KESABARANNYA SEPERTI BENDA MATI

December 12, 2013 at 12:15 pm | Posted in Siroh | Leave a comment

Kesabarannya Seperti Kesabaran Benda Mati

 

Al Hafidz Adz Dzahaby dalam Tadzkiratul Huffadz 1:81 dan 84 mengatakan tentang biografi Imam Asy Sya’bi Amir bin Syarahil Al Kufi Al Hamadani, bahwa Ibnu Syubrumah berkata :

“ Aku mendengar Asy Sya’bi bertutur,” Aku tidak pernah menuliskan tinta diatas kertas yang putih sampai hari ini. Tidak ada seorangpun yang menyampaikan hadits kepadaku kecuali aku pasti menghafalnya dan aku tak ingin dia mengulanginya lagi untukku. Sungguh, seandainya ilmu yang terlupakan olehku dihafalkan seseorang, niscaya dia akan menjadi seorang yang alim.”

Dari Wada’ Ar Rabisi, dari Asy Sya’bi, ia mengatakan, “ Aku tidak meriwayatkan sesuatu yang lebih sedikit daripada syair. Jika aku mau, niscaya aku bisa menyampaikan bait-bait syair selama sebulan tanpa aku mengulanginya.”

Ibnu Al Madini mengatakan bahwa Asy Sya’bi pernah ditanya ,” Bagaimana engkau mendapatkan semua ilmu ini?”

Dia menjawab,” Dengan tidak berpangku tangan, selalu berjalan dimuka bumi, selalu bersabar seperti kesabaran benda mati dan selalu berangkat diawal waktu seperti berangkatnya seekor burung gagak.”

Malhuudzoh :

  1. Al Imam ‘Amir Asy Sya’bi adalah salah satu imam ahlul hadits dengan tingkat hafalan terbaik, sehingga sebagian ulama menjadikan ucapan beliau ( “Tidak ada seorangpun yang menyampaikan hadits kepadaku kecuali aku pasti menghafalnya dan aku tak ingin dia mengulanginya lagi untukku “ ) sebagai hujjah bahwa menulis hadits adalah dilarang. Namun hujjah ini tidak tepat, karena ucapan beliau hanya menunjukkan kekuatan hafalan beliau rahimahullahu ta’alaa.
  2. Sungguhpun beliau sangat kuat hafalannya, namun sebagian ilmu tetap saja terlupakan olehnya. Ini menunjukkan bahwa menulis hadits adalah salah satu cara penjagaan terhadap kevalidan hadits, dan inilah jalan yang ditempuh banyak ulama.
  3. Ilmu adalah buruan, dan menulisnya adalah ikatan…maka ikatlah ilmu dengan tali yang kuat.
  4. Kesabaran Asy Sya’bi dalam menuntut ilmu adalah kesabaran yang tinggi, yang tidak kenal lelah dan lemah apalagi kemalasan. Seolah-olah tidak mengenal siang atau malam, hujan atau terik, panas ataupun dingin.…ya itulah kesabaran benda mati. Masyaa Allah…..
  5. Kesabaran itu akhirnya menghasilkan buah yang harum sekali, beliaulah salah seorang Amirul Mu’minin fil Hadits, tempat rujukan ( marja’ ) bagi para imam ahlul hadits lainnya, Al Hujjah al Faaqih.
  6. Bagaimana dengan kita, bukankah selimut, tontonan dan permainan lebih asyik daripada qoola Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam ? Semoga Allah mengampuni kita semua atas kelalaian ini.

 

Ditulis oleh Imam Mu’thi via email dengan sedikit editan

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: