HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-13)

November 16, 2013 at 6:42 am | Posted in Hadits | Leave a comment

13. Hadits no. 1373, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ الْوَلِيدِ الْمَدِينِيُّ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَلَّى، بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، عِشْرِينَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

 “Haddatsanaa Ahmad bin Munii’ ia berkata, haddatsanaa Ya’quub ibnul Waliid Al Madiiniy, dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah Rodhiyallahu anhaa ia berkata : ‘Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “Barangsiapa yang sholat diantara Magrib dan Isya, sebanyak 20 rakaat, Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga”.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Ahmad bin Munii’, lahir 160 H dan wafat tahun 244 H, Perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh tsabat oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib”.
  2. Yaqub, Imam Ahmad berkata : “كان من الكذابين ، و كان يضع الحديث” (ia termasuk pendusta dan ia memalsukan hadits). Imam Abu Hatim berkata : “ضعيف الحديث ، منكر الحديث ، كان يكذب” (lemah haditsnya, mungkar hadistnya da ia pendusta). Imam Ibnu Ma’in juga mendustakannya sebagaimana dinukil oleh Ghoilan. Imam Ibnu Hibban berkata : “يضع الحديث على الثقات ، لا يحل كتب حديثه إلا على التعجب” (ia memalsukan hadits atas para perowi tsiqoh, tidak halal menulis haditsnya kecuali untuk rasa takjub saja). (Tahdzibain).
  3. Hisyam bin Urwah dan Bapaknya, keduanya perowi Bukhori-Muslim yang tsiqoh.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Al Albani dalam “Adh-Dhoifah” (no. 467) mengatakan :

قال البوصيري : في ” الزوائد ” ( ق 85 / 1 ) : في إسناده يعقوب بن الوليد اتفقوا على ضعفه ، و قال فيه الإمام أحمد : من الكذابين الكبار ، و كان يضع الحديث . قلت : و قد كذبه أيضا ابن معين و أبو حاتم ، و مع هذا فقد أورد حديثه هذا السيوطي في ” الجامع الصغير ” .

و اعلم أن كل ما جاء من الأحاديث في الحض على ركعات معينة بين المغرب و العشاء لا يصح و بعضه أشد ضعفا من بعض ، و إنما صحت الصلاة في هذا الوقت من فعله صلى الله عليه وسلم دون تعيين عدد ، و أما من قوله صلى الله عليه وسلم فكل ما روي عنه واه لا يجوز العمل به ، و من هذا القبيل :

 “Al Bushiri berkata dalam “Az-Zawaid” (1/85q) : ‘dalam sanadnya ada Ya’qub ibnul Waliid yang telah disepakati atas kedhoifannya, Imam Ahmad berkata tentangnya : ‘termasuk pendusta besar, ia memalsukan hadits’. Aku (Al Albani) berkata : ‘telah didustakan juga oleh Ibnu Ma’in dan Abu Hatim. Dalam kondisi hadits seperti ini, Suyuthi menulisnya dalam “Al Jaami’us Shoghiir”.

Ketahuilah bahwa semua hadits yang berkaitan dengan dorongan untuk sholat dengan rakaat tertentu antara Magrib dan Insya tidak ada yang shahih, sebagiannya lebih parah dhoifnya, sekalipun telah shahih bahwa sholat pada waktu ini adalah sesuatu yang dikerjakan oleh Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, namun tanpa menentukan jumlah rakaatnya. Adapun yang berupa sabda Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, maka seluruh riwayat tersebut lemah, tidak boleh beramal dengannya. ”.

Kemudian dalam halaman berikutnya masih di kitab yang sama, Imam Al Albani mencontohkan hadits-hadits tersebut, yaitu :

1. Dari Ibnu Umar Rodhiyallahu anhu secara marfu, Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

من صلى ست ركعات بعد المغرب قبل أن يتكلم غفر له بها ذنوب خمسين سنة

“Barangsiapa yang sholat 6 rakaat setelah maghrib,sebelum ia bercakap-cakap, akan diampuni dosanya selama 50 tahun”.

Imam Al Albani mengatakan hadits ini “Dhoif Jiddan” (sangat lemah) diriwayatkan oleh Ibnu Nash dalam “Qiyamul Lail” (h. 33).

2. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu anhu secara marfu, Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

من صلى بعد المغرب ست ركعات لم يتكلم فيما بينهن بسوء عدلن له بعبادة ثنتي عشرة سنة

“Barangsiapa yang sholat 6 rakaat setelah maghrib, ia tidak bercakap-cakap diantaranya dengan kejelekan, akan mendapatkan pahala laksana beribadah selama 12 tahun”.

Imam Al Albani mengatakan hadits ini “Dhoif Jiddan” (sangat lemah) diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah dan selainnya.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: