HADITS PALSU DALAM SUNAN IBNU MAJAH (HADIST KE-43 -TERAKHIR-)

December 5, 2013 at 11:47 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

43. Hadits no. 4313, Imam Ibnu Majah berkata :

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَرْوَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَنْبَسَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَلَّاقِ بْنِ أَبِي مُسْلِمٍ، عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةٌ: الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الْعُلَمَاءُ، ثُمَّ الشُّهَدَاءُ

 “Haddatsanaa Sa’id bin Marwaan ia berkata, haddatsanaa Ahmad bin Yunus ia berkata, haddatsanaa ‘Anbasah bin Abdur Rokhman dari ‘Alaaq bin Abi Muslim dari Abaan bin Utsmaan dari Utsman bin ‘Affaan Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “ada 3 orang yang mampu memberikan syafaat yaitu : para Nabi, lalu ulama lalu Syuhadaa’”.

Mari kita bedah para perowinya :

Dalam sanad ini terdapat perowi lemah yaitu ‘Anbasah yang dikatakan juga sebagai pendusta, sebagaimana telah berlalu dan ‘Allaaq bin Abi Muslim, seorang perowi majhul, menurut Al Hafidz Ibnu Hajar. Sehingga Imam Al Albani dalam tahkiqnya terhadap hadits ini berkata : “موضوع” (hadits palsu).

Imam Al Albani dalam “Silsilah Ahaadits Adh-Dhoifah” (no. 1978) mengkritik para ulama yang menghasankan hadits ini, kata beliau :

قلت: ومنه تعلم تساهل العراقي في قوله في ” تخريج الإحياء ” (1 / 6) : ” إسناده ضعيف “! وأسوأ منه السيوطي، ثم المناوي، فإن هذا قال في ” فيضه “: ” رمز المصنف لحسنه، وهو عليه رد، فقد أعله ابن عدي والعقيلي بعنبسة، ونقل عن البخاري أنهم تركوه “. ثم نكل المناوي عن هذا، فقال في ” التيسير “: ” إسناده حسن “! وقلده الغماري كعادته (4579) !

“dari sini diketahui tasahulnya Al ‘Iroqiy yang berkata dalam “Takhrijul Ihyaa’ (1/6) “sanadnya dhoif”. Yang lebih parah lagi adalah Suyuthi lalu Al Munawiy, karena beliau berkata dalam “Faidhul Qodiir” : ‘penulis (Imam Suyuthi) memberinya rumus hasan, hal ini perlu disanggah, karena Ibnu ‘Adiy dan Al Uqoiliy telah mencacat hadits ini karena ‘Anbasah, dinukil dari Bukhori bahwa para ulama meninggalkannya’. Lalu Al Munawiy lupa akan hal tersebut dan berkata dalam “At-Taisiir” : ‘sanadnya hasan’ lalu ditaklidi oleh Al Ghumariy sebagaimana kebiasaannya (no. 4579)”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: