HABIB AN-NAJAAR SHOHIBU YASIN?

December 14, 2013 at 11:09 pm | Posted in Siroh | Leave a comment

HABIIB AN-NAJAAR SHOHIBU YASIN?

 

Telah masyhur dalam kitab-kitab tafsir ketika para ulama mufasirin menyebutkan Firman Allah Azza wa Jalla dalam surat Yasin ayat 20 :

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu” (QS. Yasin : 20)

Mereka mengatakan bahwa laki-laki yang dimaksud dalam ayat ini bernama Habiib an-Najaar. Dalam kesempatan ini, kami akan menyebutkan riwayat-riwayat tentang Habiib an-Najaar ini –biidznillah-.

Kami mulai dengan menyebutkan riwayat-riwayat yang marfu’ kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam. Saya hanya menemukan 1 buah riwayat tentang penyebutan Habiib an-Najaar sebagai pelaku dalam surat Yasin.

Diriwayatkan dari sahabat Abu Lailaa Rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

الصِّدِّيقُونَ ثَلَاثَةٌ: حَبِيبٌ النَّجَّارُ مُؤْمِنُ آلِ يَاسِينَ الَّذِي قَالَ: {يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ} [يس: 20] ، وَحِزْقِيلُ مُؤْمِنُ آلِ فِرْعَوْنَ الَّذِي قَالَ: {أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ} [غافر: 28] ، وَعَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ الثَّالِثُ، وَهُوَ أَفْضَلُهُمْ

“Ash-Shiddiq ada 3 orang yaitu : Habiib an-Najaar, seorang Mukmin dari keluarga Yasin yang berkata : {Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu}; Hizqiil mukmin dari keluarga Fir’aun yang berkata : {Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah }; dan Ali bin Abi Tholib Rodhiyallahu anhu yang ketigam dan beliau adalah yang paling utama diantara mereka”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam “Fadhoil ash-Shahabat” (no. 1117) dan Imam Abu Nu’aim dalam “Ma’rifat ash-Shahabat” (no. 323) semuanya dari jalan ‘Amr bin Jamii’ dari Muhammad bin Abi Lailaa dari Isa bin Abdur Rokhman dari Abdur Rokhman bin Abi Lailaa dari Bapaknya, Abi Lailaa Rodhiyallahu anhu ia berkata : Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “Al Hadits”.

Imam Suyuthi dalam “Jaami’u al-Kabiir” (no. 267) mengatakan : ‘didalamnya ada ‘Amr bin Jamii’, ia seorang yang tertuduh berdusta’. Imam Al Albani dalam “adh-Dhoifah” (no. 355) menilai palsunya hadits ini dengan sebab tuduhan sebagai pendusta yang dilontarkan Imam Ibnu ‘Adiy kepada ‘Amr bin Jamii’ ini dan bertentangan dengan riwayat yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam “Shahihnya” :

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – صَعِدَ أُحُدًا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ فَرَجَفَ بِهِمْ فَقَالَ « اثْبُتْ أُحُدُ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِىٌّ وَصِدِّيقٌ وَشَهِيدَانِ »

“bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Rodhiyallahu anhum naik gunung Uhud, lalu tiba-tiba gunung Uhud bergetar, maka Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “tenanglah Uhud, karena diatasmu ada seorang Nabi, Shiddiq dan 2 orang syahid” (Muttafaqun alaih).

Adapun riwayat yang datang dari para shahabat, maka saya mendapatkan dalam Tafsir ath-Thobari hanya ada dari 1 orang sahabat yaitu Abdullah bin ‘Abbas Rodhiyallahu anhu, Imam ath-Thobari berkata :

حدثنا ابن حميد، قال: ثنا سلمة، عن ابن إسحاق، عن الحسن بن عمارة، عن الحكم بن عتيبة، عن مِقْسم أبي القاسم مولى عبد الله بن الحارث بن نوفل، عن مجاهد، عن عبد الله بن عباس أنه كان يقول: كان اسم صاحب يس “حبيبًا”

“Haddatsanaa Ibnu Humaid ia berkata, haddatsanaa Salamah dari Ibnu Ishaq dari Al Hasan bin ‘Amaarah dari al-Haam bin ‘Utaibah dari Miqsam abi al-Qoosim Maula Abdullah ibnul Haarits bin Naufal dari Mujaahid dari Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu anhu bahwa beliau berkata : ‘nama shohibu Yasin adalah Habiib’”.

Status hadits, didalam sanadnya ada Al Hasan bin ‘Amaaroh, dinilai matruk oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “at-Taqriib”.

Imam Ibnu Katsir dalam “Tafsirnya” menyebutkan jalan lain dari :

وقال شبيب بن بشر عن عكرمة عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : اسم صاحب يس حبيب النجار

“Syabiib bin Basyir berkata, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu anhu ia berkata : “nama shohibu Yasin adalah Habiib an-Najaar”.

Status hadits, Syabiib seorang perowi shoduq, maka sanad ini hasan, hanya saja saya belum mendapatkan darimana Imam Ibnu Katsir menukil sanadnya Syabiib ini, karena Imam Ibnu Katsir terpaut jauh dengan Syabiib seorang Tabi’I shoghiir. Al Hafidz dalam “Al Fath” (10/277) juga menyebutkan sanad ini, hanya saja Syabiib diganti dengan Habiib bin Basyir, kemungkinan ini salah cetak dari penerbitnya. Maka kondisinya juga sama, sanad ini Mu’alaq dan Al Hafidz tidak memberikan komentar penilaian status sanad ini.

Kesimpulannya, penamaan laki-laki yang datang dari ujung kota pada surat Yasin, dengan penamaan Habiib an-Najaar, tidak datang validitasnya dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, dan seandainya riwayat Ibnu Abbas dishahihkan atau dihasankan, maka bisa jadi Ibnu Abbas Rodhiyallahu anhu mengambil hal ini dari ahlu kitab.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: