KELUARGA SHOLIH – BAHZ, BAPAKNYA DAN KAKEKNYA

December 18, 2013 at 12:18 am | Posted in Siroh | Leave a comment

KELUARGA SHOLIH AHLUL HADITS

MUKADIMAH

Memiliki keluarga yang sholih adalah dambaan setiap Muslim, kita hidup pada zaman manusia memiliki sifat hedonis yang tinggi. Seseorang dianggap sukses ketika ia mendapatkan harta kekayaan yang melimpah yang bahkan dapat diwariskan sampai 7 turunan. Kemudian keluarga-keluarga kaya ini menjadi idaman dan dambaan manusia pada zaman ini. Tentunya kita sebagai seorang Muslim, tidak hanya mengukur kesuksesan dari segi materi, namun dari tingkat kesholihan dalam beragama.

Bukankah kita ingin meneladani Nabi Ibrohim yang memiliki keturunan-keturunan yang sholih, dimana dari anak cucunya banyak yang menjadi manusia paling bertakwa pada zamannya, yaitu para Nabi dan Rasul. Kemudian lahirlah dari anak keturunanya seorang manusia yang paling baik di seluruh alam semesta yaitu Nabi kita Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa Salaam. Nabi Ibrohim r pernah berdoa agar diberikan anak keturunan yang senantiasa menyembah Allah Azza wa Jalla, hal ini diabadikan oleh ALLah Azza wa Jalla dalam Al-Qur’an :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آَمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ (35) رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (36) رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (37) رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ (38) الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (39) رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (40) رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41)

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrohim : 35-41).

Berikut akan kami tampilkan keluarga sholih ahlul hadits dimana seorang anak meriwayatkan dari bapaknya dari kakeknya dan seterusnya, yang mana menunjukkan bahwa keluarga ini adalah keluarga yang mencintai ilmu, khususnya ilmu hadits. Kami tampilkan sedikit biografi mereka sebagai selingan dalam tulisan kami –Insya Allah berseri, jika penulis diberikan keluasan ilmu dan waktu- untuk menggugah semangat kita agar bisa mendidik dan mengarahkan anak cucu kita agar menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat. Amiin

 

SILSILAH BAHZ BIN HAKIIM DARI BAPAKNYA DARI KAKEKNYA

Yang pertama kami tampilkan adalah ulama ahlu hadits Bahz bin Hakiim dan bapak serta kakeknya, hal ini sesuai dengan kemudahan penulis mendapatkan sumber informasi mereka.

Bahz bin Hakiim adalah seorang ulama hadits yang wafat pada tahun 160 H, beliau tinggal di Bashroh sebuah kota ilmu pada zamannya. Beliau ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Ali ibnul Madini, Imam Nasa’I, Imam Al Hakim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Qutaibah dan Imam Ibnu Hibban. Imam Bukhori menulis haditsnya sebagai mu’alaq, dengan sighot (bentuk kalimat) jazm (aktif) yang menunjukkan haditsnya dapat dijadikan hujjah. Selain bapaknya beliau pernah berguru kepada Zuroroh bin Aufa salah seorang ulama hadits di bashroh, beliau adalah perowi tsiqoh dan dipakai oleh Bukhori-Muslim dalam kitab shahihnya. Kemudian juga kepada Hisyaam bin Urwah salah seorang ulama Madinah yang tsiqoh, namun Imam Al Mizzi meragukan apakah Bahz memang pernah berguru kepadanya, jika benar maka menunjukkan beliau melakukan rihlah untuk menuntut ilmu sampai ke luar negerinya. Kemudian barangkali yang menjadi keunggulannya adalah, beliau memiliki beberapa murid para Aimah yang pakar di bidang hadits dan ilmu lainnya, seperti Hammad bin Zaid dan Hammad bin Salamah, Sufyan ats-Tsauri, Ismail bin Ulayyah dan masih banyak Aimah ahlul hadits lainnya.

Bapaknya yang bernama Hakiim bin Mu’awiyyah bin Haidah, termasuk dalam thobaqoh Tabi’I wasith (pertengahan) menurut Al Hafidz Ibnu Hajar. Beliau tinggal di Bashroh juga. Imam Al’Ijli, Imam Al Hakim dan Imam Ibnu Hibban memberikan penilaian tsiqoh untuknya. Mungkin beliau adalah salah satu Bapak yang beruntung di dunia, bagaimana tidak beliau memiliki 3 orang anak yang semuanya berkecimpung dalam dunia hadits, yaitu Bahz sebagaimana diatas, lalu Sa’id yang dinilai tsiqoh oleh Imam Nasa’I dan Imam Ibnu Hibban serta Mihroon. – Semoga kita dikarunia anak-anak yang sholih yang berjuang di jalan Allah menegakkan agama ini, Amiin -. Bapaknya Hakiim adalah Mu’awiyyah bin Haidah Rodhiyallahu anhu salah seorang sahabat Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam.

Kakeknya Bahz yaitu Mu’awiyyah bin Haidah Rodhiyallahu anhu, as-Saaib al-Kalbiy mengatakan bahwa beliau Rodhiyallahu anhu berperang di Khurosaan lalu wafat disana.

Silsilah keluarga ini dinilai oleh para ulama sebagai berikut :

  • Imam Ibnu Ma’in pernah ditanya tentang silsilah ini, jawab beliau : “إسناد صحيح” (sanadnya shahih).
  • Imam Abu Dawud berkata : “أحاديثه صحاح” (Hadits-haditsnya shahih).
  • Imam Abu Hatim lebih menyukai silsilah haditsnya ‘Amr bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya dibandingkan silsilah ini. Apabila silsilah keluarga ‘Amr shahih, maka tentunya silsilah Bahz tidak jauh dari itu ataupun jika Hasan, maka tidak jatuh sampai kepada silsilah hadits lemah.
  • Imam Abu Ja’far as-Sibtiy berkata : “بهز بن حكيم عن أبيه عن جده صحيح” (Bahz bin Hakiim dari Bapaknya dari Kakeknya adalah (hadits) shahih).

Akhirnya kita berdoa supaya diberikan anak keturunan yang sholih sehingga menjadi penyejuk mata bagi kita, sebagaimana doa yang diajarkan Rabbunna Azza wa Jalla :

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqon : 74).

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: