HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-19)

November 16, 2013 at 6:16 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

19. Hadits no. 1777, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ أَبُو بَكْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْهَيَّاجُ الْخُرَاسَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَنْبَسَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ الْخَالِقِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُعْتَكِفُ يَتْبَعُ الْجِنَازَةَ، وَيَعُودُ الْمَرِيضَ»

 “Haddatsanaa Ahmad bin Manshuur Abu Bakr ia berkata, haddatsanaa Yunus bin Muhammad ia berkata, haddatsanaa Al Hayyaaj Al Khurosaaniy ia berkata, haddatsanaa ‘Anbasah bin Abdur Rokhman dari Abdul Kholliq dari Anas bin Malik Rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “orang yang beri’tikaf (boleh) mengantar jenazah dan menengok orang yang sakit”.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Ahmad bin Manshuur, lahir tahun 185 H dan wafat tahun 265 H, dinilai oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib” : “ثقة حافظ طعن فيه أبو داود لمذهبه فى الوقف فى القرآن” (tsiqoh, hafidz, Abu Dawud mengkritiknya karena madzhabnya yang tawaquf terhadap Al Qur’an).
  2. Yunus bin Muhammad, wafat pada tahun 207 H, perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh tsabat oleh Al Hafidz.
  3. Hayyaaj bin Basthoom, wafat tahun 177 H, dinilai oleh Al Hafidz : “ضعيف روى عنه ابنه خالد منكرات شديدة” (lemah, meriwayatkan darinya anaknya Khoolid, hadits-hadits yang sangat mungkar).
  4. ‘Anbasah, Al Hafidz berkata : “متروك رماه أبو حاتم بالوضع” (matruk, Abu Hatim menuduhnya sebagai pemalsu hadits).
  5. Abdul Khooliq, dikatakan majhul oleh Al Hafidz.

Imam Al Albani dalam tahqiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Bushiri dalam “Az-Zawaaid” berkata :

هَذَا إِسْنَاد فِيهِ عبد الْخَالِق وعنبسة والهياج وهم ضعفاء وَقد روى الْأَئِمَّة السِّتَّة مَا يُخَالِفهُ من حَدِيث عَائِشَة مَرْفُوعا كَانَ لَا يدْخل الْبَيْت إِلَّا لحَاجَة إِذا كَانُوا معتكفين

“sanad ini didalamnya ada Abdul Khooliq, ‘Anbasah dan Al Hayyaaj, mereka adalah para perowi lemah. Para Aimah ahlus sunnah telah meriwayatkan hadits yang menyelisihi hal ini dari hadits Aisyah Rodhiyallahu anha secara marfu’ bahwa orang yang beri’tikaf tidak boleh masuk rumah, kecuali karena ada kepentingan, jika mereka sedang beri’tikaf”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: