AMALAN PELEBUR DOSA

October 27, 2013 at 9:40 am | Posted in fiqih | Leave a comment

AMALAN-AMALAN PENGHAPUS DOSA

            Karena Kemurahan dan Kedermawanan Allah r, maka Allah r memberikan petunjuk kepada hamba-Nya untuk melakukan amalan yang mudah yang bisa menghapus dosa-sosanya. Kami akan sarikan dari tulisan Syaikh Ibnu Ad-Dabii’ Asy-Syaibaaniy dalam karyanya “مكفرات الذنوب وموجبات الجنة”. Ada beberapa jenis amalan yang dapat menghapus dosa, diantaranya :

  1. Yang dapat menghapuskan dosa yang telah lalu dan yang akan datang
    1. Mengucapkan doa ini setelah makan :

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

“Barangsiapa yang makan, lalu berdoa : ‘segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini kepadaku dan memberikan rezeki tanpa adanya daya dan upaya dariku’. Maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang” (HR. Abu Dawud dan selainnya, dihasankan oleh Imam Al Albani).

  1. Mengucapkan doa ini ketika memakai pakaian :

وَمَنْ لَبِسَ ثَوْبًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

“Barangsiapa yang memakai pakaian lalu berdoa : ‘segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaianku ini dan memberiku rezeki tanpa ada daya dan upaya dariku’. Maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang” (HR. Abu Dawud dan selainnya, dihasankan oleh Imam Al Albani).

  1. Berwudhu dengan sempurna :

لاَ يُسْبِغُ عَبْدٌ الْوُضُوءَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

“tidaklah seorang hamba menyempurnakan wudhunya, kecuali Allah r akan mengampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang” (HR. Al Bazar dan selainnya, dihasankan oleh Imam Al Haitsami).

  1. Saling bersalaman dan bersholawat ketika bertemu dengan saudaranya Fillah :

مَا مِنْ عَبْدَيْنِ مُتَحَابَّيْنِ فِي اللَّهِ يَسْتَقْبِلُ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ فَيُصَافِحُهُ ، وَيُصَلِّيَانِ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِلا لَمْ يَفْتَرِقَا حَتَّى تُغْفَرَ ذُنُوبُهُمَا مَا تَقَدَّمَ مِنْهُمَا وَمَا تَأَخَّرَ

“Tidaklah dua orang hamba yang saling mencintai di jalan Allah, lalu keduanya bertemu dan bersalaman serta bersholawat kepada Nabi r, melainkan tidaklah keduanya berpisah, sampai diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan selainnya, dihasankan oleh Imam Al Albani).

  1. Yang dapat menghapus dosa yang telah lalu
    1. Berwudhu seperti yang diajarkan oleh Rasulullah r :

عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ ، فَغَسَلَهُمَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِى الْوَضُوءِ ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ ، وَاسْتَنْشَقَ ، وَاسْتَنْثَرَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثًا ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ، ثُمَّ غَسَلَ كُلَّ رِجْلٍ ثَلاَثًا ، ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا وَقَالَ « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ ، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »

“Dari Khumroon maula Ustman bin ‘Affaan bahwa ia melihat Utsman bin ‘Affaan meminta air wudhu, lalu ia memasukkan kedua tangannya ke bejana, lalu mencucinya tiga kali, lalu memasukkan tangan kanannya kedalam air wudhu, lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq dan beristinsyar. Lalu mencuci wajahnya tiga kali dan kedua tangannya sampai sikunya tiga kali, lalu mengusap kepalanya, lalu mencuci setiap kakinya tiga kali. Lalu Ustman t berkata : ‘aku melihat Nabi r berwudhu seperti wudhuku ini, lalu Nabi r bersabda : “Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, lalu sholat 2 rakaat, dengan khusyu’, akan diampuni oleh Allah r dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaih).

  1. Melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaih).

  1. Melaksanakan Sholat tarawih pada bulan Ramadhan :

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang sholat tarawih pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaih).

  1. Mengucapkan Amin pada saat Imam selesai membaca ayat terakhir surat Al Fatihah :

إِذَا قَالَ الإِمَامُ ( غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ) فَقُولُوا آمِينَ . فَمَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Jika Imam berkata : ‘Ghoirul maghduubi ‘alaihim walaadh dhooliin’, maka jawablah : ‘Aamiin’. Jika ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”  (Muttafaqun ‘alaih).

  1. Mengucapkan “Robbanaa wa lakal hamdu” ketika Imam berkata “Sami’a Allahu liman Hamidah :

إِذَا قَالَ الإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Jika Imam berkata : ‘Sami’a Allahu limah Hamidah’, maka jawablah : ‘Robbanaa walakal hamdu’. Jika ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. An Nasa’I dan selainnya, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

  1. Berwudhu dan Sholat sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah r :

مَنْ تَوَضَّأَ كَمَا أُمِرَ وَصَلَّى كَمَا أُمِرَ غُفِرَ لَهُ مَا قَدَّمَ مِنْ عَمَلٍ

“Barangsiapa yang berwudhu dan sholat sebagaimana yang diperintahkan akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Nasa’I, Ibnu Majah dan selainnya, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

  1. Yang dapat menghilangkan dosa, sehingga seperti bayi yang baru lahir
    1. Berhaji dengan khusyu’ :

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang berhaji, kemudian ia tidak berkata jorok dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari pada waktu dilahirkan oleh ibunya” (HR. Bukhori).

  1. Sholat dhuha setelah sholat Subuh :

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ أَوْ قَالَ : الْغَدَاةَ فَقَعَدَ فِي مَقْعَدِهِ فَلَمْ يَلْغُ بِشَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا ، وَيَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى يُصَلِّيَ الضُّحَى أَرْبَعَ ، رَكَعَاتٍ خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ لا ذَنْبَ لَهُ

“Barangsiapa yang sholat Subuh, lalu ia tetap duduk di tempatnya, tidak membicarakan masalah dunia, ia berdzikir kepada Allah r sampai ia sholat Dhuha 4 rakaat, maka hilanglah dosanya, kembali seperti ia dilahirkan ibunya sama sekali tidak ada dosanya” (HR. Abu Ya’laa, dihasankan oleh Imam Bushiiriy).

  1. Yang dapat menghapuskan dosa, sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan (amat sangat banyak)
    1. Melakukan dzikir berikut setelah selesai sholat :

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa yang bertasbih setiap selesai sholat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali, jadi semuanya 99 kali, digenapkan menjado 100 dengan berdzikir : ‘tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah saja, tidak ada sekutu baginya, Dialah pemilik kerajaan dan segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa’. Maka akan diampuni dosanya, sekalipun sebanyak buih di lautan” (HR. Muslim).

  1. Membaca dzikir berikut sebanyak 100 kali pada waktu pagi dan petang :

مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ مِائَةَ مَرَّةٍ، وَإِذَا أَمْسَى مِائَةَ مَرَّةٍ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa jika pada waktu dan petang berdzikir sebanyak 100 kali dengan dzikir : ‘Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya’. Maka akan diampuni dosanya, sekalipun lebih banyak dari buih di lautan” (HR. Al Hakim dan selainnya, dishahihkan oleh Imam Al Hakim dan Imam Al Albani).

  1. Berdzikir seperti ini :

مَا عَلَى الأَرْضِ أَحَدٌ يَقُولُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ. إِلاَّ كُفِّرَتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Tidak seorang pun di muka bumi ini yang berdzikir : ‘tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan upaya kecuali karena Allah’. Akan diampuni dosanya, sekalipun sebanyak buih di lautan” (HR. Tirmidzi dan selainnya, dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al Albani).

  1. Berdzikir “Subhanallah wa bihamdihi setiap hari 100 kali :

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa yang berdzikir ‘Subhanallah wa bihamdihi’ sebanyak 100 kali setiap hari, akan dihapus kesalahannya, sekalipun sebanyak buih di lautan” (Muttafaqun ‘Alaih).

Demikian beberapa amalan yang sengaja saya ambil dari kitab tersebut, yang saya lihat dishahihkan atau dihasankan oleh para ulama. Dan tentunya masih banyak lagi amalan-amalan yang dapat menghancurkan dosa, sekalipun itu sangat banyak dan sangat besar. Sepintas dapat kita lihat, amalan-amalan diatas adalah ringan, tidak memerlukan waktu dan uang yang banyak, bahkan sebagian besarnya sama sekali tidak mengeluarkan biaya. Semoga amalan-amalan tersebut dapat kita amalkan, sehingga besar harapan kita berjumpa dengan Rabb kita, tanpa membawa dosa sedikitpun. Amiin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: