HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-15)

November 16, 2013 at 2:20 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

15. Hadits no. 1437, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَسْلَمَةُ بْنُ عُلَيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَعُودُ مَرِيضًا إِلَّا بَعْدَ ثَلَاثٍ»

 “Haddatsanaa Hisyam bin ‘Ammaar ia berkata, haddatsanaa Maslamah bin Ali ia berkata, haddatsanaa Ibnu Juraij dari Humaid Ath-Thowiil dari Anas bin Malik Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘adalah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam tidak menjenguk orang sakit, kecuali setelah lewat tiga hari”.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Hisyaam, lahir tahun 152 H dan wafat tahun 245 H, Perowi Bukhori, dinilai Al Hafidz Imam Adz-Dzahabi.
  2. Maslamah, wafat sebelum tahun 190 H, Imam Al Hakim berkata : “روى عن الأوزاعى و الزبيدى المناكير و الموضوعات” (meriwayatkan dari Al Auza’I dan Az-Zubaidi hadits-hadits mungkar dan palsu). Sedangkan ulama lainnya menilainya matrukul hadits. (Tahdzibain).
  3. Ibnu Juraij, perowi tsiqoh yang mudallis.
  4. Humaid, wafat tahun 142 atau 143 H, perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh mudallis oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “At-Taqriib”.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Al Albani dalam “Adh-Dhoifah” (no. 145) mengatakan :

قلت : ابن جريج مدلس و قد عنعنه ، و هو إنما يدلس عن الضعفاء ! و مسلمة متهم كما سبق بيانه في الحديث ( 141 ) و هو آفة هذا الحديث فقال ابن أبي حاتم في ” العلل ” ( 2 / 315 ) : سألت أبي عن هذا الحديث فقال : هذا حديث باطل موضوع ، قلت : ممن هو ؟ قال : مسلمة ضعيف ، و أقره الذهبي في ” الميزان ” و مع ذلك فقد سود به السيوطي ” جامعه ” .

 “Ibnu Juraij seorang mudallis dan ia meriwayatkan dengan ‘an’anah, ia biasanya memudaliskan dari para perowi lemah. Adapun Maslamah adalah perowi yang tertuduh, sebagaimana penjelasannya pada no. 141 dan dialah sumber kesalahan hadits ini. Ibnu Abi Hatim dalam “Al’Ilaal” (2/315) berkata : ‘aku bertanya kepada bapakku tentang hadits ini?’ jawab beliau : ‘ini hadits batil palsu’, aku bertanya lagi : ‘dari siapa?’, beliau menjawab : ‘Maslamah dhoif’. Dan hal ini disetujui oleh Adz-Dzahabi dalam “Al Miizaan”. Bersamaan hal ini Suyuthi menuliskan hadits ini dalam “Jamius shoghir’”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: