SEHARUSNYA TIDAK ADA SEORANG MUSLIM PUN YANG BERDOSA

October 26, 2013 at 2:05 am | Posted in fiqih | Leave a comment

SEHARUSNYA TIDAK ADA SEORANG MUSLIM PUN YANG BERDOSA

            Rabbunaa Azza wa Jalla Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat hamba-hamba-Nya. Tidak ada dalam pandangan Allah Azza wa Jalla dosa yang tidak bisa diampuni, sebesar dan seberat apapun dosa, pasti akan diampuninya. Allah r berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar : 53).

Imam As-Sa’diy dalam tafsirnya berkata :

{ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ } أي: لا تيأسوا منها، فتلقوا بأيديكم إلى التهلكة، وتقولوا قد كثرت ذنوبنا وتراكمت عيوبنا، فليس لها طريق يزيلها ولا سبيل يصرفها، فتبقون بسبب ذلك مصرين على العصيان، متزودين ما يغضب عليكم الرحمن، ولكن اعرفوا ربكم بأسمائه الدالة على كرمه وجوده، واعلموا أنه يغفر الذنوب جميعا من الشرك، والقتل، والزنا، والربا، والظلم، وغير ذلك من الذنوب الكبار والصغار

“{janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah } yakni jnganlah kalian berputus ada dari rahmat-Nya, lalu kalian menjatuhkan diri dalam kebinasaan. Kalian berucap : ‘terlalu amat banyak dosa dan aib kami, tidak ada lagi jalan untuk menghapusnya, tidak ada lagi cara untuk membersihkannya’. Sehingga dengan anggapan ini kalian tetap bergelimang didalam kemaksiatan dan bertambah melakukan perbuatan yang dibenci oleh Yang Maha Penyayang. Namun perlu kalian ketahui, bahwa Rabb kalian dengan Nama-Nya yang menunjukkan atas Kemulian dan Kedermawanannya, akan mengampuni seluruh dosa, baik berupa syirik, pembunuhan, zina, riba, kedholiman dan selain itu dari dosa-dosa besar dan kecil”.

Bahkan Allah r pernah memerintahkan kepada Nabi-Nya r untuk berkata kepada orang-orang kafir Quraisy yang memusuhi Beliau r :

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu (QS. Al Anfaal : 38).”

Imam Ibnul Jauzi dalam Tafsirnya berkata :

نزلت في أبي سفيان وأصحابه ، قاله أبو صالح عن ابن عباس

“Ayat ini turun tentang Abu Sufyan dan kawan-kawannya, sebagaimana dikatakan Abu Sholih dari Ibnu Abbas t ”.

Shuf! Kepada orang Kafir yang hendak menghabisi Nabi r dan kaum Muslimin saja, Allah r akan memberikan ampunan jika mereka bertaubat, apalagi kepada seorang Muslim yang mencintai Nabi r dan kaum Muslimin?.

Dan perkara yang sangat menakjubkan, Allah r berulang-ulang mengajak hamba-Nya untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada-Nya. Sungguh kesempurnaan diatas kesempurnaan. Allah r berfirman :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imroon : 133).

Firman-Nya r lagi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai” (QS. At Tahriim : 8).

Dalam ayat-ayat diatas dan masih banyak ayat yang senada dengannya, sangat jelas sekali bahwa Allah r pasti akan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya, tanpa menyisakan sedikitpun dosa yang tidak akan diampuni. Sehingga sangat mungkin seorang hamba akan menghadap Rabbnya tanpa membawa dosa sedikitpun. Dan kita berharap diri kita adalah diantara hamba-hamba tersebut. Sebagaimana Nabi Ibrohim r mengharapkan bahwa kelak pada hari kiamat Allah r mengampuninya.

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

“dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat” (QS. Asy-Syu’araa’ : 82).

Bahkan Nabi kita yang mulia senantiasa memohon ampunan kepada Allah r dalam sehari 70 sampai 100 kali. Nabi r bersabda :

والله إنِّي لأَسْتَغْفِرُ الله وأَتُوبُ إِلَيْه في اليَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah, sesungguhnya saya meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah r dalam sehari lebih dari 70 kali” (HR. Bukhori).

Dalam kesempatan lain, Beliau r bersabda :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، تُوبُوا إِلى اللهِ واسْتَغْفِرُوهُ ، فإنِّي أتُوبُ في اليَومِ مئةَ مَرَّةٍ

“Wahai manusia, bertaubatlah dan minta ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali” (HR. Muslim).

Bagaimana bisa seorang Muslim masih memiliki dosa, sedangkan Rabbnya membuka ampunan sepanjang siang dan malam. Nabi r bersabda :

إنَّ الله تَعَالَى يَبْسُطُ يَدَهُ بالليلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ ، ويَبْسُطُ يَدَهُ بالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيلِ ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِها

“Sesungguhnya Allah r membentangkan Tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan pada siang hari dan Allah r membentangkan Tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan pada malam hari, berlaku sampai matahari terbit dari sebelah barat” (HR. Muslim).

Bahasa mudahnya Allah r membuka Tangan-Nya selama 24 jam untuk menerima taubat dan mengampuni kesalahan hamba-Nya kapanpun mereka melakukan dosa-dosa. Selama nyawa seorang hamba masih dikandung badan, maka apapun dan kapanpun kesalahah dan dosa-dosa yang dilakukan, Allah r akan mengampuninya. Nabi r bersabda :

إِنَّ الله – عز وجل – يَقْبَلُ تَوبَةَ العَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah r menerima taubatnya seorang hamba selama nyawa masih di tenggorokan” (HR. Tirmidzi dan ini hadits Hasan).

Namun pada kenyataannya banyak juga kaum muslimin yang akhirnya masuk kedalam neraka disebabkan dosa dan kesalahan mereka, seperti sabda Nabi r berikut :

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ ، فَإِنِّى أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

“Wahai kaum wanita bersedekahlah, karena sesungguhnya aku melihat banyak diantara kalian yang menjadi penduduk neraka” (Muttafaqun ‘alaih).

Dalam sabda lainnya :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“ada dua jenis penduduk neraka yang aku belum pernah melihatnya. Yang pertama adalah orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang memukuli manusia dan wanita yang berpakaian tapi telanjang yang berlenggak-lenggok kepalanya seperti leher unta. Mereka tidak akan masuk jannah dan tidak akan mencium bau jannah, padahal bau jannha dapat tercium dari jarak tertentu” (Muttafaqun ‘Alaih).

Nah terus, bagaimana ini bisa terjadi, bagaimana mungkin seorang Muslim yang memiliki Rabb Yang Maha Pengampun, Yang tidak akan pernah menolak taubat hamba-Nya, bahkan sangat senang dengan taubat hamba-Nya, senantiasa mengajak hamba-Nya untuk memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya, kemudian diulangi lagi melalui lisan Rasul-Nya dilanjutkan lagi oleh ulama para pewaris Nabi, sehingga sangat kecil kemungkinan seorang Muslim tidak tahu dan tidak punya kesempatan memohon ampunan kepada Rabbnya, bukankah Allah r membuka ampunan selama 24 jam? Bukankah dalam meminta ampunan caranya sangat mudah? Allah r berfirman :

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imroon : 191).

Terhadap fenomena ini, kami mencoba melakukan analisa, mengapa seorang Muslim sampai bertemu dengan Allah r masih membawa dosa. Ada beberapa penyebabnya yang kami coba menggalinya :

1. Si Muslim telah melakukan kekafiran kepada Allah r, baik dalam artian murtad, melakukan kesyirikan, menjadi munafik atau sejenisnya, kemudian ia mati dalam kondisi demikian. Maka ini sangat jelas, karena tempat kembalinya orang Kafir dan musyrik adalah di neraka. Allah r berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah : 6)

Adapun orang-orang munafik, maka ia lebih parah tempatnya, karena Allah r berfirman :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka” (QS. An Nisaa : 145).

2. Si Muslim meninggal dengan Su’ul Khotimah, yakni ia meninggal dalam keadaan melakukan dosa dan kesalahan yang mengakibatkan mendapatkan hukuman neraka. Nabi r bersabda :

فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ أَوْ قِيدُ ذِرَاعٍ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian beramal dengan amalan penduduk jannah hingga jarak antara dirinya dengan jannah tinggal sehasta, namun Kitab mendahuluinya, sehingga ia (pada akhir hayatnya) melakukan amalan penduduk neraka, sehingga masuk kedalam neraka” (Muttafaqun ‘Alaih).

3. Si Muslim sangat menjaga gengsi dalam hidupnya sehingga ia enggan dalam  memohon ampun kepada Allah, ia merasa bangga dengan dosa-dosanya, sehingga akhirnya dosa tersebut tidak diampuni. Allah r berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Al Mu’min : 60).

Imam Ibnul Jauzi berkata dalam tafsirnya :

{ إن الذين يَستكبِرونَ عن عبادتي } فيه قولان . أحدهما : عن توحيد ، . والثاني : عن دعائي ومسألتي

“{Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku }, ada 2 penafsiran (dari menyembah-Ku) dalam hal ini : yang pertama adalah dari mentauhidkanku dan yang kedua dari berdoa dan meminta kepadaku”.

4. Si Muslim melakukan bid’ah dalam agama, padahal bid’ah adalah termasuk perbuatan dosa besar. Allah r berfirman :

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah” (QS. Asy Syuraa : 21).

Imam As-Sa’di berkata ketika menafsirkan ayat ini :

{ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ } من الشرك والبدع، وتحريم ما أحل الله، وتحليل ما حرم الله ونحو ذلك مما اقتضته أهواؤهم.

“{yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah } yakni berupa kesyirikan, bid’ah, mengharamkan apa yang Allah halalkan dan menghalalkan apa yang Allah haramkan dan yang semisalnya”.

Kemudian karena ia merasa melakukan pendekatan diri kepada Allah, maka mereka tidak butuh memohon ampunan kepada Allah, padahal bid’ah yang mereka lakukan akan sirna seperti debu yang beterbangan. Allah r berfirman :

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” (QS. Al Furqon : 23).

Tim pengajar Tafsir Al Qur’an dalam tafsir Muyassar berkata :

وذلك أن العمل لا ينفع في الآخرة إلا إذا توفر في صاحبه: الإيمان بالله، والإخلاص له، والمتابعة لرسوله محمد، صلى الله عليه وسلم.

“Yang demikian itu karena amalan tidak bermanfaat pada hari akhir, kecuali jika pemiliknya merealisasikan keimanan kepada Allah dengan mengikhlaskannya dan mengikuti petunjuk Rasulullah r”.

Dan karena sebab perasaan mereka yang sedang mendekatkan diri kepada Allah, sehingga menghalangi mereka dari bertaubat kepada-Nya, ini adalah makna dari sabda Nabi r berikut :

إِنَّ اللَّهَ حَجَزَ أَوْ قَالَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ

“Sesungguhnya Allah menutupi atau menghalangi taubatnya setiap pelaku bid’ah” (HR. Thabrani, Ishaq bin Rohawiyah, Ibnu Abi Ashim dan selainnya, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

5. Si Muslim melakukan kesalahan atau kedholiman kepada saudaranya dan ia tidak sempat minta dihalalkan, sehingga akhirnya ia menanggung akibat perbuatannya pada hari pembalasan. Rasulullah r bersabda :

« أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ». قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ « إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ »

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?, para sahabat menjawab : ‘Al Muflis adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya apa-apa lagi’. Nabi r bersabda : “orang yang bangkrut dari kalangan umatku adalah orang yang pada hari kiamat kelak, membawa pahala sholat, puasa, zakat namun ia juga pernah mencaci fulan, menuduh fulan, memakan harta fulan, menumpahkan darah, memukul fulan. Sehingga diambil kebaikan-kebaikannya untuk korbannya, jika telah habis kebaikannya, maka kesalahan korbannya diambil dan dibebankan kepadanya, kemudian ia dilemparkan kedalam neraka” (HR. Muslim).

6. Si Muslim banyak mengkufuri nikmat Allah r, ia jarang bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang diberikan Allah r sepanjang hidupnya. Padahal Allah r berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrohim : 7)

Inilah salah satu rahasianya mengapa Rasulullah r sehabis keluar WC selalu berdoa “Ghufronak (aku mohon ampun)” (lihat takhrj hadistnya pada tulisan kami). Para ulama mengatakan, karena pada waktu itu Rasulullah r absen dari berdzikir dan bersyukur kepada Allah r, kerena kondisinya yang tidak memungkinkan pada saat buang hajat, sehingga setelah selesai buang hajat, Beliau r langsung memohon ampunan kepada Rabbnya.

Bukankah Allah r telah memberikan nikmat kepada kita dengan setiap detik kita mendapatkan oksigen, sehingga kita bisa bernafas dengan lega, apakah kita sudah mensyukurinya?

Barangkali ini adalah hal-hal yang dapat kami sampaikan, mengapa kita sebagai Muslim meninggal dalam keadaan membawa dosa dan kesalahan kepada Rabbnya. Dan tentunya kita berharap ketika meninggal dunia dalam keadaan mendapatkan ampunan-Nya, karena kita adalah hamba-hamba faqir yang sangat mendambakan ampunan dan rakhmat Allah yang Maha Kaya dan Pemaaf. Semoga kita dapat memperbanyak memohon ampunan dan mendapatkan taufik dari Allah r agar dapat beramal sholih sampai ajal menjemput. Amiin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: