Hadits Palsu dalam Sunan Ibnu Majah (Hadits ke-33)

November 26, 2013 at 12:08 am | Posted in Hadits | Leave a comment

33. Hadits no. 3318, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَنْبَسَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَاذَانَ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَ: حَدَّثَتْنِي أُمُّ سَعْدٍ، قَالَتْ: دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَائِشَةَ، وَأَنَا عِنْدَهَا، فَقَالَ: «هَلْ مِنْ غَدَاءٍ؟» قَالَتْ: عِنْدَنَا خُبْزٌ، وَتَمْرٌ، وَخَلٌّ، فَقَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلُّ، اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي الْخَلِّ، فَإِنَّهُ كَانَ إِدَامَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي، وَلَمْ يَفْتَقِرْ بَيْتٌ فِيهِ خَلٌّ»

 “Haddatsanaa Al ‘Abbaas bin Utsman Ad-Dimasyqiy ia berkata, haddatsanaa Al Waliid bin Muslim ia berkata, haddatsanaa ‘Anbasah bin Abdur Rokhman dari Muhammad bin Zaadzaan, bahwa ia menriwayatkannya, katanya  haddatsanii Ummu Sa’ad Rodhiyallahu anha ia berkata : ‘Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam masuk ke rumah Aisyah Rodhiyallahu anha dan pada waktu itu saya ada disana, Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam berkata : “apakah ada sarapan?”, Aisyah Rodhiyallahu anha menjawab : ‘ada, kita punya roti, kurma dan cuka’. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “sebaik-baik bumbu adalah cuka, Ya Allah berkahilah cuka, karena ia adalah bumbu para Nabi sebelumku, tidak akan miskin, rumah yang memiliki cuka””.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Abbas bin Utsman, lahir 176 H dan wafat 239 H, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib”.
  2. Al Waliid, perowi tsiqoh, namun terkenal mudallis dengan tadlis taswiyah.
  3. ‘Anbasah, dikatakan Al Hafidz : “متروك رماه أبو حاتم بالوضع” (matruk, dituduh Abu Hatim sebagai pemalsu hadits).
  4. Ibnu Zadzaan, dinilai Al Hafidz matruk.
  5. Ummu Sa’ad Rodhiyallahu anhu dikatakan adalah istrinya Zaid bin Tsabit ada yang mengatakan anak perempuannya. Haditsnya hanya ini, Imam Adz-Dzahabi menilainya sebagai seorang Shahabiyyah.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Al Bushiri dalam “Az-Zawaid” berkata :

قلت لَيْسَ لأم سعد عَن ابْن ماجة سوى هَذَا الحَدِيث وَلَيْسَ لَهَا رِوَايَة فِي شَيْء من الْخَمْسَة الْأُصُول وَرِجَال إِسْنَاد حَدِيثهَا فِيهِ مُحَمَّد بن زَاذَان وعنبسة بن عبد الرَّحْمَن وهما ضعيفان وَله شَاهد فِي صَحِيح مُسلم وَغَيره من حَدِيث عَائِشَة وَجَابِر

 “hadits tidak ada haditsnya Ummu Sa’ad Rodhiyallahu anha dari Ibnu Majah, kecuali hadits ini dan ia tidak memiliki riwayat sedikitpun dalam kitab ahli hadits yang lima. Perowi haditsnya ini ada Muhammad bin Zaadzaan dan ‘Anbasah bin Abdur Rokhman, keduanya perowi lemah. Hadits ini memiliki penguat dalam shahih Muslim dan selainnya dari hadits Aisyah dan Jaabir Rodhiyallahu anhumaa”.

Yang dimaksud Imam Bushri adalah hadist riwayat Aisyah Rodhiyallahu anha yang juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah sebelumnya (no. 3316) dan Jaabir Rodhiyallahu anhu (no. 3317), namun hanya penggalan kalimat yang awal yaitu :

نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلُّ

“Sebaik-baiknya bumbu adalah cuka”.

Hadits ini shahih, Imam Muslim meriwayatkannya dalam shahihnya (no. 164) dari Aisyah Rodhiyallahu anhu dan (no. 166) dari Jaabir Rodhiyallahu anhu.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: