HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADITS KE-38)

December 1, 2013 at 2:29 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

38. Hadits no. 4054, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ، عَنْ أَبِي شَجَرَةَ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ عَبْدًا، نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ، فَإِذَا نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ، لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا، فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا، نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ، فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ، لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا، فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا، نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ، لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا، فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا، نُزِعَتْ مِنْهُ رِبْقَةُ الْإِسْلَامِ»

“Haddatsanaa Muhammad ibnul Mushoffaa ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin Harb dari Said bin Sinaan dari Abi Az-Zaahiriyyah dari Abi Syajarah Katsiir bin Murroh dari Ibnu Umar Rodhiyallahu anhu  ia berkata : ‘Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “Sesunggunya Allah Azza wa Jalla jika hendak membinasakan seorang hamba, akan mencabut darinya rasa malu, jika rasa malu sudah hilang, tidak ada orang yang bertemu dengannya kecuali ia akan murka kepadanya, jika tidak orang yang bertemu dengannya kecuali murka kepadanya, akan dicabut darinya sifat amanah, jika sifat amanah sudah dicabut, tidaklah seorang bertemu dengannya kecuali menyebutnya sebagai pengkhianat, jika tidak ada yang bertemu dengannya kecuali menyebutnya sebagai pengkhianat, akan dicabut darinya rasa kasih sayang, jika kasih sayang sudah dicabut, tidak ada orang yang bertemunya kecuali akan melaknatnya, jika tidak ada lagi yang bertemu dengannya kecuali melaknatnya, akan dicabut darinya tali Islam””.

Mari kita bedah para perowinya :

  1. Ibnu Mushoffa, telah berlalu, perowi shoduq.
  2. Muhammad bin Harb, wafat tahun 292 atau 294 H, perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz.
  3. Sa’id bin Sinaan, wafat tahun 163 atau 168 H, Al Hafidz dalam “At-Taqriib” berkata : “متروك ، و رماه الدارقطنى و غيره بالوضع” (matruk, Daruquthni dan selainnya menuduh ia sebagai pemalsu hadits).
  4. Abu Az-Zaahiriyyah, Khudair bin Kuroib, wafat tahun 100 H, perowi Muslim, dinilai shoduq oleh Al Hafidz.
  5. Katsiir bin Murroh, Tabi’I Kabiir, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz.

Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Bushiri dalam “Az-Zawaaid” berkata :

هَذَا إِسْنَاد ضَعِيف لضعف سعيد بن سِنَان وَالِاخْتِلَاف فِي اسْمه

 “hadits ini sanadnya lemah, karena kelemahan Sa’id bin Sinaan dan perbedaan tentang namanya ”.

Imam Al Albani dalam “Adh-Dhoifah” (no. 3044) berkata :

قلت: وهذا موضوع؛ آفته سعيد بن سنان وهو أبو مهدي الحنفي الحمصي، قال الدارقطني: “يضع الحديث”. وقال الجوزجاني: “أخاف أن تكون أحاديثه موضوعة”. وقال البخاري: “منكر الحديث”. وقال النسائي: “متروك الحديث”.

 “hadits ini palsu, kesalahan ada pada Sa’id bin Sinaan, ia adalah Abu Mahdiy Al Hanafiy Al Himsho, Daruquthni berkata : ‘ia memalsukan hadits’. Al Jauzajaaniy berkata : ‘aku khawatir hadits-haditsnya palsu’. Al Bukhori berkata : ‘mungkarul hadits’. Nasa’I berkata : ‘matrukul hadits’”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: