HADITS PALSU DALAM SUNAN TIRMIDZI (HADITS KE-15)

November 5, 2013 at 3:14 am | Posted in Hadits | Leave a comment

15. Hadits no. 3928, Imam Tirmidzi berkata :

حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ العَبْدِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الأَسْوَدِ، عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ مُخَارِقِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ غَشَّ العَرَبَ لَمْ يَدْخُلْ فِي شَفَاعَتِي وَلَمْ تَنَلْهُ مَوَدَّتِي»

“Haddatsanaa Abdu bin Humaid ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin Bisyr Al ‘Abadiy ia berkata, haddatsanaa Abdullah bin Abdullah ibnul Aswad dari Hushoin bin Umar dari Mukhooriq bin Abdullah dari Thooriq bin Syihaab dari Utsman bin ‘Affaan ia berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “Barangsiapa yang menipu orang Arab, maka ia tidak akan mendapatkan syafaat dan kasih sayangku”.

Kita perhatikan para perowinya :

  1. Abdu bin Humaid, wafat pada tahun 249 H, penulis kitab Musnad, perowi Muslim, dinilai oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “At-Taqriib” : “tsiqoh Hafidz”.
  2. Muhammad bin Bisyr, wafat pada tahun 203 H, perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh hafidz oleh Ibnu Hajar.
  3. Abdullah bin Abdullah ibnul Aswad, dinilai shoduq oleh Al Hafidz.
  4. Khushoin bin Umar, dikatakan pendusta oleh Imam Ahmad, Imam Bukhori menilai mungkarul hadits. Imam Ibnu Hibban berkata : “روى الموضوعات عن الأثبات” (meriwayatkan hadits-hadits palsu dari perowi kuat). Penilaian positif diberikan oleh Imam Al’ijli yang menilainya sebagai perowi tsiqoh.
  5. Mukhooriq bin Abdullah, perowi Bukhori dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz.
  6. Thoriq bin Syihaab, Imam Abu Dawud mengatakan bahwa beliau melihat Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, namun tidak pernah mendengar langsung dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu). Sementara itu Imam Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan hadits ini :

هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ حُصَيْنِ بْنِ عُمَرَ الأَحْمَسِيِّ عَنْ مُخَارِقٍ»، «وَلَيْسَ حُصَيْنٌ عِنْدَ أَهْلِ الحَدِيثِ بِذَاكَ القَوِيِّ

“hadits ini ghorib kami tidak mengenalnya kecuali dari hadits Khushoin bin Umar Al Ahmasiy dari Mukhooriq, dan khushoin menurut ulama hadits tidak kuat”.

Kemudian dalam “Adh-Dhoifah” (no. 545), Imam Al Albani selain menilai palsunya hadits ini dari sisi sanad karena perowi Khushoin ini, beliau juga mengkritiknya dari segi matan (isi) haditsnya, kata beliau :

و حديثه هذا معارض لما صح عنه صلى الله عليه وسلم من قوله : ” شفاعتي لأهل الكبائر من أمتي

“Hadits ini bertentangan dengan hadits shahih dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bahwa Beliau bersabda : “syafaatku berlaku bagi umatku yang melakukan dosa besar (juga)”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: