HADITS PALSU DALAM SUNAN TIRMIDZI (HADITS KE-1)

October 29, 2013 at 1:38 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

STUDI HADITS YANG DINILAI PALSU

OLEH IMAM AL ALBANI DALAM SUNAN TIRMIDZI

            Kali ini saya mencoba melakukan searching hadits-hadits yang dinilai palsu oleh Imam Al Albani dalam Sunan Tirmidzi, lalu saya mendapati ada beberapa hadits yang dikatakan sebagai hadits palsu dalam kitab sunan Tirmidzi. Saya dalam hal ini menggunakan referensi Kitab Sunan Tirmidzi cetakan Ahmad Syaakir. Berikut hadits-hadits tersebut :

  1. Hadits no. 172, Imam Tirmidzi berkata :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ الوَلِيدِ المَدَنِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الوَقْتُ الأَوَّلُ مِنَ الصَّلَاةِ رِضْوَانُ اللَّهِ، وَالوَقْتُ الآخِرُ عَفْوُ اللَّهِ»

“Haddatsanaa Ahmad bin Manii’ ia berkata, haddatsanaa Ya’quub ibnul Waliid Al Madaniy dari Abdullah bin Umar dari Naafi’ dari Ibnu Umar t ia berkata, Rasulullah r bersabda : “Waktu awal sholat adalah keridhoan Allah, sedangkan waktu akhir sholat adalah pengampunan dari Allah”.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Ahmad bin Munii’, dilahirkan pada tahun 160 H dan wafat pada 224 H. perowi Bukhori-Muslim dinilai oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib” : “ثقة حافظ” (Tsiqoh Hafidz).
  2. Ya’qub ibnul Waliid, Imam Ahmad mengomentarinya : “كان من الكذابين ، و كان يضع الحديث” (ia salah satu diantara para pendusta, ia sering memalsukan hadits. Imam Abu Hatim berkata : “ضعيف الحديث ، منكر الحديث ، كان يكذب” (lemah haditsnya, mungkar haditsnya dan ia berdusta). Imam Ibnu Hibban berkata : “يضع الحديث على الثقات ، لا يحل كتب حديثه إلا على التعجب” (ia memalsukan hadits dari perowi tsiqoh, tidak boleh menulis haditsnya, kecuali untuk rasa takjub saja). (dinukil dari tahdzibul kamal Al Mizzi).
  3. Abdullah bin Umar bin Hafsh Al ‘Umariy, dinilai oleh Al Hafidz : “ضعيف عابد” (lemah, ahli ibadah).
  4. Adapun Naafi’ maula Ibnu Umar t adalah perowi yang masyhur.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu). Sementara itu Imam Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan hadits ini :

[ قال أبو عيسى هذا حديث غريب ] [ وقد روى ابن عباس عن النبي صلى الله عليه و سلم نحوه ] [ قال ] وفي الباب عن علي و ابن عمر و عائشة و ابن مسعود قال أبو عيسى حديث أم فروة لا يروى إلا من حديث عبد الله [ بن عمر ] العمري وليس [ هو ] بالقوى عند أهل الحديث واضطربوا [ عنه ] في هذا الحديث [ وهو صدوق وقد تكلم فيه يحيى بن سعيد من قبل حفظه ]

“Imam Tirmidzi berkata : ‘Hadits Ghoriib’. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas t dari Nabi r yang semakna dengannya. Dalam bab ini juga diriwayatkan dari Ali, Ibnu Umar, Aisyah dan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhum. Hadits Ummu Farwah tidak diriwayatkan kecuali dari Hadits Abdullah bin Umar Al ‘Umariy dan ia tidak kuat menurut ulama hadits, mereka mengatakan haditsnya idhthirob (goncang), ia sebenarnya perowi shoduq, Yahya bin Sa’id mengkritiknya dari sisi hapalannya”.

Imam Al Albani telah meluaskan takhrijnya dalam “Irwa’ul Gholiil” (no. 259) :

أخرجه الترمذي ( 1 / 321 ) والدارقطني ( ص 92 ) والبيهقي ( 1 / 435 ) وكذا أبو محمد الخلال في ” مجلسين من الأمالي ” ( ق 3 / 1 – 2 ) وعلى ابن الحسن بن اسماعيل العبدي في حديثه ( ق 156 / 1 ) والضياء المقدسي في ” المنتقى من مسموعاته بمرو ” ( ق 134 / 2 ) من طريق يعقوب بن الوليد المدني عن عبد الله بن عمر عن نافع عن ابن عمر به . وضعفه الترمذي بقوله : ” هذا حديث غريب وقد روى ابن عباس عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) نحوه ” . وقال البيهقي : ” هذا حديث يعرف بيعقوب بن الوليد المدني وهو منكر الحديث ضعفه يحيى بن معين وكذبه أحمد وسائر الحفاظ ونسبوه إلى الوضع نعوذ بالله من الخذلان وقد روي بأسانيد أخر كلها ضعيفة وقال ابن عدي : الحديث بهذا الإسناد باطل ”

“Dikeluarkan oleh Tirmidzi (1/321), Daruquthni (92), Baihaqi (1/435), Abu Muhammad Al Kholaal dalam “Majliisiin minal Amaaliy (3/1-2), Ali ibnul Hasan bin Ismail Al ‘Abadiy dalam haditsnya (1/156) dan Dhiyaaul Maqdishi dalam “Al Muntaqo min Masmuu’aatihi ‘Amr” (2/134) dari jalan Ya’quub ibnul Waliid Al Madaniy dari Abdullah bin Umar dari Naafi’ dari Ibnu Umar t.  Tirmidzi mendhoifkannya dengan komentarnya : ‘ini hadits ghoriib, diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas t dari Nabi r semisalnya. Baihaqi berkata : ‘ini hadits yang diketahui berasal dari Ya’quub ibnul Waliid, ia mungkarul hadits, didhoifkan oleh Yahya bin Ma’in dan didustakan oleh Ahmad dan selainnya, mereka menisbahkannya kepada perbuatan pemalsuan –kita berlindung kepada Allah dari kebatilan-telah diriwayatkan dengan sanad lain, semuanya lemah. Ibnu ‘Adiy berkata : ‘hadits dengan sanad ini Batil”.

Kemudian Imam Al Albani melanjutkan takhrijnya dari jalan lain dan semuanya lemah, yang menunjukkan kepalsuan hadits ini.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: