SYARAH BUKHORI KITAB WUDHU BAB 45 BERSUCI DI BEJANA

December 21, 2013 at 5:12 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

45 – باب الْغُسْلِ وَالْوُضُوءِ فِى الْمِخْضَبِ وَالْقَدَحِ وَالْخَشَبِ وَالْحِجَارَةِ

Bab 45 Mandi dan Berwudhu di Bejana dan Tempat Air, Kayu dan Batu

 

Penjelasan :

 

Yakni berkaiatan dengan tempat yang digunakan untuk bersuci.

 

Berkata Imam Bukhori :

 

195 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ حَضَرَتِ الصَّلاَةُ ، فَقَامَ مَنْ كَانَ قَرِيبَ الدَّارِ إِلَى أَهْلِهِ ، وَبَقِىَ قَوْمٌ ، فَأُتِىَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِمِخْضَبٍ مِنْ حِجَارَةٍ فِيهِ مَاءٌ ، فَصَغُرَ الْمِخْضَبُ أَنْ يَبْسُطَ فِيهِ كَفَّهُ ، فَتَوَضَّأَ الْقَوْمُ كُلُّهُمْ . قُلْنَا كَمْ كُنْتُمْ قَالَ ثَمَانِينَ وَزِيَادَةً

62). Hadits no. 195

“Haddatsanaa Abdullah bin Muniir, ia mendengar Abdullah bin Bakar berkata, haddatsanaa Humaid dari Anas Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘Shalat telah tiba, berdirilah orang-orang yang rumahnya dekat pulang kepada keluarganya, lalu masih tersisa sejumlah sahabat. Rasulullah r didatangkan tempat air dari batu yang didalamnya terdapat air, Tempat airnya terlalu kecil untuk dibentangkan telapak tangan didalamnya, lalu orang-orang berwudhu semuanya. Kami berkata : ‘berapa jumlah kalian?, Anas menjawab : ‘lebih dari 80 orang”.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua biografi perowinya telah berlalu sebelumnya, kecuali :

 

1.  Nama                      : Abu Abdir Rokhman Abdullah bin Muniir

Kelahiran                : Wafat 241 H atau setelahnya

Negeri tinggal         : Marwazi

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Hibban.

Hubungan Rowi       : Abdullah bin Bakar adalah salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

 

2.  Nama                      : Abu Wahhaab Abdullah bin Bakar

Kelahiran                : Wafat 208 H

Negeri tinggal         : Bashroh

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Ahmad, Imam Ibnu Ma’in, Imam Daruquthni, Imam Al’ijli dan Imam Ibnu Hibban.

Hubungan Rowi       : Humaid Ath-Thaawil adalah salah seorang gurunya, dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Penjelasan Hadits :

  1. Salah satu mukjizat Nabi r yang menjadikan air yang kelihatannya sedikit, namun mencukupi digunakan untuk bersuci sampai puluhan orang.
  2. Bolehnya bersuci dari tempat air, baik yang ukurannya kecil apalagi yang besar, selama tempat air tersebut suci.
  3. Yang wajib ketika akan berwudhu berusaha semaksimal mungkin untuk menggunakan air, walaupun pada saat itu sedang musim kemarau, namun jika tidak mendapatkannya juga maka diberikan keringanan dengan tayamum.

 

 

Berkata Imam Bukhori :

 

196 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِى بُرْدَةَ عَنْ أَبِى مُوسَى أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَعَا بِقَدَحٍ فِيهِ مَاءٌ ، فَغَسَلَ يَدَيْهِ وَوَجْهَهُ فِيهِ وَمَجَّ فِيهِ

63). Hadits no. 196

“Haddatsanaa Muhammad ibnul ‘Alaa’ ia berkata, haddatsanaa Abu Usamah dari Buroid dari Abo Burdah dari Abi Musa Rodhiyallahu anhu bahwa Nabi r meminta satu bejana yang berisi air. Lalu beliau membasuh kedua tangannya dan wajahnya, serta menyemburkan air dari mulutnya ke bejana tersebut”.

HR. Muslim no. 6561

 

 

 

 

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua biografi perowinya telah berlalu sebelumnya. Ini silsilah keturunan, yakni Buroid meriwayatkan dari kakeknya Abu Burdah bin Abi Musa, lalu Abu Burdah meriwayatkan dari Bapaknya Abu Musa Rodhiyallahu anhu.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Dalam shahih Muslim terdapat keterangan bahwa Nabi r melakukan hal ini untuk memberikan berkah kepada sahabatnya Abu Musa dan Bilaal Rodhiyallahu anhumaa, agar mereka menemui orang Arab Badui dan memberikan kabar gembira kepadanya, Nabi setelah mencuci kedua tangan dan wajahnya dari air bejana tersebut, lalu menyemburkan air pada bejana tersebut, berkata kepada sahabat Abu Musa dan Bilaal Rodhiyallahu anhumaa :

اشْرَبَا مِنْهُ وَأَفْرِغَا عَلَى وُجُوهِكُمَا وَنُحُورِكُمَا وَأَبْشِرَا

“Kalian berdua minumlah airnya, lalu usapkan di wajah dan leher kalian, lalu bergembiralah”.

  1. Dalam hadits ini dalil, Nabi r bersuci menggunakan “Qodh” (bejana/baskom) untuk tempat air.

 

Berkata Imam Bukhori :

 

197 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِى سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَتَى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَأَخْرَجْنَا لَهُ مَاءً فِى تَوْرٍ مِنْ صُفْرٍ فَتَوَضَّأَ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ ، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِهِ وَأَدْبَرَ ، وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ

 

64). Hadits no. 197

“Haddatsanaa Ahmad bin Yunus ia berkata, haddatsanaa Abdul Aziz bin Abi Salamah ia berkata, haddatsanaa ‘Amr bin Yahya dari Bapaknya dari Abdullah bin Zaid Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘Rasulullah r mendatangi kami, lalu kami mengeluarkan air didalam bejana Kuningan, lalu berwudhu dengannya, Beliau r membasuh wajahnya dan kedua tangannya 2 kali 2 kali, lalu mengusap kepalanya mulai dari depan ke belakang, lalu membasuh kedua kakinya”.

 

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua biografi perowinya telah berlalu sebelumnya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits ini dalil, Nabi r berwudhu dari bejana kuningan.

 

 

Berkata Imam Bukhori :

 

198 – حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِىِّ قَالَ أَخْبَرَنِى عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا ثَقُلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – وَاشْتَدَّ بِهِ وَجَعُهُ ، اسْتَأْذَنَ أَزْوَاجَهُ فِى أَنْ يُمَرَّضَ فِى بَيْتِى ، فَأَذِنَّ لَهُ ، فَخَرَجَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بَيْنَ رَجُلَيْنِ تَخُطُّ رِجْلاَهُ فِى الأَرْضِ بَيْنَ عَبَّاسٍ وَرَجُلٍ آخَرَ . قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ فَأَخْبَرْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ أَتَدْرِى مَنِ الرَّجُلُ الآخَرُ قُلْتُ لاَ . قَالَ هُوَ عَلِىٌّ . وَكَانَتْ عَائِشَةُ – رضى الله عنها – تُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ بَعْدَ مَا دَخَلَ بَيْتَهُ وَاشْتَدَّ وَجَعُهُ « هَرِيقُوا عَلَىَّ مِنْ سَبْعِ قِرَبٍ ، لَمْ تُحْلَلْ أَوْكِيَتُهُنَّ ، لَعَلِّى أَعْهَدُ إِلَى النَّاسِ » . وَأُجْلِسَ فِى مِخْضَبٍ لِحَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ، ثُمَّ طَفِقْنَا نَصُبُّ عَلَيْهِ تِلْكَ حَتَّى طَفِقَ يُشِيرُ إِلَيْنَا أَنْ قَدْ فَعَلْتُنَّ ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى النَّاسِ

64). Hadits no. 198

“Haddatsanaa Abul Yaman ia berkata, akhbaronaa Syu’aib dari Az-Zuhriy ia berkata,  akhbaronii ‘Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah bahwa Aisyah Rodhiyallahu anha berkata : ‘ketika Nabi r semakin berat kondisinya dan sakitnya semakin parah, Beliau r meminta ijin kepada istri-istrinya agar Beliau tinggal di rumahku, lalu para istri-istri Beliau mengijinkannya. Nabi r keluar dengan dituntun oleh kedua sahabatnya, yakni Abbad dan sahabat satunya lagi. ‘Ubaidillah berkata : ‘Abdullah bin ‘Abbaas Rodhiyallahu anhu mengabariku, ia berkata : ‘tahukah kamu siapa laki-laki yang lain tadi?’, aku berkata : ‘tidak’, Ibnu Abbaas Rodhiyallahu anhu berkata, ia adalah Ali Rodhiyallahu anhu.

Kemudian Aisyah Rodhiyallahu anhu melanjutkan kisahnya setelah Nabi r tinggal di rumahnya dan sakitnya bertambah parah. Nabi r berkata : “Guyurlah aku dengan air dari tujuh geriba, jangan dibuka ikatnya, mudah-mudahan aku bisa menemui orang-orang”. Lalu Nabi r didudukkan diatas bak air miliki Hafshoh istri Nabi r, lalu kami menemani Beliau dan mengguyurkan air ke badan Beliau, sampai Beliau mengisyaratkan kepada kami, bahwa hal itu telah cukup kami lakukan, kemudian Beliau keluar menemui orang-orang”.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua biografi perowinya telah berlalu sebelumnya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits ini dalil, bahwa Nabi r bersuci di Mihdhob (bak air) yang biasanya digunakan untuk mencuci pakaian.
  2. Penggunaan tujuh geriba adalah dalam rangka pengobatan, karena biasanya syar’I menyukai angka ganjil. Nabi r bersabda :

وَهْوَ وَتْرٌ يُحِبُّ الْوَتْرَ

“Allah Witr, menyukai bilangan ganjil“ (Muttafaqun ‘Alaih).

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: