SHAHIH TAFSIR QS. AL BAQOROH AYAT 47

December 18, 2013 at 12:16 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

QS. Al Baqoroh ayat 47

Tafsir : وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ  

{dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat}

Imam Ibnu Jariir ath-Thobari (1/24) berkata :

قوله: (وأني فضلتكم على العالمين) مخرج العموم، وهو يريد به خصوصا; لأن المعنى: وإني فضلتكم على عالم من كنتم بين ظهريه وفي زمانه

“Firmannya : {dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat}, ini keluar dari keumumannya, yakni yang dimaksud dengan khusus, karena maknya firman : “dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat “  pada waktu zaman kalian hidup (yaitu zamannya Nabi Musa r -pent.).

Lalu Imam ath-Thobari berkata (1/25) :

الدليل على صحة ما قلنا من أن تأويل ذلك على الخصوص الذي وصفنا ما

“Dalil yang membenarkan kebenaran apa yang kami katakan untuk mentakwil hal tersebut bahwa hal itu adalah khusus sebagaimana yang telah kami sifatkan yaitu :

873 – حدثني به يعقوب بن إبراهيم، قال: حدثنا ابن علية، وحدثنا الحسن بن يحيى، قال: أخبرنا عبد الرزاق، قال: أخبرنا معمر جميعا، عن بهز بن حكيم، عن أبيه، عن جده، قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:”ألا إنكم وفيتم سبعين أمة” -قال يعقوب في حديثه: أنتم آخرها-. وقال الحسن:”أنتم خيرها وأكرمها على الله”

“haddatsanii Ya’qub bin Ibrohim ia berkata, haddatsanaa Ibnu Ulaiyyah dan haddatsanaa Al-Hasan bin Yahyah ia berkata, akhbaronaa Abdur Rozaq ia berkata, akhbaronaa Ma’mar semuanya dari Bahz bin Hakiim dari Bapaknya dari Kakeknya ia berkata, saya mendengar Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “ingatlah kalian penyempurna bagi 70 umat – Ya’qub dalam haditsnya berkata : “kalian yang paling akhir” – al-Hasan berkata : “kalian yang paling akhir dan paling mulia dihadapan Allah”.

Status hadits :

Kondiri perowinya adalah Ya’qub, Ibnu Ulaiyyah perowi tsiqoh, perowinya Bukhori-Muslim; al-Hasan bin Yahya perowi shoduq; Abdur Rozaq dan Ma’mar 2 Imam Ahlul Hadits yang masyhur; silsilah Bahz bin Hakiim dari Bapaknya dari kakeknya, dinilai sebagai silsilah hadits shahih oleh Imam Hakim dan Imam Abu Ja’far as-sabtiy, sedangkan Imam Abu Hatim lebih menyukai silsilah ‘Amr bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya. Maka berdasarkan perselisisihan ini, minimal silsilah Bahz ini hasanul hadits.

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah dalam sunannya masing-masing, lalu dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al Albani di beberapa tempat dalam kitabnya.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: