SHAHIH TAFSIR QS. AL BAQOROH AYAT 39

December 13, 2013 at 11:33 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

QS. Al Baqoroh ayat 39

Tafsir : أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

{mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya}

Imam Ibnu Jariir ath-Thabari (1/552) (no. 797) berkata :

حدثنا به عُقبة بن سنان البصري، قال: حدثنا غَسان بن مُضَر، قال حدثنا سعيد بن يزيد – وحدثنا سَوَّار بن عبد الله العنبري، قال: حدثنا بشر بن المفضل، قال: حدثنا أبو مَسْلَمَة سعيد بن يزيد – وحدثني يعقوب بن إبراهيم، وأبو بكر بن عون، قالا حدثنا إسماعيل بن عُلَيَّة، عن سعيد بن يزيد – عن أبي نَضْرة، عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أمّا أهل النار الذين هم أهلها فإنهم لا يموتون فيها ولا يَحْيَون، ولكن أقوامًا أصابتْهم النارُ بخطاياهم أو بذنوبهم، فأماتتهم إماتة، حتى إذا صاروا فحمًا أُذِنَ في الشفاعة

 “haddatsanaa dengannya ‘Uqbah bin Sinaan al-Bashriy ia berkata, haddatsanaa Ghosaan bin Mudhor ia berkata, haddatsanaa ibnu Yaziid dan haddatsanaa Sawwaar bin Abdullah al-‘Anbariy ia berkata, haddatsanaa Bisyr ibnul Mufadhol ia berkata, haddatsanaa Abu Maslamah Sa’id bin Yaziid dan  haddatsanii Ya’qub bin Ibrohim dan Abu Bakr bin ‘Aun keduanya berkata, haddatsanaa Ismail bin ‘Ulayyah dari Sa’id bin Yaziid dari Abi Nadhroh dari Abi Sa’id al-Khudriy Rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “adapun penduduk neraka yang mereka memang penghuninya, maka mereka tidak akan mati didalamnya dan tidak juga hidup (yang bermanfaat dan beristirahat dari siksa neraka-pent.). namun ada suatu kaum (mukminin) yang disiksa dengan neraka, karena kesalahan atau dosa mereka, tinggal didalamnya untuk waktu tertentu, sampai mereka menjadi arang, baru kemudian diijinkan untuk mendapatkan syafa’at”.

Status hadits :

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dalam “Shahihnya” (no. 477) dari jalan :

وَحَدَّثَنِى نَصْرُ بْنُ عَلِىٍّ الْجَهْضَمِىُّ حَدَّثَنَا بِشْرٌ – يَعْنِى ابْنَ الْمُفَضَّلِ – عَنْ أَبِى مَسْلَمَةَ عَنْ أَبِى نَضْرَةَ عَنْ أَبِى سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَمَّا أَهْلُ النَّارِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهَا فَإِنَّهُمْ لاَ يَمُوتُونَ فِيهَا وَلاَ يَحْيَوْنَ وَلَكِنْ نَاسٌ أَصَابَتْهُمُ النَّارُ بِذُنُوبِهِمْ – أَوْ قَالَ بِخَطَايَاهُمْ – فَأَمَاتَهُمْ إِمَاتَةً حَتَّى إِذَا كَانُوا فَحْمًا أُذِنَ بِالشَّفَاعَةِ فَجِىءَ بِهِمْ ضَبَائِرَ ضَبَائِرَ فَبُثُّوا عَلَى أَنْهَارِ الْجَنَّةِ ثُمَّ قِيلَ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ أَفِيضُوا عَلَيْهِمْ. فَيَنْبُتُونَ نَبَاتَ الْحِبَّةِ تَكُونُ فِى حَمِيلِ السَّيْلِ »

“ haddatsanii Nashr bin Ali al-Jahdhomiy, haddatsanaa Bisyr –ibnu al-Mufadhdhol- dari Abi Maslamah dari Abi Nadhroh dari Abi Sa’id Rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “adapun penduduk neraka yang mereka memang penghuninya, maka mereka tidak akan mati didalamnya dan tidak juga hidup (yang bermanfaat dan beristirahat dari siksa neraka-pent.). namun ada suatu kaum (mukminin) yang disiksa dengan neraka, karena kesalahan atau dosa mereka, tinggal didalamnya untuk waktu tertentu, sampai mereka menjadi arang, baru kemudian diijinkan untuk mendapatkan syafa’at. Lalu mereka didatangkan sekelompok-sekelompok dan dimandikan di sungai surga, lalu dikatakan kepada mereka : ‘Wahai penduduk surga, rahmat terlimpakan kepada mereka. Lalu mereka hidup seperti hidupnya tunas tanaman yang tumbuh di air yang mengalir”

Imam Ibnul Waziir dalam “al-‘Awaashim wa al-Qowaashim” (8/422) menjelaskan makna hadits ini, kata beliau :

فإنهم اتفقوا على أن أهل النار من الموحِّدين يحترِقُون إلاَّ مواضع السُّجود من المُصلِّين، ثم يُلْقَوْنَ على أنهار الجنة وقد صاروا فحماً، وهذا يدل على موتِهم في النار، فإن أهل الخلود في النار كلما نضجت جلودهم بدلهم الله جلوداً غيرها، ليذوقوا العذاب كما قال الله تعالى.

“para ulama sepakat bahwa penduduk neraka dari kalangan ahli tauhid akan dibakar di neraka, kecuali bekas sujudnya, lalu mereka dilemparkan kedalam sungai surga, setelah menjadi arang. Ini menunjukkan bahwa mereka mati didalam neraka. Adapun jika penduduk neraka yang kekal, maka setiap kali mereka hancur kulitnya, Allah akan menggantikan dengan kulit yang baru, agar mereka merasakan adzab, sebagaimana Firman Allah Azza wa Jalla”.

Na’udzubillahi min dzalik, Allahumma faqinaa adzab an-naar. Firman Allah yang dimaksud adalah :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. An-Nisaa’ : 56).

Kita wajib bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla atas nikmat Islam dan Imam ini yang menyebabkan kita terhindar dari siksaan kekal di Neraka yang tidak berkesudahan dan kita berdoa agar pada waktu meninggal dalam keadaan seorang Muslim.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)” (QS. Al ‘Araaf : 126).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: