HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-36)

November 29, 2013 at 10:39 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

36. Hadits no. 3358, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ الرَّقِّيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِنَ السُّنَّةِ، أَنْ يَخْرُجَ الرَّجُلُ مَعَ ضَيْفِهِ، إِلَى بَابِ الدَّارِ»

“Haddatsanaa Ali bin Maimuun Ar-Roqqiy ia berkata, haddatsanaa Utsman bin Abdur Rokhman dari Ali bin Urwah dari Abdul Malik dari ‘Athoo’ dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu anhu  ia berkata : ‘Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “termasuk sunnah seorang mengantarkan tamunya sampai pintu rumah””.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Ali bin Maimuun, wafat pada tahun 246, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dalam “At-Taqriib”.
  2. Utsman bin Abdur Rokhman, wafat pada tahun 202 H, dinilai oleh Al Hafidz : “صدوق أكثر الرواية عن الضعفاء و المجاهيل” (jujur, kebanyakan riwayatnya dari para perowi lemah dan majhul).
  3. Ali bin Urwah, pemalsu hadits. Telah berlalu bahwa Utsman ini dinilai sebagai pendusta oleh para ulama, sedangkan Ali bin Urwah lebih pendusta lagi dibandingkan Utsman.

Imam Al Albani dalam “Adh-Dhoifah” (no. 241) menambahkan :

قلت : و هذا إسناد موضوع ، و علته علي بن عروة هذا

 “hadits ini sanadnya palsu, cacat ada pada Ali bin Urwah ini”.

Lalu Imam Al Albani melanjutkan :

ثم وجدت له طريقا آخر ، أخرجه ابن عدي ( 169 / 2 ) من طريق سلم بن سالم البلخي حدثنا ابن جريج عن عطاء عن ابن عباس مرفوعا ، أورده في ترجمة سلم هذا في أحاديث أخرى له ثم قال : له أحاديث أفراد و غرائب ، و أنكر ما رأيت له ما ذكرته من هذه الأحاديث .

قلت : و قد نقل غير واحد الاتفاق و قال أبو حاتم : لا يصدق ، و قال الجوزجاني : غير ثقة . و قد تقدم الكلام عليه في الحديث رقم ( 233 ) ، ثم إن ابن جريج مدلس و قد عنعنه

“lalu aku dapati jalan lain yang dikeluarkan oleh Ibnu ‘Adiy (2/169) dari jalan Saalim bin Saalim Al Balkhiy, haddatsanaa Ibnu Juraij dari ‘Athoo’ dari Ibnu Abbaas Rodhiyallahu anhu secara marfu’. Ibnu Adiy dalam biografi Saalim di hadits lain mengomentari : ‘ia memiliki hadits yang menyendiri dan asing, aku mengingkari apa yang aku lihat yang aku sebutkan pada hadits-hadits ini’. Aku (Al Albani) berkata : ‘telah dinukil lebih dari satu ulama kesepakatan (bahwa Saalim perowi dhoif-pent.), Abu Hatim berkata : ‘tidak jujur’. Al Jauzajaaniy berkata : ‘tidak tsiqoh’. Telah berlalu komentar tentang dirinya di hadits no. 233, lalu (cacat lain-pent.) Ibnu Juraij Mudallis dan ia melakukan ‘an’anah”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: