SHAHIH TAFSIR QS. AL BAQOROH AYAT 40

December 14, 2013 at 10:50 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

QS. Al Baqoroh ayat 40

Tafsir : يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

{Hai Bani Israil}

Imam Ibnu Abi Hatim (1/110-111) (no. 432) berkata :

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ حَبِيبٍ، ثنا أَبُو دَاوُدَ، ثنا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَهْرَامَ، عَنْ شَهْرٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ، قَالَ: “حَضَرَتْ عِصَابَةٌ مِنَ الْيَهُودِ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُمْ: هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ إِسْرَائِيلَ يَعْقُوبُ ؟ فَقَالُوا: اللَّهُمَّ نَعَمْ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَشْهَدُ عَلَيْهِمْ”

“haddatsanaa Yunus bin Habiib, Haddatsanaa Abu Dawud, haddatsanaa Abdul Hamiid bin Bahroom dari Syahr,  haddatsanii Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu anhu ia berkata, sekelompok orang Yahudi bertemu dengan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, maka Nabi berkata kepada mereka : “apakah kalian tahu bahwa Isroil adalah Nabi Ya’qub r?”, mereka berkata : ‘iya benar’. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “aku menjadi saksi atas kalian”.

Status hadits :

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Abu Dawud ath-Thoyalisi dalam “al-Musnad” (no. 2854) dan Imam Ahmad dalam “al-Musnad” (no. 2471), keduanya meriwayatkan juga dari jalan Abdul Hamiid dari Syahr dari Ibnu ‘Abbas Rodhiyallahu anhu bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam berkata kepada orang Yahudi dengan lafadz yang panjang dan diantara perkataan beliau :

أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى، هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ إِسْرَائِيلَ يَعْقُوبَ مَرِضَ مَرَضًا شَدِيدًا وَطَالَ سَقَمُهُ مِنْهُ، فَنَذَرَ لِلَّهِ نَذْرًا، لَئِنْ شَفَاهُ مِنْ سَقَمِهِ لَيُحَرِّمَنَّ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلَيْهِ، وَأَحَبَّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ، وَكَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَيْهِ ألْبَانَ الْإِبِلِ، وَكَانَ أَحَبُّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ لُحْمَانَ الْإِبِلِ؟» قَالُوا: اللَّهُمَّ نَعَمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ اشْهَدْ عَلَيْهِمْ»

“ aku meminta kalian bersaksi dihadapan Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa r, apakah kalian mengetahui bahwa Isroil adalah Ya’qub yang pernah sakit keras, dan lama penyakitnya, lalu beliau bernadzar kepada Allah dengan suatu nadzar, sekiranya Allah menyembuhkan penyakitnya, dirinya akan mengharamkan minuman dan makanan favoritnya. Minuman favoritnya adalah susu Unta dan makanan favoritnya yaitu daging Unta?”, mereka menjawab : ‘iya benar’. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “Ya Allah saksikanlah pengakuan mereka”.

Kondisi perowinya, Abdul Hamiid dinilai shoduq oleh Al Hafidz dalam “at-Taqriib”, Syahr bin Hausyab diperselisihkan kondisinya, kebanyakan ulama mendhoifkannya, karena hapalannya yang lemah. Beberapa ulama seperti Syaikh Syu’abi Arnauth dalam “ta’liq Musnad Ahmad” (4/278) berkata :

حسن، وهذا إسناد ضعيف، عبد الحميد بن بهرام تكلم بعضهم في روايته عن شهر، وقال أبو حاتم: يكتب حديثه ولا يحتج به، وشهر بن حوشب مختلف فيه، والأكثر على تضعيفه، وللحديث طريق آخر يتقوى به سيأتي برقم (2483) .

وأخرجه ابن جرير الطبري 4/5 من طريق يونس بن بكير، عن عبد الحميد بن بهرام، بهذا الإسناد. وسيأتي مطولاً برقم (2514) و (2515) .

“Hasan, sanad ini dhoif, Abdul Hamiid bin Bahroom, sebagian ulama membicarakan riwayatnya dari Syahr, Abu Hatim berkata : ‘ditulis haditsnya dan tidak dijadikan hujjah, Syahr bin Hausyab diperselisihkan kondisinya, kebanyakan ulama mendhoifkannya. Hadits ini memiliki jalan lain yang menguatkannya, nanti pada nomor 2483.

Ibnu Jariir at-Thobariy (4/5) meriwayatkan dari jalan Yunus bin Bukair dari Abdul Hamiid bin Bahroom, dengan sanad ini dan akan datang dengan matan yang panjang di nomor 2514 dan 2515”.

Nomor 2514 dan 2515 sanandnya masih dari Syahr, sehingga tentu ini bukan jalur penguatnya, kemudian saya merujuk kepada nomor 2483 dan Imam Ahmad disitu meriwayatkan dari Abdullah bin al-Waliid dari Bukair bin Syihaab dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu anhu. Para perowinya tsiqoh kecuali Bukair bin Syihaab, dinilai maqbul oleh Al Hafidz dalam “at-Taqriib” yang menunjukkan bahwa ia adalah ahlu syawahid (perowi yang dapat menjadi penguat hadits), sehingga berdasarkan hal inilah kelemahan Syahr dibantu oleh sanad Bukair ini. Namun ketika melihat matan haditsnya, maka yang berkaitan dengan Nabi Ya’qub r adalah Isroil, pada lafadz hadits hanya berisi :

قَالُوا: أَخْبِرْنَا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ

“mereka (orang Yahudi) berkata (kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam) : ‘apa yang diharamkan Isroil kepada dirinya sendiri?’”.

Disini tidak tegas dinyatakan bahwa Isroil yang dimaksud adalah Nabi Ya’qub r. Sekalipun telah masyhur bahwa nama lain untuk Nabi Ya’qub adalah Isroil, sebagaimana disebutkan oleh para ulama seperti Imam Ibnu Katsiir dalam “Qoshoshul ‘Anbiyaa”, namun jika tidak didapati riwayat yang marfu yang valid dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam tentu tidak menentramkan hati. Hampir saja, saya menganggap penyebutan Isroil untuk Nabi Ya’qub adalah lemah dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, seandainya saya tidak mendapatkan faedah dari tulisan yang dipublikasikan sebagai “Arsip Multaqo Ahlul Hadits”  berikut :

صلاح الدين الشامي

18-09-2005, 12:46 AM

ما الدليل -من القرآن أو الحديث- أن يعقوب هو إسرائيل؟؟.

صلاح الدين الشامي

18-09-2005, 07:55 PM

هل من مجيب؟.

أحمد بن سالم المصري

18-09-2005, 10:06 PM

أخرج الإمام أحمد في “المسند” (1/273) من طريق عبد الحميد بن بهرام ، عن شهر بن حوشب أنَّ عبد الله بن عباس قال :

[ حضرت عصابة من اليهود رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا : يا أبا القاسم حدثنا عن خلال نسألك عنها لا يعلمهن الا نبي فكان فيما سألوه : أي الطعام حرم إسرائيل على نفسه قبل أن تنزل التوراة ؟ قال : (( فأنشدكم بالله الذي أنزل التوراة على موسى هل تعلمون أن إسرائيل يعقوب عليه السلام مرض مرضاً شديداً فطال سقمه فنذر لله نذرا لئن شفاه الله من سقمه ليحرمن أحب الشراب إليه وأحب الطعام إليه فكان أحب الطعام إليه لحمانُ الإبل ، وأحب الشراب إليه ألبانها )) . فقالوا : اللهم نعم ] . قلت : وهذا حديث حسن ، وللحديث طريق آخر عن ابن عباس يقوي هذا الطريق ، وقد ذكره الشيخ مقبل الوادعي في “الصحيح المسند من أسباب النزول .

[ فائدة ] :

قال يحيى القطان : [ من أراد حديث شهر فعليه بعبد الحميد بن بَهْرام ] . قال أحمد بن حنبل : [ عبد الحميد بن بَهْرام حديثه عن شهر مقارب كان يحفظها كأنه سورة من القرآن ، وهي سبعون حديثاً طوال ] . وقال أيضاً : [ لا بأس بحديث عبد الحميد بن بَهرام عن شهر بن حوشب ] .

وعن ابن أبي حاتم قال : [ سألت أبي عن عبد الحميد فقال : هو في شهر بن حوشب مثل الليث بن سعد في سعيد المقبري . قلت : ما تقول فيه ؟ فقال : ليس به بأس ، أحاد يثه عن شهر صحاح لا أعلم روي عن شهر بن حوشب أحاديث أحسن منها ولا أكثر منها ، أملى عليه في سواد الكوفة . قلت :يحتج به ؟ قال : لا ، ولا بحديث شهر بن حوشب ولكن يكتب حديثه ] .

ـــــــــــــــــــــــــــ

وقال الحافظ ابن حجر في “فتح الباري” : [ أما قول بن مسعود فوصله عبد بن حميد ، وابن أبي حاتم بإسناد حسن عنه قال : “إلياس هو إدريس ، ويعقوب هو إسرائيل” ] . انتهى .

“Sholahuddin asy-Syaamiy (18-09-2005 12:46 AM)

Apa dalil –dari Al Qur’an atau hadis – bahwa Ya’qub adalah Isroil?

18-09-2005, 07.55 PM

Siapa yang mau menjawab?

Ahmad bin Saalim al-Mashriy (18-09-2005, 10:06 PM)

Imam Ahmad meriwayatkan dalam “al-Musnad” (1/273) dari jalan Andul Hamiid bin Bahroom dari Syahr bin Hausyab bahwa Abdullah bin ‘Abbas Rodhiyallahu anhu berkata : “Al Hadits”.

Aku berkata : ‘sanadnya Hasan, hadits ini memiliki jalan lain dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu anhu yang menguatkan sanad ini, asy-Syaikh Muqbil al-Waadi’iy menyebutkannya dalam “ash-Shahih al-Musnad min Asbaab an-Nuzuul”.

Faedah :

Yahya ibnul Qohthoon berkata : ‘barangsiapa yang menginginkan haditsnya Syahr, maka carilah dari riwayat Abdul Hamiid bin Bahroom’.

Ahmad berkata : ‘Abdul Hamiid bin Bahroom haditsnya dari Syahr muqoorib (mendekati hasan), beliau menghapalnya seolah-olah seperti hapakan surat Al Qur’an, yaitu ada 70 hadits yang panjang’., beliau juga berkata : ‘tidak mengapa haditsnya Abdul Hamiid bin Bahroom dari Syahr bin Hausyab’.

Dari Ibnu Abi Hatim ia berkata : ‘aku bertanya kepada Bapakku tentang Abdul Hamiid, apakah haditsnya dari Syahr bin Hausyab seperti al-Laits bin Sa’ad dari Sa’id al-Maqbariy?, bagaimana pendapatmu?’, Bapakku menjawab : ‘tidak mengapa, hadits-haditsnya shahih, aku tidak mengetahuinya ada yang meriwayatkan dari Syahr bin Hausyab hadits-hadits yang lebih bagus dan lebih banyak dibandingkan Abdul Hamiid, aku lebih condong kepadanya dibandingkan perowi Kufah’. Aku bertanya lagi : ‘dijadikan hujjah haditsnya?, beliau menjawab : ‘tidak, dan tidak juga hadits Syahr bin Hausyab, namun ditulis haditsnya’.

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam “Fathul Bariy” : ‘adapun ucapan Ibnu Mas’ud yang disambungkan sanadnya oleh Abdu bin Humaid dan Ibnu Abi Hatim dengan sanad Hasan, bahwa Ibnu Mas’u Rodhiyallahu anhu berkata : ‘Ilyaas adalah Nabi Idris dan Ya’qub adalah Isroil’.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: