَضْمَضَةِ فِى الْوُضُوءِ

قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ – رضى الله عنهم – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم –

Bab 28 Berkumur-kumur dalam Berwudhu

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Abdullah bin Zaid رضى الله عنهم  dari Nabi صلى الله عليه وسلم

 Penjelasan :

 Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berkumur-kumur, sebagian mereka seperti Imam Abu Tsaur, Imam Abu ‘Ubaid, Imam Dawud Adh-Dhohiri dan Imam Ibnul Mundzir, berpendapat bahwa berkumur-kumur wajib hukumnya. Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang menunjukan perintah dari Nabi صلى الله عليه وسلم untuk berkumur-kumur, seperti hadits :

إِذَا تَوَضَّأْتَ فَمَضْمِضْ

“Jika engkau berwudhu, maka berkumur-kumurlah” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

Continue Reading Bab 28 Berkumur-kumur dalam Berwudhu…

Bab 27 Mencuci Kedua Kaki (Tidak Cukup Hanya) Mengusap Kedua Telapak Kaki

May 10, 2013 at 12:14 am | Posted in fiqih, Mustholah Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment

27 – باب غَسْلِ الرِّجْلَيْنِ وَلاَ يَمْسَحُ عَلَى الْقَدَمَيْنِ

Bab 27 Mencuci Kedua Kaki (Tidak Cukup Hanya) Mengusap Kedua Telapak Kaki

Penjelasan :

 Imam Bukhori mengisyaratkan bahwa ketika berwudhu, untuk kedua kaki adalah dibasuh/dicuci bukan diusap. Seolah-olah beliau merajihkan qiro’ah Jumhur yang membaca ayat 6 surat Al Maidah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”.

Continue Reading Bab 27 Mencuci Kedua Kaki (Tidak Cukup Hanya) Mengusap Kedua Telapak Kaki…

Bab 26 Istijmar dengan Bilangan Ganjil

May 10, 2013 at 12:07 am | Posted in fiqih, Mustholah Hadits, Penjelasan Bukhori | Leave a comment

26 – باب الاِسْتِجْمَارِ وِتْرًا

Bab 26 Istijmar dengan Bilangan Ganjil

 

Penjelasan :

 Telah disinggung sebelumnya bahwa istijmar sebaiknya menggunakan bilangan ganjil dan lebih dari 3 buah batu atau sejenisnya.

 Berkata Imam Bukhori :

162 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِى الزِّنَادِ عَنِ الأَعْرَجِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِى أَنْفِهِ ثُمَّ لِيَنْثُرْ ، وَمَنِ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ ، وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِى وَضُوئِهِ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ »

28). Hadits no. 162

“Haddatsanaa Abdullah bin Yusuf ia berkata, akhbaronaa Malik dari Abiz Zinaad dari Al A’roj dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda : “Jika kalian berwudhu, maka lakukan pada hidungnya, lalu beristinsyar. Barangsiapa yang beristijmar, hendaknya dengan bilangan ganjil. Jika kalian bagun dari tidur, maka hendaknya mencuci tangannya sebelum memasukkannya kedalam air wudhu, karena kalian tidak tahu dimana posisi tangannya pada waktu tidur”.

Shahih Muslim no. 278

 Penjelasan biografi perowi hadits :

 Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

Penjelasan Hadits :

Cukup jelas dan telah berlalu sebelumnya, adapun berkaitan dengan mencuci tangan setelah bangun tidur, akan dijelaskan pada babnya Insya Allah.

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: