HADITS PALSU DALAM SUNAN TIRMIDZI (HADITS KE-9)

November 3, 2013 at 5:55 am | Posted in Hadits | Leave a comment

9. Hadits no. 2762, Imam Tirmidzi berkata :

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْخُذُ مِنْ لِحْيَتِهِ مِنْ عَرْضِهَا وَطُولِهَا»

“Haddatsanaa Hannaad ia berkata, haddatsanaa ‘Umar bin Haaruun dari Usamah bin Zaid dari ‘Amr bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya, bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam memotong jenggotnya karena lebar dan panjangnya”.

Kita langsung bedah sanadnya :

  1. Hannaad ibnus Suriy, lahir pada tahun 152 H dan wafat pada 243 H, perowi Muslim dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz.
  2. ‘Umar bin Haruun, dikatakan pendusta oleh Imam Ibnu Ma’in. sementara itu Al Hafidz menilainya : “متروك ، و كان حافظا” (Matruk, ia seorang Hafidz).
  3. Usamah bin Zaid, wafat pada tahun 153 H, dinilai oleh Al Hafidz : “صدوق يهم” (jujur, ada kelemahan).
  4. ‘Amr bin Syu’aib dari Bapaknya (Syu’aib bin Muhammad bin Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash) dari Kakeknya (Abdullah bin ‘Amr Rodhiyallahu anhu) adalah silsilah hadits Hasan.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu). Sementara itu Imam Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan hadits ini :

هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ، وَسَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ، يَقُولُ: ” عُمَرُ بْنُ هَارُونَ مُقَارِبُ الحَدِيثِ لَا أَعْرِفُ لَهُ حَدِيثًا لَيْسَ لَهُ أَصْلٌ – أَوْ قَالَ – يَنْفَرِدُ بِهِ، إِلَّا هَذَا الحَدِيثَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذُ مِنْ لِحْيَتِهِ مِنْ عَرْضِهَا وَطُولِهَا، لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ عُمَرَ بْنِ هَارُونَ، وَرَأَيْتُهُ حَسَنَ الرَّأْيِ فِي عُمَرَ “: وَسَمِعْتُ قُتَيْبَةَ، يَقُولُ: ” عُمَرُ بْنُ هَارُونَ كَانَ صَاحِبَ حَدِيثٍ، وَكَانَ يَقُولُ: الإِيمَانُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ. سَمِعْتُ قُتَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الجَرَّاحِ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصَبَ المَنْجَنِيقَ عَلَى أَهْلِ الطَّائِفِ» قَالَ قُتَيْبَةُ: قُلْتُ لِوَكِيعٍ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: «صَاحِبُكُمْ عُمَرُ بْنُ هَارُونَ»

“ini hadits Ghorib, aku mendengar Muhammad bin Ismail (Imam Bukhori) berkata : ‘Umar bin Harun ‘Muqooribul Hadits, aku tidak mengetahui haditsnya, tidak ada asalnya’ – atau Bukhori berkata- : ‘ia menyendiri dalam meriwayatkan hadits, (tidak punya hadits) kecuali hadits ini yaitu sebagaimana diatas. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari haditsnya Umar bin Harun, aku memiliki baik sangka kepada Umar ini. Aku mendengar Qutaibah berkata : ‘Umar bin Harun adalah ulama hadits, ia berpendapat Imam adalah ucapan dan perbuatan’. Aku mendengar Qutaibah berkata : ‘haddatsanaa Wakii’ ibnul Jarrooh dari seorang laki-laki dari Tsaur bin Yaziid bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam meletakkan Majaniq (semacam pelempar batu) kepada penduduk Thoif’, Qutaibah berkata, aku bertanya kepada Wakii’ siapa ini? Beliau menjawab : ‘teman kalian Umar bin Harun’”.

Jadi Imam Tirmidzi memiliki 2 informasi tentang diri Umar bin Harun, yang satu adalah informasi negative tentangnya yang berasal dari gurunya Imam Bukhori dan satu lagi informasi positif untuk Umar ini yang datang dari gurunya yang lain Imam Qutaibah bin Sa’id.

Dalam “Adh-Dhoifah” (no. 288), Imam Al Albani setelah menyebutkan komentar Imam Tirmidzi tentang diri Umar bin Harun yang dijarh oleh Imam Bukhori, Al Albani berkata :

قلت: وفي ترجمته رواه العقيلي ثم قال: ولا يعرف إلا به، وقد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم بأسانيد جياد أنه قال: ” اعفوا اللحى، واحفوا الشوارب ” وهذه الرواية أولى. وعمر هذا قال في ” الميزان “: قال ابن معين: كذاب خبيث، وقال صالح جزرة: كذاب، ثم ساق له هذا الحديث، لكن قال ابن عدي عقبه: وقد روى هذا عن أسامة غير عمر بن هارون، فلينظر فإنه خلاف ما قاله البخاري والعقيلي: إنه تفرد به عمر.

“dalam buku biografi milik Al ‘Uqoiliy ia berkata : ‘tidak diketahui (haditsnya Umar bin Harun) kecuali ini, telah diriwayatkan dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam dengan sanad yang bagus bahwa Beliau Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “biarkan jenggot, potonglah kumis”. Riwayat inilah yang lebih utama. Umar ini sebagaimana dikatakan dalam “Al Miizaan”, Ibnu Ma’in berkata : ‘(Umar bin Harun) pendusta yang jelek’, Shoolih Jaziroh berkata : ‘pendusta’. Lalu disebutkan hadits ini, namun Ibnu ‘Adiy menyebutkan setelahnya : ‘telah diriwayatkan hadits ini dari Usamah tanpa ada Umar bin Harun’. Maka perhatikanlah, pernyataan Ibnu ‘Adiy menyelisihi apa yang dikatakan oleh Al Bukhori dan Al ‘Uqoiliy, bahwa Umar menyendiri dalam meriwayatkan hadits ini”.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: