SHAHIH TAFSIR AL FATIHAH

November 24, 2013 at 2:55 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AL FATIHAH

 

Ada beberapa riwayat yang shahih dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam yang mana beliau menerangkan atau menyinggung penjelasan ayat-ayat dalam surat Al Fatihah. Kami bermaksud mengumpulkan riwayat-riwayat tersebut yang langsung disandarkan kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam dan tentu saja kami memilih riwayat-riwayat yang valid (shahih) dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam sesuai dengan kaedah-kaedah ilmu mustholah hadits dan penilaian para ulama hadits terhadap status hadits tersebut.

Dalam penyusunan tulisan ini, kami akan mengambil 2 kitab tafsir sebagai pegangan, yaitu tafsir Thobari dan tafsir Ibnu Abi Hatim, karena kedua kitab tafsir ini menyebutkan sanadnya sampai kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, sehingga dapat dilakukan pelacakan terhadap kedudukan sanadnya.

Tafsir : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Imam Thobari (1/137) berkata :

حدثني علي بن الحسن الخرّاز، قال: حدثنا مسلم بن عبد الرحمن الجَرْمي، قال: حدثنا محمد بن مصعب القُرْقُساني، عن مُبارك بن فَضالة، عن الحسن، عن الأسود بن سريع: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ليس شيءٌ أحبَّ إليه الحمد، من الله تعالى، ولذلك أثنى على نَفسه فقال: “الحمد لله”

“ Haddatsanii Ali ibnul Hasan Al Khorrooz ia berkata, haddatsanaa Muslim bin Abdur Rokhman Al Jarmiy ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin Mush’ab Al Qurqusaaniy dari Mubaroh bin Fadhoolah dari Al Hasan dari Al Aswad bin Surai’ Rodhiyallahu anhu, bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “tidak ada sesuatu yang dicintai Allah, selain Al Hamdu (pujian), oleh karena itu Dia memuji dirinya sendiri dengan berfirman : “Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)”.

Status hadits :

Hadits ini dikatakan sanadnya shahih oleh Syaikh Ahmad Syaakir dalam tahqiqnya terhadap tafsir Thobari. Menurut penilaian beliau semua perowinya tsiqoh. Al Hasan disini adalah Imam Hasan Al Bashri dan beliau mendengar sahabat Al Aswad Rodhiyallahu anhu. Lalu beliau menjelaskan bahwa Imam Ahmad dalam “Al Musnad”  meriwayatkan hadits yang semakna dengan dari Al Aswad Rodhiyallahu anhu juga secara marfu dengan lafadz :

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَلَا أُنْشِدُكَ مَحَامِدَ حَمِدْتُ بِهَا رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى ؟ قَالَ: ” أَمَا إِنَّ رَبَّكَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ الْحَمْدَ “

“aku (Al Aswad) berkata : ‘wahai Rasulullah, bolehkan aku mendendangkan pujian, yang mana aku memuji Rabbku Tabaaroka wa Ta’alaa? Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam menjawab : “boleh, sesungguhnya Rabbmu Azza wa Jalla menyukai pujian”.

Syaikh Syu’ab Arnauth mendoifkan hadits ini dengan alasan bahwa Al Hasan Al Bashri tidak mendengar dari Al Aswad Rodhiyallahu anhu, terlebih lagi Al Hasan Al Bashri adalah perowi mudallis dan disini ia meriwayatkan dengan ‘an’anah. Namun sebagaimana telah dinukil sebelumnya bahwa Syaikh Ahmad Syaakir menegaskan bahwa Al Hasan mendengar Al Aswad, selain Syaikh Ahmad Syaakir, Imam Al Albani juga menjelaskan bahwa Al Hasan mendengar dari Al Aswad Rodhiyallahu anhu. Dalam “As-Shohihah (no. 3179)” , Al Albani menjelaskan alasan mendengarnya Hasan Al Bashri dari Al Aswad Rodhiyallahu anhu, yakni Al Aswad meninggal pada waktu perang Jamal pada  tahun 36 H, sedangkan Hasan Al Bashri lahir pada tahun 22 H, sehingga ada kemungkinan bahwa beliau pernah bertemu dengannya. Kemudian Imam Al Albani menemukan dalam Sunan Nasa’I Kubro (5/861 & 6/183) adanya kejelasan periwayatan Al Hasan dari Al Aswad Rodhiyallahu anhu. Imam Al Albani menghasankan hadits ini dalam tahqiqnya terhadap “Adabul Mufrod” karya Imam Bukhori.

 

Tafsir : اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Imam Thobari (1/176) berkata :

حدثنا المثنى، قال: حدثنا أبو صالح، قال: حدثني معاوية بن صالح، أنّ عبد الرحمن بن جُبير، حدّثه عن أبيه، عن نَوَّاس بن سمعان الأنصاري، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ضرب الله مثلا صراطًا مستقيمًا “. والصِّراط: الإسلامُ.

“Haddatsanaa Al Mutsanaa ia berkata, haddatsanaa Abu Shoolih ia berkata,  haddatsanii Mu’awiyyah bin Shoolih bahwa Abdur Rokhman bin Jubair meriwayatkan dari Bapaknya dari Nawwaas bin Sam’aan Al Anshoriy Rodhiyallahu anhu dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam beliau bersabda : “Allah mengumpamakan jalan yang lurus…. Jalan yang lurus adalah islam”.

Status hadits :

Syaikh Ahmad Syaakir menilai semua perowinya tsiqoh. Hadits ini adalah hadits panjang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam “Al Musnad” (no. ) dan selainnya. Pentahqiqnya Syaikh Syu’aib Arnauth berkata :

حديث صحيح، وهذا إسناد حسن من أجل الحسن بن سوار، وباقي رجال الإسناد ثقات رجال الصحيح

“Haditsnya shahih, sanad ini hasan karena Al Hasan bin Suwaar, sedangkan sisa perowinya tsiqoh para perowi hadits shahih”.

 

Tafsir : صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ ” : الْيَهُودُ، وَلا الضَّالِّينَ: النَّصَارَى”

“yang dimurkai adalah yahudi dan yang sesat adalah Nashroni”.

 

Status Hadits :

Imam Al Albani dalam “Ash-Shohihah” (no. 3263) telah mentakhrij hadits ini, berikut kesimpulannya : hadits ini diriwayatkan dari 2 orang sahabat yang satu namanya tidak disebutkan dan satunya lagi dari Abu Dzar Rodhiyallahu anhu dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam secara marfu. Jalan pertama berasal dari Adiy bin Hatim Ath-Tho’I dari orang yang mendengar dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam. Haditsnya diriwayatkan dari 3 jalur yaitu :

  1. Dari Samak bin Harb ia berkata, aku mendengar ‘Abbaad bin Hubaisy meriwayatkan dari ‘Adiy bin Hatim dst. Haditsnya dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ath-Thobari, Ibnu Abi Hatim dan Ahmad. Imam Tirmidzi mengomentari hadits ini :

حديث حسن غريب، لا نعرفه إلا من حديث سماك بن حرب

“hadits hasan ghorib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari haditsnya Samak bin Harb”.

Imam Al Albani mengomentari bahwa hadits ini memiliki cacat yaitu majhulnya ‘Abbaad, ia dimajhulkan oleh Yahya ibnul Qohthoon.

  1. Dari Muhammad bin Mush’ab dari Hammad bin Salamah Dari Samaak bin Harb dari Muroy bin Qothoriy dari Adiy bin Haatim dst. Imam Al Albani mengatakan cacat ada pada Muroy karena kondisinya mirip dengan ‘Abbaad, hanya saja ia ditsiqohkan oleh Yahya bin Ma’in, sehingga sanad ini bisa dijadikan penguat dan menjadikan haditsnya hasan.
  2. Imam Thobari dalam tafsirnya berkata : ‘ haddatsanii Ahmad ibnu Waliid Ar Romaliy ia berkata, haddatsanaa Abdullah bin Ja’far Ar-Roqiy ia berkata, haddatsanaa Sufyan bin Uyyainah dari Ismail bin Abi Khoolid dari Asy-Sya’biy dari Adiy bin Haatim dst. Kata Al Albani sanadnya jayyid, semuanya perowi tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Ibnul Waliid ini, hanya ditsiqohkan oleh Ibnu Hibban. Syaikh Ahmad Syaakir menshahihkan hadits ini dalam tahqiq tafsir Ath-Thobariy.

Sedangkan haditsnya Abu Dzar diriwayatkan oleh Imam Suyuthi dalam “Ad-Durul Mantsur”  dari jalan Abdullah bin Syaqiiq dari Abu Dzar. Sanadnya dihasankan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “Al Fath”. Kemudian Imam Al Albani menyebutkan kesimpulan akhirnya tentang status hadis ini :

والخلاصة أن الحديث بمجموع هذه الطرق صحيح، وقد أشار إلى ذلك الحافظ ابن كثير في “تفسيره”، وصرح بثبوته ابن أبي العز الحنفي في آخر شرحه للعقيدة الطحاوية، وجزم بنسبته إلى النبي – صلى الله عليه وسلم – شيخُ الإسلام ابن تيمية في “مجموع الفتاوى” (3/127) ، وعقب عليه بقوله: “وذلك أن اليهود عرفوا الحق ولم يتبعوه، والنصارى عبدوا الله بغير علم “.

“kesimpulannya bahwa hadits ini dengan gabungan jalan-jalannya adalah shahih. Al Hafidz Ibnu Katsiir dalam “Tafsirnya” telah mengisyaratkan hal ini. Ibnu Abil Izz Al Hanafiy telah menegaskan keshahihan hadits ini dalam akhir syarah Aqidah Thohawiyyah. Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga menegaskan validitas hadits ini kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam dalam “Majmu Fatawa” (3/127) lalu berkomentar : ‘hal ini karena yahudi mengetahu kebenaran, namun tidak mengikutinya, sedangkan nashoro beribadah kepada Allah tanpa ilmu”.

 

Kita tutup tafsir Al Fatihah yang marfu kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam dengan hadits riwayat Muslim dalam shahihnya (no. 904) :

« قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى – فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ »

“Allah Ta’alaa berfirman : “Aku membagi sholat (Al Fatihah) antaraku dengan hambaku 2 bagian, untuk hambaku apa yang mereka minta. Jika hamba berkata : “segala puji bagi Allah”, Allah Ta’alaa berfirman : “hambaku memujiku”. Jika hamba berkata : “Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”, Allah Ta’alaa berfirman : “hambaku memujiku”. Jika hamba berkata : “Yang mengusai hari pembalasan”, Allah berfirman : “hambaku memujiku”. Jika hamba berkata : “hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan”, Allah berfirman : “ini antaraku dengan hambaku dan untuk hambaku apa yang ia minta”. Jika hamba berkata : “tunjukilah kami kepada jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang Engkau anugerahkan nikmat kepadanya, bukan jalannya orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang yang sesat”. Allah berfirman : “ini untuk hambaku dan bagi hambaku apa yang mereka minta”.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: