PEMBAGIAN SIFAT ALLAH

November 30, 2013 at 10:52 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

PEMBAHASAN KETIGA :

PEMBAGIAN SIFAT ALLAH Azza wa Jalla

 

Ibnul Qoyyim Rokhimallahu mengatakan bahwa sifat dan khobar yang berlaku bagi Allah Azza wa Jalla ada beberapa bagian :

  1. Sifat yang kembali kepada Dzat itu sendiri, seperti : Dzat, Maujud (ada) dan Sya’I (sesuatu).
  2. Yang kembali kepada sifat maknawi, seperti Al-Aliim (Yang Maha Tahu), Al Qodiir (Yang Maha Kuasa), dan As-Samii’ (Yang Maha Mendengar).
  3. Yang kembali kepada ‘Af’al-Nya (Perbuatan-Nya), seperti Al Khooliq (Yang Maha Pencipta) dan Ar-Razaaq (Yang Maha Pemberi Rizki).
  4. Yang kembali kepada pensucian semata harus mengandung ketetapan karena menafikan saja tidak menunjukkan kesempurnaan dari sesuatu, seperti Al Qudduus (Yang Maha Suci) dan As-Salaam (Yang Maha Sejahtera).
  5. Yang tidak banyak disebut oleh kebanyakan orang, yaitu nama yang menunjukkan sejumlah sifat yang banyak, tidak dikhususkan untuk satu sifat tertentu, tetapi menunjukkan atas maknanya, bukan atas makna tunggal (satu). Misalnya Al Majiid (Yang Maha Terpuji), Al ‘Azhiim (Yang Maha Besar), As-Shamad (bergantung seluruh makhluk kepada-Nya). Maka Al Majiid berarti yang bersifat dengan berbagai macam sifat kesempurnaan. Lafadznya menunjukkan pengertian ini. Lafadz Al Majiid biasanya dipergunakan untuk keluasan, banyak dan tambahan. Perhatikan makna kalimat berikut : istamjadal marikhu wal ghaffaar (anak sapinya menjadi banyak) dan amjadan naaqatu ‘alafan (Unta itu banyak makan).

Dari makna ini : “Rabbul ‘Arsyil Majiid” merupakan sifat ‘Arsy karena luas, besar dan mulianya. Renungkanlah bagaimana nama ini disebut bersama ketika bershalawat atas Rasul-Nya, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam kepada kita. Sebab, ketika itu, kita berada dalam posisi meminta tambahan dan mendatangi suatu pemberian yang luas, banyak dan kekal. Maka dari itu, permohonan ini harus diiringi dengan nama yang sesuai, sebagaimana anda berkata : “ampunilah dan rakhmatilah aku karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Tidak pantas jika Engkau berkata : “Karena Engkau Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Nama itu kembali kepada Dzat yang kita minta kepada-Nya dengan asma dan sifat-Nya. Tawasul seperti itu adalah yang paling dekat dan lebih disukai-Nya. Sebagian dari itu adalah hadits yang diriwayatkan dalam Al Musnad (Imam Ahmad) dan At-Tirmidzi :

أَلِظُّوا بِيَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

“Tetaplah (terus menerus berdoa dengan) : ‘Ya, Dzal Jalaali wal Ikraam (Yang memiliki keagungan dan kemulian)”.

Termasuk juga disini :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ، بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu. Bahwanya segala puji hanya untuk-Mu. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Engkau, Yang Maha Pemberi, Pencipta Langit dan Bumi, wahai yang memiliki keagungan dan kemulian.”

Ini permintaan dan tawasul kepada-Nya dengan memuji-Nya. Bahwasanya tidak Illah (yang berhak diibadahi) selain Dia, Yang Maha Pemberi. Itu adalah tawasul kepada-Nya dengan Asma’ dan Sifat-Nya. Alangkah pantasnya untuk dikabulkan dan amat besar pengaruhnya terhadap yang diminta. Ini adalah satu bab yang sangat penting dalam bab tauhid, kami hanya menyinggung sedikit dan sungguh telah dilapangkan bagi orang yang diberi bashiroh (mata hati/pemahaman) oleh Allah Azza wa Jalla.

Sekarang, mari kita kembali kepada pembicaraan semula, yaitu Allah disifati dengan nama yang mengandung beberapa sifat. Allah Yang Maha Agung adalah Rabb Yang memiliki banyak sifat kesempurnaan. Demikian pula dengan As-Shamad. Ibnu Abbas Rodhiyallahu anhu berkata : “Dia adalah pemimpin yang sempurna kepemimpinannya.” Ibnu Wa-il berkata : “Dia pemegang puncak kepemimpinan”. ‘Ikrimah berkata : “Yang tidak ada sesuatupun diatas-Nya”. Demikian pula Az-Zajjaj yang berkata : “yang disudahi (diakhiri) kepempinan kepada-Nya, segala seuatu bergantung kepadanya”. Ibnul Anbari berkata : “semua ahli bahasa sepakat sesungguhnya ash-Shamad  maknanya pemimpin yang tidak ada diatas-Nya sesuatupun, semua manusia bergantung kepada-Nya dalam segala keperluan dan urusan mereka. Isytiqaqnya (pengambilan asal kalimat) mengindikasikan makna ini. Ia dari makna jamak (berkumpul) dan qashad (tujuan), yaitu yang berhimpun segala tujuan kepada-Nya dan terkumpul pada-Nya sifat kepempinan. Ini adalah asal maknanya dalam bahasa Arab. Seperti yang ia katakana :

Anak pertama yang mengabarkan kematian sebaik-baik Basi Asad adalah ‘Amar bin Yarbu’ pemimpin tempat bergantung.

Bangsa arab member nama kepada para pemimpin mereka dengan Ash-Shamad karena berkumpulnya orang yang membutuhkan kepadanya dan terkumpulnya sifat-sifat kepemimpinan kepada mereka.

6. Sifat yang disebutkan secara beriringan salah satu dari dua nama atau dua sifat dengan yang lain. Hal itu merupakan nilai lebih daripada disebutkan satu per satu, seperti Al Ghaniyyul Hamiid (Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji), Al ‘Afuwwul Qodiir (Yang Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa), Al Hamiidul Majiid (Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia) dan seperti inilah umumnya sifat-sifat yang disebutkan bersamaan dengan nama-nama yang berpasangan dalam Al Qur’an.

Sesungguhnya Al Ghina merupakan sifat kesempurnaan, demikian juga Al Hamd, dan berkumpulnya sifat kaya dan terpuji merupakan sifat kesempurnaan yang lain. Bagi-Nya pujian pada kemahakayaan-Nya dan pujian pada sifat terpuji-Nya dan pujian pada penggabungan keduanya. Demikan juga Al ‘Afuwwul Qodiir, Al Hamidul Majiid, Al Aziizul Hakim. Renungkanlah hal ini karena ia itu semulia-mulia ilmu pengetahuan. Adapun sifat Salb (negative) yang mutlak, tidak termasuk dari sifat-Nya Azza wa Jalla, kecuali jika sifat tersebut mengandung itsbat (menetapkan bagi sifat Allah) seperti Ahad yang mengandung makna Maha Esa dengan sifat Rububiyyah dan Uluhiyyah. Demikian juga dengan As-Salam, yang mengandung makna terhindar-Nya dari setiap kekurangan yang bertentangan dengan kesempurnaan-Nya. Demikian pula berita tentang Dzat-Nya dengan sifat salbiyyah ( yaitu sifat-sifat yang Allah nafikan dari Dzat-Nya yang Maha Mulia karena mengandung sifat-sifat yang tidak pantas bagi Allah), hal ini mengandung ketetapan (sifat kesempurnaan, sebagai lawan dari sifat-sifat yang dinafikan tersebut) seperti firman-Nya :

لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

“tidak mengantuk dan tidak tidur” (QS. Al baqoroh : 255).

Makna ayat ini mengandung kesempurnaan Maha Hidup-Nya dan berdiri sendiri-Nya. Demikia juga firman Allah Azza wa Jalla :

وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ

“dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan” (QS. Qaaf : 38).

Ayat ini mengandung kekuasaan-Nya yang sempurna. Demikian pula firman Allah Azza wa Jalla :

وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ

“Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom)” (QS. Yunus : 61).

Mengandung kesempurnaan ilmu-Nya. Demikian pula firman Allah Azza wa Jalla :

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

“Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” (QS. Al Ikhlas : 3)

Mengandung bergantungnya semua orang kepada-Nya dan kaya-Nya yang sempurna. Demikian pula firman Allah Azza wa Jalla :

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS. Al Ikhlas : 4).

Mengandung Esa-Nya yang sempurna dan sesungguhnya tidak ada yang setara dengan-Nya. Demikian pula firman Allah Azza wa Jalla :

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata” (QS. Al An’aam : 103)

Mengandung kebesaran-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Besar untuk bisa dicapai dengan apapun juga (tidak bisa diliputi). Ini berlaku untuk semua sifat yang Dia sifati untuk Dzat-Nya dari sifat salb (negative).

 

 

(dinukil dari buku Syarah Asma’ul Husna karya DR. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qohthani, pustaka Imam Syafi’I hal 13)

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: