TIDAK TERTIPU DENGAN KESHOLIHAN PEROWI

December 12, 2013 at 12:10 pm | Posted in Siroh | Leave a comment

Para Imam Ahli Hadits Tidak Tertipu Dengan Kesholihan Perawi

 

Al Bardza’i bertanya kepada Abu Zur’ah dan Abu Zur’ahpun menjawab :

“ Hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Ayyub bin Suwaid Ar Ramli dari ayahnya dari Al Auza’i.”

“ Hadits : Allah memberkahi ummatku di waktu-waktu pertama/kurun para sahabat ?”

“ Ya.”

“ Hadits ini direkayasa.” ujar Abu Zur’ah.

Kemudian Abu Zur’ah bercerita :

Ketika aku berada di Ramallah, aku melihat seorang yang sudah tua duduk diatas sandalnya; bila aku memperhatikannya, maka dia bertasbih, dan bila aku tidak memperhatikannya, dia diam. Akupun berkata pada diriku sendiri, “ Orang tua ini sedang berpura-pura kepadaku.”

Kemudian aku bertanya kepada orang-orang perihal orang tua ini. Mereka menjawab orang tua itu bernama Muhammad bin Ayyub bin Suwaid. Setelah itu aku segera mengajak beberapa teman untuk menemui Muhammad bin Ayyub.

Setelah kami dirumahnya, dia mengeluarkan buku-buku ayahnya yang sudah berbentuk bab per bab dan dibukukan dengan rapi, buku yang ditulis Ayyub bin Suwaid (ayahnya ). Ayahnya telah memberi tanda untuk setiap bab pembahasan dengan warna putih, namun dalam tanda putih itu terdapat beberapa riwayat hadits yang bukan tulisan ayahnya. Aku memperhatikan tulisan itu dengan teliti, dan ternyata tulisan pertama berisi hadits-hadits shahih dan tulisan-tulisan tambahan itu berisi hadits-hadits maudlu’ ( palsu ), bukan hadits riwayat Ayyub bin Suwaid. Aku pun bertanya kepada Muhammad bin Ayyub :

“ Tulisan pertama ini tulisan siapa? “

“ Tulisan ayahku “, jawabnya.

“ Lalu tulisan tambahan ini tulisan siapa? “

“ Tulisanku.”

“ Hadits ini kamu datangkan dari mana?”

“ Aku menyimpulkannya dari buku-buku ayahku.” Jawabnya.

“ Tidak masalah, sekarang kamu keluarkan buku-buku ayahmu yang kamu jadikan pegangan untuk menyimpulkan hadits-hadits itu.” Kata Abu Zur’ah.

Tiba-tiba wajahnya menjadi pucat dan dia berkata,” Buku-buku itu ada di Baitul Maqdis .”

“ Tidak masalah. Aku akan menyewanya, maka datangkanlah buku-buku itu kepadaku. Karena itu pergilah ke Baitul Maqdis lalu tulislah hadits-hadits itu untukku dari buku-bukumu sendiri untuk kamu bandingkan dengan tulisan dari buku-buku ayahmu.”

Muhammad bin Ayyub diam dia tidak bergerak dan tidak pula memberikan jawaban kepadaku. Maka aku membentaknya,” Celaka kamu! Apakah kamu tidak takut kepada Allah? Apakah kamu tidak mendapatkan sesuatu milik ayahmu yang bisa membuatmu mengetahui agama selain daripada ini? Ayahmu adalah orang yang terpelihara dari aib, dan sekarang kamu mendustakannya. Apakah kamu tidak takut kepada Allah ?”

Aku terus mencecarnya dengan perkataan-perkataan semcam ini, dan dia tidak mampu memberikan jawaban kepadaku.

Kisah yang hampir sama juga diceritakan oleh Abu Muhammad bin Abi Hatim, bahwa dia pernah mendengar Abu Zur’ah bercerita :

Dari beberapa Syaikh aku mendengar beberapa hadits. Kemudian salah seorang ahli hadits itu meminta bukuku, dan aku pun memberikannya. Enam bulan berikutnya dia mengembalikan bukuku, dan aku melihat perubahan di tujuh tempat dari tulisan asliku. Aku mengambil dan membawa bukuku menuju ke tempat orang yang telah meminjam buku itu. Sesampai aku disana aku berkata,” Apakah engkau tidak takut kepada Allah dengan melakukan hal semacam ini?”

Aku menunjukkan beberapa tempat dan memberitahukan kepadanya,” Tulisan yang kamu ubah, ini; riwayat hadits yang kamu ubah menjadi riwayat Ibnu Abi Fudaik, ini! Sesungguhnya hadits ini sudah masyhur diriwayatkan oleh Abu Dhamrah. Jadi hadits ini bukan riwayat Ibnu Abi Fudaik. Adapun hadits ini…sesungguhnya dia tidak diriwayatkan oleh…tapi oleh….”

Demikian aku memberitahukan letak perubahan yang menjadi kesalahannya satu persatu hingga selesai. Lalu aku berkata lagi kepadanya,” Sesungguhnya aku sudah hafal isi buku ini pada waktu aku menulis dan memilihnya dari para syaikh. Seandainya aku tidak hafal riwayat hadits-hadits itu, pastilah semua perubahan yang kamu lakukan tidak kentara bagiku. Maka bertaqwalah kepada Allah.”

Abu Muhammad meminta kepada Abu Zur’ah untuk menyebutkan nama laki-laki itu, tapi beliau menolaknya.

Ibnu Abi Hatim berkisah :

Aku mendengar bahwa Abu Zur’ah memberikan tulisannya tentang bab puasa kepada seorang laki-laki Baghdad. Kemudian laki-laki itu mengembalikan bukunya dengan mengubah satu huruf dari sanad sebelumnya. Abu Zur’ah heran dan bergumam dalam hati,

“Subhanallah…siapakah orang yang ingin melakukannya kepadaku? Dia mengira apa? Apakah dia mengira bahwa dia telah melakukan suatu kebaikan.”

 

Malhuudhoh :

  1. Para imam ahlul hadits adalah orang-orang yang secara takhossus mendalami, meneliti dan menghafalkan hadits-hadits secara riwayah dan dirayah. Mereka mengetahui -dengan karunia Allah- hal-hal yang merusak sebuah hadits walaupun perawinya dari kalangan orang-orang ahli ibadah, ahli fiqih maupun ahli ceramah. Mereka tidak tertipu oleh penampilan belaka. Mereka adalah orang-orang yang dikaruniai kecerdasan, ketelitian, ketekunan, kesholihan sekaligus kekuatan fisik dan jiwa secara bersama-sama, rahimahumullahu jamii’an.
  2. Dalam Su’alat Al Bardza’i tersebut didapatkan salah satu metode untuk mengetahui validitas sebuah riwayat. Metode tatabbu’ ( penelusuran ) adalah salah satu metode dalam menilai matan dan sanad hadits.
  3. Sebagian manusia memalsukan hadits dengan niat yang baik yakni mengajak manusia untuk gemar beribadah. Namun, ini adalah cara yang salah. Karena kebaikan tetaplah harus ditempuh dengan cara yang baik pula.

 

 

Ditulis oleh Imam Mu’thi via email dengan sedikit editan

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: