Bocah Berumur Sebelas Tahun Menyanggah Pernyataan Gurunya

November 23, 2013 at 2:24 am | Posted in Siroh | Leave a comment

Bocah Berumur Sebelas Tahun Menyanggah Pernyataan Gurunya

 

Abu Ja’far Al Warraq bercerita bahwa dia bertanya kepada Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhory, “ Bagaimana usaha pertama Anda dalam mencari hadits ? “

Abu Abdillah menjawab, “ Aku terinspirasi untuk mengahfal hadits saat berada dalam komunitas para penulis hadits.”

“ Saat itu Anda berusia berapa tahun?” Tanya Abu Ja’far Al Warraq.

Abu Abdillah menjawab,” Sepuluh tahun atau kurang sedikit. Lalu aku keluar dari lingkungan tersebut dan mulai memperselisihkan pendapat Imam Ad Dakhili dan imam lainnya. Dan suatu hari, ketika Ad Dakhili membacakan riwayat hadits kepada orang-orang, dia menyebutkan bahwa  Sufyan menceritakan riwayat hadits dari Abu Zubair dari Ibrahim. Maka aku pun menyanggahnya, “ Wahai Abu Fulan, sesungguhnya Abu Zubair tidak meriwayatkan dari Ibrahim.”

Lalu dia menghardikku dan aku berkata lagi kepadanya,” Rujuklah kepada kitab aslinya jika kamu memang memilikinya.”

Setelah itu Ad Dakhili memasuki rumahnya dan memperhatikan dengan seksama kitab miliknya, kemudian keluar dan berkata kepadaku,” Lalu bagaimana riwayat hadits itu, wahai anak muda?”

Akupun menjawab,” Zubair bin ‘Ady menceritakan riwayat hadits itu dari Ibrahim.”

Kemudian Ad Dakhili mengambil pena dariku dan meletakkan kitabnya, lalu dia berkata,” Kamu benar.”

 

Beberapa teman Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhory bertanya kepadanya,” Umur berapa saat engkau menyanggah gurumu itu?”

Dia menjawab,” Umur sebelas tahun.”

Subhaanallah……

 

( Tarikh Baghdad, Tarikh Dimasyq, Tahdzib Al Kamal, As Siyar, An Nukat, Muqoddimah Fathul Bari, Ta’liq At Ta’liq )

 

Malhuudzoh :

  1. Ketelitian Imam Bukhory adalah ciri khas para ulama ahli hadits. Mereka adalah golongan yang sangat memperhatikan detail-detail perkataan-kelak akan datang contoh lainnya, Insya Allah-. Betapa cepatnya mereka mengetahui lahn (kesalahan) dalam matan ataupun sanad suatu hadits. Subhaanallah….
  2. Hafalan Imam Bukhory sudah sangat banyak dikala usia beliau masih sangat belia. Sebagai karunia dan rahmat Allah bagi beliau, yang tidak semua orang mendapatkannya.
  3. Keberanian beliau untuk menyanggah gurunya jika gurunya salah, ini sebagai bukti bahwa beliau sangat serius mengikuti pelajaran gurunya.
  4. Semangat para remaja zaman dahulu dalam menuntut ilmu dan bergaul dengan kalangan ulama yang lebih senior. Berbeda jauh dari generasi muda sekarang yang sibuk dengan permainan, olah raga, bersenang-senang dan larut dalam kebodohan dan kelalaian. Allahu musta’aan.
  5. Tunduknya seorang yang alim ( Imam Ad Dakhili ) kepada kebenaran walaupun yang menyampaikan muridnya sendiri yang masih kecil dan dihadapan orang banyak. Ini menunjukkan para ahli hadits tidak malu untuk mengkoreksi pendapatnya jika salah, apapun resikonya termasuk jatuhnya wibawa didepan murid-muridnya. Namun kebanaran lebih layak untuk dibela dan diikuti…inilah kebesaran dan kemuliaan jiwa.

 

(ditulis oleh Imam Mu’thi via email dengan sedikit editan)

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: