HADITS PALSU DALAM SUNAN TIRMIDZI (HADITS KE-5)

October 31, 2013 at 3:12 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

5. Hadits no. 2505, Imam Tirmidzi berkata :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الحَسَنِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ الهَمْدَانِيُّ، عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ» قَالَ أَحْمَدُ: قَالُوا: «مِنْ ذَنْبٍ قَدْ تَابَ مِنْهُ»

“Haddatsanaa Ahmad bin Munii’ ia berkata, haddatsanaa Muhammad ibnul hasan bin Abi Yaziid Al Hamdaaniy dari Tsaur bin Yaziid dari Khoolid bin Mi’daan dari Muadz bin Jabal ia berkata, Rasulullah r bersabda : “Barangsiapa yang membuka aib saudaranya (dengan menyebutkan) dosa yang dilakukan saudaranya, tidaklah ia meninggal sehingga akhirnya ia melakukan seperti dosa yang diperbuat saudaranya tersebut”. Ahmad berkata, para ulama menafsirkan : ‘dari dosa yang telah ia bertaubat darinya’”.

Mari kita lihat biografi para perowinya :

  1. Ahmad bin Munii’ telah berlalu sebelumnya.
  2. Muhammad ibnul Hasan bin Abi Yaziid, dikatakan pendusta oleh Imam Yahya bin Ma’in dan Imam Abu Dawud, sedangkan sebagian ulama lainnya mendhoifkannya.
  3. Tsaur bin Yaziid, wafat pada tahun 150 H atau 153 H atau 155 H, perowi Bukhori-Muslim, dinilai oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib” : “ثقة ثبت إلا أنه يرى القدر” (Tsiqoh Tsabat, namun ia menganut madzhab qodariyah).
  4. Khoolid bin Ma’daan, wafat pada tahun 103 H, perowi Bukhori-Muslim, dinilai oleh Al Hafidz : “ثقة عابد يرسل كثيرا” (Tsiqoh ahli ibadah, banyak memursalkan hadits). Imam Abu Hatim mengatakan haditsnya dari Muadz t adalah Mursal (terputus sanadnya, karena beliau tidak pernah berjumpa dengan sahabat Muadz t) (Tahdzibut Tahdzib).
  5. Muadz bin Jabal t sahabat masyhur

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu). Sementara itu Imam Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan hadits ini :

هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَلَيْسَ إِسْنَادُهُ بِمُتَّصِلٍ وَخَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ لَمْ يُدْرِكْ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ، وَرُوِيَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ أَنَّهُ أَدْرَكَ سَبْعِينَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَاتَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ فِي خِلَافَةِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ، وَخَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ رَوَى عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذٍ عَنْ مُعَاذٍ غَيْرَ حَدِيثٍ

“ini hadit hasan ghoriib, sanadnya tidak bersambung, Khoolid bin Ma’daan belum pernah berjumpa Muadz bin Jabal t. Diriwayatkan bahwa Khoolid bin Ma’daan berjumpa dengan 70 sahabat Nabi r. Muadz bin Jabal t wafat pada masa kekhilafahan Umar bin Khothob t. Khoolid bin Ma’daan meriwayatkan lebih dari satu orang muridnya Muadz dari Muadz t lebih dari satu hadits”.

Maka jika kita melihat sanadnya, minimal kita menemukan 2 cacat :

  1. Kelemahan perowi Muhammad ibnul Hasan, bahkan ia dikatakan seorang pendusta.
  2. Keterputusan antara Khoolid dengan Muadz t.

Untuk cacat yang kedua Imam Tirmidzi telah mengisyaratkan bahwa khoolid yang merupakan perowi tsiqoh, lebih dari satu kali meriwayatkan hadits Muadz t melalui perantaraan murid-muridnya Muadz t, sehingga memungkinkan Khoolid meriwayatkan hadits ini melalui murid Muadz t yang tsiqoh. Namun disini Imam Tirmidzi belum memberikan tanggapan atau pembelaan terhadap diri Muhammad ibnul Hasan seorang perowi yang lemah, bahkan pendusta, sehingga atas dasar apa Imam Tirmidzi menghasankan hadits ini?

Imam Shon’aniy dalam “Subulus Salam” (syarah hadits no. 1425) berkhusnudzon kepada Imam Tirmidzi, kata beliau :

كَأَنَّهُ حَسَّنَهُ التِّرْمِذِيُّ لِشَوَاهِدِهِ فَلَا يَضُرُّهُ انْقِطَاعُهُ

“Seolah-olah Tirmidzi menghasankannya karena ada syawahidnya, maka tidak masalah (cacat) keterputusan sanad ini”.

Imam Al Albani dalam “Adh-Dhoifah” (no. ) menyebutkan syawahid ini, kata beliau :

ثم ذكر الشاهد و هو من طريق الحسن قال : كانوا يقولون : ” من رمى أخاه بذنب تاب إلى الله منه ، لم يمت حتى يبتليه الله به ” ، و هو مع أنه ليس مرفوعا إليه صلى الله عليه وسلم ، فإن في سنده صالح بن بشير المري ، و هو ضعيف كما في ” التقريب ” فلا يصح شاهدا لضعفه و عدم رفعه ، و قد رواه عبد الله بن أحمد في ” زوائد الزهد ” ( ص 281 ) قال أخبرت عن سيار حدثنا صالح المري قال : سمعت الحسن يقول : فذكره ، و له شاهد آخر مرفوع و لكنه ضعيف فانظر أجوبة ابن حجر على القزويني مع مقدمتي لها المنشورة في آخر ” المشكاة ” بتحقيقنا ( ج 3 ص ح )

“lalu disebutkan Syaahid untuk hadits ini yaitu dari jalan Al hasan ia berkata, mereka berkata : ‘barangsiapa yang menuduh saudaranya dengan suatu dosa yang ia telah bertaubat kepada Allah r, maka tidaklah ia mati, hingga Allah mengujinya dengan ia melakukan dosa tersebut’. Hadits ini tidak marfu’ kepada Nabi r, disamping itu juga dalam sanadnya ada Shoolih bin Basyiir Al Mariy ia perowi dhoif, sebagaimana dalam “At-Taqriib”, maka tidak bisa dijadikan sebagai penguat karena kelemahan perowi dan tidak marfu’ kepada Nabi r. Abdullah bin Ahmad meriwayatkan dalam ‘Zawaid Az-Zuhud’ (281) ia berkata, telah mengabariku dari Sayaar, haddatsanaa Shoolih Al Mariy ia berkata, aku mendengar Al Hasan berkata “idem”. Ini penguat lain dari hadits diatas, namun juga lemah, lihatlah jawaban Ibnu Hajar kepada Al Qozawainiy bersama dua pendahuluanku di akhir “Al Miskah: dengan tahqiq kami (2/H)”.

Selain Imam Al Albani yang menilai palsu hadits ini, sebelumnya juga Imam Ibnul Jauzi telah memasukkan hadits ini dalam kitabnya “Al Madhu’aat” (3/82), kemudian Imam Shoghooniy dalam kitabnya “Maudhu’aat” (1/3) dan Imam Al Fataniy dalam kitabnya “Tadzkirotul Maudhu’aat” (1/171).

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: