HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-7)

November 10, 2013 at 3:39 am | Posted in Hadits | Leave a comment

7. Hadits no. 424, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى الْحِمْصِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَتَوَضَّأُ، فَقَالَ: «لَا تُسْرِفْ، لَا تُسْرِفْ»

 “Haddatsanaa Muhammad ibnul Mushoffaa Al Himshiy ia berkata, haddatsanaa Baqiyyah dari Muhammad ibnul Fadhl dari Bapaknya dari Saalim dari Ibnu Umar Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam melihat seorang berwudhu, maka Beliau berkata : “Jangan berlebihan, jangan berlebihan””.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Muhammad bin Mushoffaa, wafat sekitar tahun 246 H, dinilai oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib” : “صدوق له أوهام و كان يدلس” (shoduq memiliki kelemahan, ia mudallis).
  2. Baqiyyah ibnul Waliid, lahir pada tahun 110 H dan wafat pada tahun 197 H, perowi Muslim, dinilai oleh Al Hafidz : “صدوق كثير التدليس عن الضعفاء” (jujur banyak melakukan tadlis dari para perowi lemah).
  3. Muhammad ibnul Fadhl, wafat tahun 180 H. Imam Ahmad berkata : “ليس بشىء ، حديثه حديث أهل الكذب” (tidak ada apa-apanya, haditsnya adalah hadits perowi pendusta).  Dikatakan pendusta juga oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam ‘Amr bin Ali, Imam Nasa’I dan Imam Ibnu Abi Syaibah. Imam Bukhori berkata : “سكتوا عنه” (mereka mendiamkannya). (Tahdzibain)
  4. Bapaknya Al Fadhl bin ‘Athiyyah,  dinilai oleh Al Hafidz : “صدوق ربما وهم” (jujur terkadang lemah).
  5. Saalim bin Abdullah bin Umar, salah satu ahli fikih yang 7, Imam ahlus sunnah yang masyhur.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Al Albani dalam “Silsilah Ahaadits Adh-Dhoifah” (no. 4782) berkata :

قلت: وهذا موضوع؛ آفته محمد بن الفضل – وهو ابن عطية – كذاب. وأبوه ضعيف. وبقية مدلس؛ وقد عنعنه.

وقال البوصيري في “الزوائد” (32/ 2) : “هذا إسناد ضعيف؛ الفضل بن عطية ضعيف. وابنه كذاب. وبقية مدلس”.

وروى ابن ماجه، وأحمد أيضاً (2/ 221) من طريق ابن لهيعة عن حيي بن عبد الله المعافري عن أبي عبد الرحمن الحبلي عن عبد الله بن عمرو: أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – مر بسعد وهو يتوضأ، فقال: “ما هذا السرف؟! “. فقال: أفي الوضوء إسراف؟! قال:

“نعم؛ وإن كنت في نهر جار”.

قلت: وهذا إسناد ضعيف؛ لسوء حفظ ابن لهيعة: ونحوه حيي بن عبد الله المعافري؛ قال الحافظ في “التقريب”: “صدوق يهم”. وبهما أعله البوصيري في “الزوائد” أيضاً. ثم تبين لي ضعف هذا الإعلال، وأن الحديث حسن الإسناد، وفي تحقيق أودعته في الكتاب الآخر: “الصحيحة”، المجلد السابع منه رقم (3292) .

 “sanad ini palsu, kesalahan ada pada Muhammad ibnul Fadhl ibnu ‘Athiyyah ia pendusta, bapaknya dhoif. Baqiyyah mudallis dan ia telah meriwayatkan dengan ‘an’anah.

Al Bushiriy meriwayatkan dalam “Az-Zawaid” (2/32) : ‘ini sanadnya lemah, Al Fadhl bin ‘Athiyyah dhoif, anaknya pendusta dan Baqiyyah mudallis.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad (2/221) dari jalan Ibnu Luhaiyah dari Hayya bin Abdullah Al Mu’aafiriy dari Abi Abdir Rokhman Al Hubuliy dari Abdullah bin ‘Amr bahwa Rasulullah melewati Sa’ad yang sedang berwudhu, lalu berkata : ‘apa ini, pemborosan?’, maka Sa’ad menanggapi : ‘apakah dalam wudhu juga ada pemborosan?’, Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “iya, sekalipun engkau berada di sungai yang mengalir”.

Sanad ini lemah, karena kelemahan hapalan Ibnu Luhaiyah dan Hayya bin Abdullah Al Mu’aafiriy, Al Hafidz dalam “At-Taqriib” berkata : ‘jujur, keliru’. Inilah kedua alasan yang dijadikan Al Bushiriy dalam “Az-Zawaid” melemahkan hadits ini juga. Kemudian jelas bagiku lemahnya alasan ini dan hadits ini Hasan sanadnya. Tahqiqnya ada dalam kitab “As-Shohihah” (no. 3292)“.

Hadits dengan lafadz : “iya, sekalipun engkau berada di sungai yang mengalir”. Telah dilemahkan oleh Imam Bushiriy, sebagaimana yang dinukil oleh Imam Al Albani dan sebelumnya juga telah dikatakan sanadnya dhoif oleh Al Hafidz dalam “Talkhisul Khobiir”, kemudian hal ini diikuti oleh Syaikh Syu’aib Arnauth dalam mentakhrij Musnad Ahmad yang menilainya sebagai hadits dhoif. Alasan lemahnya hadits tersebut, kata mereka adalah karena lemahnya perowinya yaitu Ibnu Luhaiyyah dan Hayya bin Abdullah.

Setelah saya merujuk kepada “Ash-Shohihah” (no. 3292) sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Al Albani, maka saya mendapati 2 point penting, alasan Imam Al Albani menghasankan hadist ini, yaitu :

  1. Berkaitan dengan kelemahan 2 orang perowinya, Maka Imam Al Albani berkata :

قلت: وهذا إسناد حسن؛ حيي بن عبد الله مختلف فيه، وهو عندي أنه وسط حسن الحديث، وقد حسّن له الترمذي، وصحح له ابن حبان والحاكم والذهبي وغيرهم

“ini sanadnya Hasan, Hayya bin Abdullah dipersilisihkan statusnya, menurutku beliau pertengahan, hasan haditsnya. Beliau telah dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al Hakim, Adz-Dzahabi dan selainnya”.

Kemudian Imam Al Albani menukil perkataan Imam Ibnu ‘Adiy, kata beliau :

وأرجو أنه لا بأس به إذا روى عنه ثقة

“aku berharap ia tidak mengapa jika meriwayatkan darinya perowi tsiqoh”.

Adapun berkaitan dengan Ibnu Luhaiyah, maka ia sendiri adalah perowi shoduq yang berubah hapalannya setelah kitab-kitabnya kebakaran. Yang masyhur adalah jika yang meriwayatkan darinya “Al Abadilah” yakni sebutan untuk orang yang bernama Abdullah, yaitu Abdullah ibnul Mubarok dan Abdullah bin Wahhaab, maka haditsnya dapat diterima karena mereka meriwayatkan dari Ibnu Juraij sebelum kitabnya terbakar. Kemudian Imam Al Albani menyebutkan bahwa Qutaibah bin Sa’id yakni yang meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Luhaiyah dapat disamakan statusnya seperti Abadilah, Imam Al Albani berkata dalam “Ash-Shohihah” (no. 2843) :

ويمكن أن يلحق بالعبادلة قتيبة بن سعيد، فقد رواه عن ابن لهيعة كما رأيت، وذلك لما ذكره الذهبي في ترجمة قتيبة من سير أعلام النبلاء ” (8 / 15) من رواية جعفر الفريابي: سمعت بعض أصحابنا يذكر أنه سمع قتيبة يقول: قال لي أحمد ابن حنبل: أحاديثك عن ابن لهيعة صحاح.

فقلت: لأننا كنا نكتب من كتاب ابن وهب، ثم نسمعه من ابن لهيعة “. قلت: ولا يناقض هذا ما رواه الأثرم عن أحمد – كما في ” التهذيب ” – أنه ذكر قتيبة فأثنى عليه، وقال: هو آخر من سمع من ابن لهيعة “. قلت: وذلك لأنه كان يعتمد على كتاب ابن وهب، وليس على ما يسمعه من ابن لهيعة. والله أعلم.

“dimungkinkan untuk mengikutkan Qutaibah bin Said kepada Abadilah, dan ia telah meriwayatkan dari Ibnu Luhaiyyah sebagaimana yang anda lihat. Karena ketika Adz-Dzahabi menyebutkan biografi Qutaibah dalam “Siyar A’laamin Nubalaa’” (8/15) dari riwayatnya Ja’far Al Firyaabiy ia berkata : ‘aku mendengar sebagian sahabat kami menyebutkan bahwa mereka mendengar Qutaibah berkata : ‘Ahmad bin Hanbal berkata kepadaku, hadits-hadits engkau dari Ibnu Luhaiyyah shahih? Aku berkata : ‘karena kami menulisnya dari kitabnya Abdullah bin Wahhaab (salah satu Abadilah-pent.), lalu aku mendengarnya langsung dari Ibnu Luhaiyyah’.

Aku (Al Albani) berkata : ‘hal ini tidak bertentangan dengan apa yang diriwayatkan Al Atsram dari Ahmad-sebagaimana dalam “At-Tahdziib” : ‘bahwa Imam Ahmad menyebut Qutaibah, maka ia memujinya, lalu berkata : ‘ia orang yang akhir-akhir mendengar dari Ibnu Luhaiyyah’.

Aku berkata : ‘hal ini tidak kontradiksi, karena Qutaibah berpegangan kepada kitabnya Ibnu Wahhaab bukan dari pendengarannya dari Ibnu Luhaiyyah. Wallahu A’lam’”.

2. Berikutnya Imam Al Albani mengatakan hadits ini memiliki penguat dari atsar Maqtu’ :

وهناك أثر ذكره البيهقي (1/197) عن هلال بن يساف قال: “كان يقال: في كل شيء إسراف، حتى الطهور؛ وإن كان على شاطىء النهر”. وهلال هذا ثقة تابعي، فكأنه يشير إلى هذا الحديث، وإلى أنه كان مشهوراً بين السلف، والله أعلم.

“disana ada atsar yang disebutkan oleh Al Baihaqiy (1/197) dari Hilaal bin Yasaaf ia berkata : ‘dikatakan para salaf : ‘segala sesuatu berpotensi terjadi pemborosan, hingga dalam hal bersuci, sekalipun berada di tengah laut’. Hilaal ini Tabi’I tsiqoh, seolah-olah ia berisyarat terhadap hadits ini dan bahwa perkara ini telah masyhur dikalangan salaf. Wallahu A’lam”.

 

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: