Cukuplah kematian sebagai nasehat

July 7, 2013 at 11:22 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment
Tags: , ,

TAKHRIJ HADITS ‘CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI NASEHAT’
Telah masyhur haditts yang berbunyi :
كفى بالموت واعظاً
“Cukuplah Kematian sebagai nasehat”.

Hadits ini dikatakan disabdakan oleh Nabi r, yang riwayatnya ditulis oleh :
1. Imam Baihaqi dalam “Syu’abul Iman” (no. 10160).
2. Imam Al Qodhoo’I dalam “Musnad” (no. 12966).
3. Imam Ibnul A’robi dalam “Mu’jam” (no. 962).
4. Imam Ibnu HIbatullah dalam “Ta’ziyatul Muslim an ‘Akhiihi” (1/49).
Semua Aimah diatas meriwayatkannya dari jalan :
ثنا داود بن رشيد ، ثنا الربيع بن بدر ، عن يونس بن عبيد ، عن الحسن ، عن عمار يعني ابن ياسر “haddatsanaa Daawud bin Rosyiid, haddatsanaa Ar-Robii’ bin Badar dari Yunus bin ‘Ubai dari Al Hasan dari ‘Amaar bin Yaasir t dari Nabi r secara marfu’.
Kedudukan sanad :
Semua perowinya tsiqoh, menurut Al Hafidz dalam “At-Taqriib”, kecuali Ar-Robii’, ia dinilai matruk oleh Al Hafidz. Sehingga sanad ini sangat lemah. Disamping kelemahan pada rowinya, hadits ini juga munqothi, karena Al Hasan Al Bashri, dengan ketsiqohannya beliau adalah seorang Mudallis dan riwayat ‘an’anahnya terkadang membahayakan dan ini terbukti pada sanad ini, dimana Imam Al Mizziy dalam “Tahdzibul Kamal” mengatakan bahwa Al Hasan tidak pernah mendengar dari sahabat ‘Amaar t. Alhasil sanad riwayat ini sangat lemah.

Namun terdapat jalan lain dari sahabat ‘Amaar t yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam “Az-Zuhud” (993) dengan sanad :
حدثني سيار ، حدثنا جعفر ، حدثنا يونس بن عبيد ، عن رجل ، عن عمار بن ياسر “haddatsanii Sayaar, haddatsanaa Ja’far, haddatsanaa Yunus bin ‘Ubaid dari seorang laki-laki dari ‘Amaar bin Yaasir ia berkata (mauquf haditsnya)”.
Imam Ibnu Abid Dunya dalam “Al Yaqiin” (no. 30), juga meriwayakan dengan sanad yang sama, hanya bendanya Yunus berkata : ‘dari orang yang mendengar ‘Amaar t berkata : “idem”.
Kedudukan sanad : Sayaar dan Ja’far dua orang perowi shoduq menurut Al Hafidz dalam “At Taqriib”, sedangkan Yunus perowi tsiqoh sebagaimana dalam sanad diatas. Kemudian kelemahan sanad ini ada pada perowi yang mubham yang tidak disebutkan namanya. Dan ini adalah riwayat yang mauquf karena berasal dari sahabat ‘Amaar bin Yaasir t. Dalam “Silsilah Adh-Dhoifah” (no. 502), Imam Al Albani mengatakan bahwa riwayat yang mauquf ini yang benar.
Kami mendapatkan juga sabda yang dinisbatkan kepada Nabi r diatas, dinisbatkan kepada beberapa sahabat diantaranya :
1. Sahabat Umar bin khothob t.
Imam Abu Nu’aim dalam “Ma’rifatus Shohabah” (no. 195) meriwayatkan dengan sanadnya :
أخبرنا به ، سليمان بن أحمد ثنا إسحاق الخزاعي ، ثنا الزبير بن بكار ، به وكان نقش خاتمه رضي الله عنه كفى بالموت واعظا يا عمر
“Akhbaronaa Sulaiman bin Ahmad haddatsanaa Ishaq Al Khuzaa’iiy, haddatsanaa Az-Zubair bin Bakaar, adalah ukiran cincinnya Umar t tulisannya ‘Cukuplah kematian sebagai nasehat’.
Kedudukan sanad : semua perowinya tsiqoh, kecuali Ishaaq Al Khuzaa’iy, dinilai shoduq oleh Al Hafidz dalam “At-Taqrrib”. Sehingga sanad atsar ini Hasan –Insya Allah-.

2. Shahabat Abu Dardaa’ Rodhiyallahu ‘anhu
Imam Abu Nu’aim dalam “Hilyatul Auliyaa’” (1/217) meriwayatkan dari jalan :
ثنا اسماعيل بن عياس عن شرحبيل أن أبا الدرداء “Haddatsanaa Ismail bin ‘Ayaas dari Syahabiil bahwa Abu Dardaa’ Rodhiyallahu ‘anhu berkata : ‘dalam kalimat yang panjang terdapat didalamnya perkataan pada bab ini’”.
Kedudukan sanad : Ismail bin ‘Ayaas, dinilai Al Hafidz Shoduq jika meriwayatkan dari ulama di negerinya dan dalam hal ini beliau sebagai penduduk Syam meriwayatkan dari Syahabiil yang juga penduduk Syam. Syarhabiil dinilai tsiqoh oleh Imam Al’ijli dan Imam Ibnu Hibban, namun didhoifkan oleh Imam Ibnu Ma’in, sehingga Al Hafidz menilainya shoduq terdapat layyin (kelunakan) dalam riwayatnya. Dengan adanya penguat-penguat sebelumnya maka, tidak berlebihan kalau sanadnya dikatakan Hasan-Insya Allah-.

3. Shahabat Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu
Imam Ibnul Mubarok meriwayatkannya dalam “Az-Zuhud” (no. 1760) dari jalan :
أنا مالك بن مغول قال : قال ابن مسعود
“Akhbaronaa Maalik bin Maghuul ia berkata, Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu berkata : “idem”.
Kedudukan sanad : Maalik bin Maghuul dinilai Tsiqoh tsabat oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib”. Namun sanad ini terputus karena Maalik berada di thobaqoh Kibar Atba’ut Tabi’in, sehingga tidak pernah berjumpa dengan sahabat Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu.

Imam As-Sakhowiy dalam “Al Maqoosidul Hasaanah” (1/170) berkata :
وللطبراني والبيهقي في الشعب عن عمار بن ياسر رفعه: كفى بالموت واعظاً. وسنده ضعيف، وهو مشهور من قول الفضيل بن عياض رواه البيهقي في الزهد “dalam riwayat Thobroniy dan Baihaqiy dalam “Asy-Syu’ab” dari ‘Amaar bin Yaasir secara marfu’ (dari Nabi Shollallohu alaihi wa Salaam) : “Cukuplah kematian sebagai nasehat”.
Sanadnya lemah dan ini adalah perkataan yang Masyhur dari Al Fudhoil bin’Iyaadh sebagaimana riwayat Imam Baihaqi dalam “Az-Zuhud”.

Berdasarkan keterangan diatas, Imam Fudhoil adalah seorang Atbaut Tabi’in dan tidak tertutup kemungkinan beliau mengambilnya dari Tabi’in dan Tabi’in mengambilnya dari para sahabat Rodhiyallahu ‘anhum. Kesimpulan akhir, atsar ini tsabit dari sahabat Nabi Shollallohu alaihi wa Salaam.

Dan matan (isi) hadits ini benar didukung oleh sabda Nabi Shollallohu alaihi wa Salaam berikut :
« أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ “Perbanyaklah mengingat penghancur keledzatan” yakni kematian”(HR. Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan dishahihkan oleh Imam Al Albani).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: