HADITS PALSU DALAM SUNAN TIRMIDZI (HADITS KE-13)

November 4, 2013 at 2:20 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

13. Hadits no. 3709, Imam Tirmidzi berkata :

حَدَّثَنَا الفَضْلُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ البَغْدَادِيُّ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ زُفَرَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجَنَازَةِ رَجُلٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهِ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا رَأَيْنَاكَ تَرَكْتَ الصَّلَاةَ عَلَى أَحَدٍ قَبْلَ هَذَا؟ قَالَ: «إِنَّهُ كَانَ يَبْغَضُ عُثْمَانَ فَأَبْغَضَهُ اللَّهُ»

“Haddatsanaa Al Fadhl bin Abi Tholib Al Baghdadiy dan selainnya lebih dari satu orang mereka berkata, haddatsanaa Utsman bin Zufar ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin Ziyaad dari Muhammad bin ‘Ajlaan dari Abu Zubair dari Jaabir Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘seorang jenzah dibawa dihadapan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam agar disholati oleh Beliau, namun Beliau tidak mau mensholatinya’. Maka ditanyakan kepada Beliau : ‘wahai Rasullah, kami belum pernah melihat engkau tidak mau menyolati jenazah sebelumnya?’ Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam menjawab : “Sesungguhnya ia membenci Utsman, sehingga Allah pun membencinya”.

Langsung saja kita lihat sanadnya :

  1. Al Fadhl bin Abi Tholib, lahir pada tahun 182 H dan wafat pada tahun 252 H, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib”.
  2. Utsman bin Zufar, wafat pada tahun 218 H, dinilai shoduq oleh Al Hafidz.
  3. Muhammad bin Ziyaad, dikatakan pendusta oleh Imam Ahmad, Imam Ibnu Ma’in, Imam Abu Zur’ah, Imam Nasa’I, Imam Ibnu Hibban, Imam Zaujazaaniy dan Imam Daruquthni (Tahdzibain).
  4. Muhammad bin ‘Ajlaan, wafat pada tahun 148 H, perowi Muslim, seorang perowi Shoduq menurut Al Hafidz.
  5. Abu Zubair Muhammad bin Muslim, wafat pada tahun 126 H, Perowi Bukhori-Muslim, dinilai shoduq dan mudallis oleh Al Hafidz.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu). Sementara itu Imam Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan hadits ini :

«هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الوَجْهِ»، وَمُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ هَذَا هُوَ صَاحِبُ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ ضَعِيفٌ فِي الحَدِيثِ جِدًّا وَمُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ صَاحِبُ أَبِي هُرَيْرَةَ هُوَ بَصْرِيٌّ ثِقَةٌ وَيُكْنَى أَبَا الحَارِثِ، وَمُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ الأَلْهَانِيُّ صَاحِبُ أَبِي أُمَامَةَ ثِقَةٌ يُكْنَى أَبَا سُفْيَانَ شَامِيٌّ

“ini hadits ghorib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalan ini. Muhammad bin Ziyaad ini adalah temannya Maimun bin Mihroon lemah sekali dalam hadits. Sedangkan Muhammad bin Ziyaad, muridnya Abu Huroiroh adalah penduduk Bashroh, tsiqoh, kunyahnya adalah Abul Harits. Sedangkan Muhammad bin Ziyaad Al Haaniy muridnya Abu Umaamah Rodhiyallahu anhu itu tsiqoh kunyahnya Abu Sufyan penduduk Syam”.

Selain Imam Al Albani yang menilai palsu hadits ini adalah Imam Ibnul Jauzi dalam kitabnya “Al Maudhu’aat”.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: