Ribuan Masa Menghadiri Kajian Hadits

November 25, 2013 at 10:30 pm | Posted in Siroh | 1 Comment

Lebih dari Lima Belas Ribu Tinta di Majelis Hadits Imam Ja’far bin Muhammad Al Firyabi ( 301 H )

 Ibnu ‘Adiy menceritakan bahwa dia melihat majelis Imam Al Firyabi yang diperkirakan terdapat lima belas ribu tinta disana. Orang-orang yang akan mengikuti kajian di majelis ini harus menginap ditempat yang akan didudukinya untuk mengaji esok harinya.

( Al Kaamil, Ibnu Adiy )

Lebih dari Seratus Ribu Orang Menghadiri Majelis Hadits Imam ‘Ashim bin ‘Ali ( 221 H )

 Imam Al ‘Ijli mengisahkan bahwa dia menghadiri majelis ‘Ashim bin ‘Ali bin ‘Ashim Al Wasithi, diperkirakan terdapat seratus enam puluh ribu orang yang hadir pada hari itu. ‘Ashim adalah orang yang dimuliakan dan terpercaya dalam bidang hadits.

Umar bin Hafsh menceritakan bahwa Mu’tashim memperkirakan orang yang hadir di majelis ‘Ashim bin Ali bin ‘Ashim, di lapangan pohon kurma yang berada dikawasan masjid Jaami’ Ar Rushafah. Mu’tashim berkata bahwa ‘Ashim duduk dibagian atap rumah, sedangkan orang-orang yang menyimak haditsnya menyebar dilapangan dan sekitarnya. Orang-orang yang menghadiri majelis ini semakin bertambah, hingga pada suatu hari dia membacakan sebuah riwayat hadits milik Al Laits bin Sa’ad dan dia mengulangi riwayat ini sebanyak empat belas kali karena orang-orang sama sekali tidak bisa mendengarnya. Meluapnya jamaah yang hadir di majelis ini sampai ke telinga Mu’tashim, maka dia memerintahkan orang untuk memperkirakan jumlah yang hadir. Dan setelah dihitung, jumlah orang yang hadir mencapai seratus dua puluh ribu orang.

( Ma’rifat Ats Tsiqooh, Al ‘Ijly ; Tahzdib At Tahdzib, Ibnu Hajar; Tarikh Baghdad, Al Khotib Al Baghdady )

Malhuudzoh :

  1. Sekali lagi,…..dipertontonkan kepada kita tentang ketangguhan, keteguhan dan kesabaran para thullabul hadits dihadapan kita. Mereka benar-benar meletakkan cinta dan perhatiannya kepada ilmu dan Islam. Setelah menempuh perjalanan panjang, merekapun tetap rela berdesakan dan bahkan menginap ditempat duduknya untuk menghadiri kajian esok harinya. Semoga amal usaha mereka diterima Allah ta’ala dan diampuni dosa-dosa mereka.
  2. Kebanyakan thullabul hadits adalah orang-orang yang memiliki hafalan yang baik…bahkan ada yang sangat baik. Namun lihatlah di majelis Al Firyabi, ditemukan lima belas ribu tinta untuk menulis hadits dan hukum-hukumnya. Mereka – para thullabul hadits- tetap menulis apa yang dikajikan gurunya. Dan lihatlah para thulaib sekarang, pada dauroh-dauroh besar ataupun kecil, bukankah sangat sedikit sekali dari mereka yang menulis? Mungkin kekuatan hafalan mereka telah setara dengan Imam ‘Amir Asy Sya’bi atau Imam Asy Syafi’y yang sekali dibacakan langsung hafal waktu itu juga…atau karena memang malas mengumpulkan faidah ilmu dari para asatidzah? Bukankah pena dan buku tulis sudah sangat murah dan mudah didapatkan? Sesuatu yang ‘ajaib…Wallahu a’lam.
  3. Para thullabul ilmi zaman dahulu dikenal dengan bajunya yang kotor oleh tinta, karena dekatnya mereka dengan pena, tinta, kertas dan kitab-kitab
  4. Para imam membacakan hadits tanpa bantuan pengeras suara, namun sebagian menggunakan qori’ yang mengulang bacaan sang imam agar dapat didengar oleh orang-orang yang sangat banyak jumlahnya.
  5. Inilah sebagian gambaran yang indah suasana majelis ilmu pada abad ke-3 Hijriyah. Subhaanallah….

(Ditulis Imam Mu’thi dikirim via email dengan sedikit editan)

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. سبحان الله . Ya Allah jadikan aku seperti mereka. Amin

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: