HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-25)

November 19, 2013 at 11:34 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

25. Hadits no. 2514, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ ظَبْيَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُدَبَّرُ مِنَ الثُّلُثِ» قَالَ ابْنُ مَاجَةَ: سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي شَيْبَةَ، يَقُولُ: هَذَا خَطَأٌ. يَعْنِي حَدِيثَ «الْمُدَبَّرُ مِنَ الثُّلُثِ» قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: «لَيْسَ لَهُ أَصْلٌ»

 “Haddatsanaa Utsman bin Abi Syaibah ia berkata, haddatsanaa Ali bin Dhobyaan dari Ubaidillah dari Naafi’ dari Ibnu Umar Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “Al Mudabbar (budak yang dijanjikan akan dimerdekakan jika tuannya mati) diambil dari sepertiganya”.

Ibnu Majah berkata : ‘aku mendengar Utsman bin Abi Syaibah berkata : ‘ini keliru –yaitu hadits Al Mudabbar diambil dari sepertiganya’’, Abu Abdillah berkata : ‘tidak ada asalnya’”.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Utsman, lahir 156 H dan wafat pada tahun 239 H, perowi Bukhori-Muslim, Al Hafidz berkata dalam “At-Taqriib” : “ثقة حافظ شهير ، و له أوهام” (tsiqoh, hafidz yang masyhur, ia memiliki kekeliruan).
  2. Ibnu Dhobyaan, wafat tahun 292 H, Al Hafidz berkata : “ضعيف” (lemah).
  3. Ubaidillah bin Umar, wafat tahun 140-an, perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh tsabat oleh Al Hafidz.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Al Albani dalam “Adh-Dhoifah” (no. 164) berkata :

قلت: يعني مرفوعا وقال العقيلي: لا يعرف إلا به، يعني علي بن ظبيان، قال ابن معين: ليس بشيء، وقال البخاري: منكر الحديث، وقال ابن أبي حاتم في ” العلل ” (2 / 432) : سئل أبو زرعة عن حديث رواه علي بن ظبيان عن عبيد الله قلت: فذكره، فقال أبو زرعة: هذا حديث باطل وامتنع من قراءته، ثم أشار ابن أبي حاتم إلى أنه من قول ابن عمر موقوفا عليه ولهذا قال ابن الملقن في ” الخلاصة ” (179 / 1) : وأطبق الحفاظ على أن الصحيح رواية الوقف. ورواه أبو داود في ” المراسيل ” (351) عن أبي قلابة مرسلا، ومع إرساله فيه عمر بن هشام القبطي، مجهول. ومنه يتبين خطأ السيوطي في إيراده الحديث في ” الجامع ” بلفظيه!

“hadits yang marfu ini, kata Uqoiliy : ‘tidak diketahui kecuali dengan jalan ini, yaitu Ali bin Dhobyaan’. Ibnu Ma’in berkata : ‘tidak ada apa-apanya’. Bukhori berkata : ‘mungkarul hadits’. Ibnu Abi Hatim berkata dalam Al Illal (2/432) : ‘Abu Zur’ah ditanya tentang hadits yang diriwayatkan Ali bin Dhobyaan dari Ubaidillah –yakni hadits ini-, maka beliau menjawab : ‘ini hadits batil, terlarang untuk membacanya’, lalu Ibnu Abi Hatim mengisyaratkan bahwa ini adalah ucapan Ibnu Umar secara mauquf, oleh karenanya Ibnul Mulaqon dalam “Al Khulashoh” (1/179) berkata : ‘para Hufadz menetapkan bahwa yang shahih adalah riwayat mauquf’. Abu Dawud meriwayatkan dalam “Al Maroosiil” (351) dari Abi Qilaabah secara mursal, selain mursal ada Ali bin Hisyaam Al Qibthiy majhul’. Dari sinilah jelaslah kekeliruan Suyuthi yang menulis hadits ini dalam Jamius Shoghiir dengan lafadnya’”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: