SYARAH BUKHORI KITAB WUDHU BAB 40 PENGGUNAAN SISA AIR WUDHU

December 15, 2013 at 11:25 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

40 – باب اسْتِعْمَالِ فَضْلِ وَضُوءِ النَّاسِ

وَأَمَرَ جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَهْلَهُ أَنْ يَتَوَضَّئُوا بِفَضْلِ سِوَاكِهِ

Bab 40 Penggunaan Sisa Air Wudhu

Jariir bin Abdullah Rodhiyallahu anhu memerintahkan keluarganya untuk berwudhu dari air bekas sikat giginya

 

Penjelasan :

Atsar sahabat Jariir Rodhiyallahu anhu diriwayatkan dengan sanad bersambung, sebagaimana penjelasan Al Hafidz dalam “Al Fath”    :

هَذَا الْأَثَر وَصَلَهُ اِبْن أَبِي شَيْبَة وَالدَّارَقُطْنِيّ وَغَيْرهمَا مِنْ طَرِيق قَيْس بْن أَبِي حَازِم عَنْهُ ، وَفِي بَعْض طُرُقه ” كَانَ جَرِير يَسْتَاك وَيَغْمِس رَأْس سِوَاكه فِي الْمَاء ثُمَّ يَقُول لِأَهْلِهِ : تَوَضَّئُوا بِفَضْلِهِ ، لَا يَرَى بِهِ بَأْسًا ” وَهَذِهِ الرِّوَايَة مُبَيِّنَة لِلْمُرَادِ ، وَظَنَّ اِبْن التِّين وَغَيْره أَنَّ الْمُرَاد بِفَضْلِ سِوَاكه الْمَاء الَّذِي يُنْتَقَع فِيهِ الْعُود مِنْ الْأَرَاك وَغَيْره لَيْلَيْنِ فَقَالُوا : يُحْمَل عَلَى أَنَّهُ لَمْ يُغَيِّر الْمَاء ، وَإِنَّمَا أَرَادَ الْبُخَارِيّ أَنَّ صَنِيعه ذَلِكَ لَا يُغَيِّر الْمَاء ، وَكَذَا مُجَرَّد الِاسْتِعْمَال لَا يُغَيِّر الْمَاء فَلَا يَمْتَنِع التَّطَهُّر بِهِ . وَقَدْ صَحَّحَهُ الدَّارَقُطْنِيُّ بِلَفْظِ ” كَأَنْ يَقُول لِأَهْلِهِ : تَوَضَّئُوا مِنْ هَذَا الَّذِي أُدْخِل فِيهِ سِوَاكِي ” وَقَدْ رُوِيَ مَرْفُوعًا ، أَخْرَجَهُ الدَّارَقُطْنِيُّ مِنْ حَدِيث أَنَس ” أَنَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَوَضَّأ بِفَضْلِ سِوَاكه ” وَسَنَده ضَعِيف ، وَذَكَرَ أَبُو طَالِب فِي مَسَائِله عَنْ أَحْمَد أَنَّهُ سَأَلَهُ عَنْ مَعْنَى هَذَا الْحَدِيث فَقَالَ : كَانَ يُدْخِل السِّوَاك فِي الْإِنَاء وَيَسْتَاك ، فَإِذَا فَرَغَ تَوَضَّأَ مِنْ ذَلِكَ الْمَاء . وَقَدْ اِسْتَشْكَلَ إِيرَاد الْبُخَارِيّ لَهُ فِي هَذَا الْبَاب الْمَعْقُود لِطَهَارَةِ الْمَاء الْمُسْتَعْمَل ، وَأُجِيبَ بِأَنَّهُ ثَبَتَ أَنَّ السِّوَاك مُطَهِّر لِلْفَمِ ، فَإِذَا خَالَطَ الْمَاء ثُمَّ حَصَلَ الْوُضُوء بِذَلِكَ الْمَاء كَانَ فِيهِ اِسْتِعْمَال لِلْمُسْتَعْمَلِ فِي الطَّهَارَة .

”Atsar ini disambungkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Daruquthni serta selainnya dari jalan Qois bin Abi Haazim dari Jariir Rodhiyallahu anhu. Dalam sebagian jalannya lafadznya : ‘Jariir bersiwak lalu mencelumkan kepala siwaknya kedalam air, lalu berkata kepada keluarganya : ‘berwudhulah kalian dari sisa airnya, tidak mengapa’’.

Ini adalah riwayat yang dimaksud oleh Imam Bukhori. Ibnu At-Tiin dan selainnya menyangka bahwa yang dimaksud dengan sisa air siwak adalah air yang digunakan batang kayu siwak dan selainnya. Mereka berkata : ‘dimungkinkan bahwa hal tersebut tidak merubah air, hanyalah yang diinginkan Imam Bukhori bahwa perbuatan tersebut tidak merubah air, demikianlah sekedar menggunakan air untuk membasahi siwak tidak merubah air, sehingga tidak menghalangi untuk bersuci dari bekas air tersebut.

Daruquthni telah menshahihkan dengan lafadz : “Jariir Rodhiyallahu anhu berkata kepada keluarganya : ‘berwudhulah dari air yang siwakku telah aku celumkan kedalamnya’. Telah diriwayatkan secara marfu, yang dikeluarkan oleh Daruquthni dari hadits Anas Rodhiyallahu anhu : “bahwa Nabi r berwudhu dari bekas air siwaknya”. Sanadnya lemah.

Abu Thoolib telah menyebutkan dalam “Masail” dari Ahmad bahwa ia bertanya kepada Imam Ahmad tentang makna hadits ini, jawab beliau : ‘Beliau memasukkan siwaknya kedalam air, lalu bersiwak, ketika sudah selesai, Beliau berwudhu dengan air tersebut’.

Apa yang diinginkan Imam Bukhori pada bab ini, telah membuat isykal berkaitan dengan sucinya air musta’mal. Dijawab bahwa telah tetap siwak membersihkan mulut, maka jika ia bercampur dengan air, lalu menggunakan wudhu dengan air tersebut, maka penggunaannya adalah penggunaan untuk bersuci”.

 

Berkata Imam Bukhori :

 

187 – حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ يَقُولُ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِالْهَاجِرَةِ ، فَأُتِىَ بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَأْخُذُونَ مِنْ فَضْلِ وَضُوئِهِ فَيَتَمَسَّحُونَ بِهِ ، فَصَلَّى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ ، وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ

54). Hadits no. 187

“Haddatsanaa Adam ia berkata, haddatsanaa Syu’bah ia berkata, haddatsanaa Al Hakam ia berkata, aku mendengar Abu Juhaifah berkata : ‘kami pergi hijrah bersama Rasulullah r, lalu didatangkan air wudhu kepada Beliau, lalu Beliau pun berwudhu. Para sahabat mengambil bekas wudhunya lalu diusap-usapkan ke tubuh mereka. Lalu Nabi r mengimami sholat dhuhur 2 rakaat, ashar 2 rakaat dan didepannya tertancap tombak”.

HR. Muslim no. 1151

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua biografi perowinya telah berlalu sebelumnya.

 

Berkata Imam Bukhori :

 

188 – وَقَالَ أَبُو مُوسَى دَعَا النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِقَدَحٍ فِيهِ مَاءٌ ، فَغَسَلَ يَدَيْهِ وَوَجْهَهُ فِيهِ ، وَمَجَّ فِيهِ ثُمَّ قَالَ لَهُمَا اشْرَبَا مِنْهُ ، وَأَفْرِغَا عَلَى وُجُوهِكُمَا وَنُحُورِكُمَا

55). Hadits no. 188

“Abu Musa berkata : ‘Nabi r meminta air disebuah bejana, lalu beliau membasuh tangan dan wajahnya lalu mebacakan sesuatu dan menghembuskannya ke air tersebut, lalu beliau berkata kepada keduanya : ‘minumlah air tersebut! Lalu usapkan di wajah dan leher kalian!”.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Diriwayatkan dengan sanad bersambung oleh Imam Bukhori sendiri dalam kitab shahihnya no. 4328 dan Imam Muslim no. 6561.

 

Berkata Imam Bukhori :

 

189 – حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِى عَنْ صَالِحٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِى مَحْمُودُ بْنُ الرَّبِيعِ قَالَ وَهُوَ الَّذِى مَجَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى وَجْهِهِ وَهْوَ غُلاَمٌ مِنْ بِئْرِهِمْ . وَقَالَ عُرْوَةُ عَنِ الْمِسْوَرِ وَغَيْرِهِ يُصَدِّقُ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا صَاحِبَهُ وَإِذَا تَوَضَّأَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – كَادُوا يَقْتَتِلُونَ عَلَى وَضُوئِهِ .

56). Hadits no. 189

“Haddatsanaa Ali bin Abdullah ia berkata, haddatsanaa Ya’qub bin Ibrohiim bin Sa’ad ia berkata, haddatsanaa Bapakku dari Shoolih dari Ibnu Syihaab ia berkata, akhbaronii Mahmuud ibnur Robii’ Rodhiyallahu anhu ia berkata : dialah yang disembur wajahnya oleh Rasulullah r pada waktu masih kecil’.

Urwah berkata dari Al Miswar dan selainnya Miswar dan temannya saling membenarkan satu sama lain, yaitu jika Nabi r berwudhu, orang-orang hampir berkelahi untuk berebutan wudhu Nabi r”.

Bagian pertama dikeluarkan juga oleh Imam Muslim pada no. 902.

Bagian kedua diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam kisah yang panjang pada no. 2731 & 2732, sahabat Miswar adalah Marwaan.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua biografi perowinya telah berlalu sebelumnya, kecuali :

 

1.  Nama                      : Abu Abdir Rokhman Al Miswar bin Makhromah bin Naufal Rodhiyallahu anhu

Kelahiran                : Lahir 2 H di Mekkah dan wafat tahun 64 H di Mekkah

Negeri tinggal         : Mekkah

Komentar ulama      : Sahabat

Hubungan Rowi       : Pada saat Nabi r meninggal dunia, umur beliau 8 tahun

 

2.  Nama                      : Abu Abdil Malik Marwan ibnul Hakam ibnu Abil ‘Ash Al Umawiy Al Madaniy

Kelahiran                : Lahir 2 H di Thoif atau 4 H wafat tahun 65 di Damaskus

Negeri tinggal         : Madinah

Komentar ulama      : Tabi’I Kibar, beliau belum sempat mendengar dan melihat Nabi r, karena dahulu ayahnya Al Hakam pernah diajak Nabi r namun tidak memenuhinya, ayahnya baru pergi ke Madinah pada saat pemerintahan Utsman bin ‘Affaan Rodhiyallahu anhu.

Hubungan Rowi       : beliau adalah teman dekatnya Al Miswar Rodhiyallahu anhu

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Berkata Imam Bukhori :

40 م – باب

190 – حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ عَنِ الْجَعْدِ قَالَ سَمِعْتُ السَّائِبَ بْنَ يَزِيدَ يَقُولُ ذَهَبَتْ بِى خَالَتِى إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ ابْنَ أُخْتِى وَجِعٌ . فَمَسَحَ رَأْسِى وَدَعَا لِى بِالْبَرَكَةِ ، ثُمَّ تَوَضَّأَ فَشَرِبْتُ مِنْ وَضُوئِهِ ، ثُمَّ قُمْتُ خَلْفَ ظَهْرِهِ ، فَنَظَرْتُ إِلَى خَاتَمِ النُّبُوَّةِ بَيْنَ كَتِفَيْهِ مِثْلِ زِرِّ الْحَجَلَةِ .

Bab 40 (m)

57). Hadits no. 190

“Haddatsanaa Abdur Rokhman bin Yunus ia berkata, haddatsanaa Haatim bin Ismail dari Al Ja’di ia berkata, aku mendengar As-Saaib bin Yaziid Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘aku dan bibiku pergi bersama menemui Nabi r, bibiku berkata : ‘wahai Rasulullah, keponakanku sakit’. Maka Nabi r mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan untukku, lalu berwudhu dan aku minum dari bekas wudhunya, lalu aku naik punggung Beliau r, aku melihat cincin kenabian diantara 2 pundaknya seperti burung merpati putih”.

HR. Muslim no. 6233

Penjelasan biografi perowi hadits :

1.  Nama                      : Abu Muslim Abdur Rokhman bin Yunus bin Haasyim

Kelahiran                : Lahir 164 H dan wafat tahun 224 H atau setelahnya di Baghdad

Negeri tinggal         : Baghdad

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Hibban. Imam Abu Hatim menilainya, shoduq

Hubungan Rowi       : Haatim adalah salah seorang gurunya.

2.  Nama                      : Abu Ismail Haatim bin Ismail

Kelahiran                : Wafat tahun 186 atau 187 H di Madinah

Negeri tinggal         : Madinah

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Al’ijli dan Imam Ibnu Hibban. Imam Nasa’I menilainya, ‘Laisa bihi ba’sun’.

Hubungan Rowi       : Al Ja’du adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya.

3.  Nama                      : Al Ja’du bin Abdur Rokhman bin Aus

Kelahiran                : Wafat tahun 144 H

Negeri tinggal         : Madinah

Komentar ulama      : Tabi’I shoghiir. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in dan Imam Nasa’I.

Hubungan Rowi       : As-Saaib Rodhiyallahu anhu adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya.

4.  Nama                      : As-Saaib bin Yaziid Rodhiyallahu anhu

Kelahiran                : Wafat tahun 91 H atau sebelumnya di Madinah

Negeri tinggal         : Madinah

Komentar ulama      : Sahabat.

Hubungan Rowi       : Beliau dan ayahnya adalah sahabat Nabi r

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits-hadits tersebut dalil sucinya air musta’mal.
  2. Telah berlalu penjelasan berkaitan dengan sanggahan bahwa hal ini khusus kepada Nabi r saja.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: