HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-6)

November 10, 2013 at 3:32 am | Posted in Hadits | Leave a comment

6. Hadits no. 248, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ زُرَارَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْمُعَلَّى بْنُ هِلَالٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: دَخَلْنَا عَلَى الْحَسَنِ نَعُودُهُ حَتَّى مَلَأْنَا الْبَيْتَ، فَقَبَضَ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: دَخَلْنَا عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ نَعُودُهُ حَتَّى مَلَأْنَا الْبَيْتَ، فَقَبَضَ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى مَلَأْنَا الْبَيْتَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ لِجَنْبِهِ، فَلَمَّا رَآنَا قَبَضَ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّهُ سَيَأْتِيكُمْ أَقْوَامٌ مِنْ بَعْدِي يَطْلُبُونَ الْعِلْمَ، فَرَحِّبُوا بِهِمْ، وَحَيُّوهُمْ، وَعَلِّمُوهُمْ» ، قَالَ: «فَأَدْرَكْنَا وَاللَّهِ أَقْوَامًا مَا رَحَّبُوا بِنَا، وَلَا حَيَّوْنَا، وَلَا عَلَّمُونَا، إِلَّا بَعْدَ أَنْ كُنَّا نَذْهَبُ إِلَيْهِمْ فَيَجْفُونَا»

“Haddatsanaa Abdullah bin ‘Aamir bin Zurooroh ia berkata, haddatsanaa Al Mu’alla bin Hilaal dari Ismail ia berkata : ‘kami menjenguk Al Hasan (Al Bashri) hingga kami memenuhi rumahnya, maka Al Hasan memeluk kedua kakinya, lalu berkata : ‘kami mengunjungi ruman Abu Huroiroh Rodhiyallahu anhu, hingga kami memenuhi rumahnya, maka Abu Huroiroh memeluk kedua kakinya, lalu ia berkata’ : ‘kami berkunjung ke rumah Rasulullah  Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, beliau sedang berbaring miring, hingga kami memenuhi rumahnya, lalu Nabi bersabda : “Sesungguhnya akan datang suatu kaum setelahku yang menuntut ilmu, mereka sangat berantusias, menghidupkan ilmu dan mengajarkannya”. Ia (Al hasan) berkata : ‘kami mendapati demi Allah suatu kaum yang tidak antusias bersama kami menuntut ilmu, tidak menghidupkannya dan tidak mengajarkannya, kecuali setelah kami pergi mengajari mereka, maka mereka kering dalam mempelejari ilmu”.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Ibnu Zurooroh, wafat sekitar tahun 237 H, perowi Muslim, dinilai shoduq oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib”.
  2. Mu’alaa, Imam Ahmad berkata : “متروك الحديث ، حديثه موضوع كذب” (Matruk haditsnya, haditsnya palsu, pendusta). Imam Ibnu Ma’in berkata : “هو من المعروفين بالكذب ، و وضع الحديث” (ia terkenal sebagai pendusta dan pemalsu hadits). Imam Sufyan berkata : “إن هذا من أكذب الناس” (orang ini sedusta-dustanya manusia). Imam Nasa’I berkata : ‘pendusta’, hal ini juga dikatakan oleh Imam Zaujazaaniy dan Imam Al’ijli. Imam Daruquthni berkata : “كان يضع الحديث” (ia memalsu hadits). Imam Ibnu Hibban berkata : “كان يروى الموضوعات عن قوم أثبات ، لا تحل الرواية عنه بحال” (ia meriwayatkan hadits-hadits palsu dari para ulama tsabat, tidak hal meriwayatkan darinya dalam kondisi apapun). (tahdzibain).
  3. Ismail, dinilai oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib” : “فقيه ضعيف الحديث” (ahli fiqih, lemah haditsnya).
  4. Al Hasan disini adalah Hasan Bashri seorang ulama Tabi’in yang masyhur.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Al Albani dalam “Silsilah Ahaadits Adh-Dhoifah” (no. 3349) berkata :

قلت: وهذا إسناد موضوع؛ آفته المعلى بن هلال كذبه أحمد وابن معين وغيرهما ونسبه إلى وضع الحديث غير واحد.

وإسماعيل – وهو ابن مسلم المكي – ضعيف.

“sanad ini palsu, kesalahan ada pada Al Mu’alaa bin Hilaal dikatakan pendusta oleh Ahmad, Ibnu Ma’in dan selainnya dan telah menisbahkannya sebagai pemalsu hadits oleh lebih dari satu ulama. Adapun Ismail bin Muslim Al Makkiy adalah perowi dhoif”.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: