SYARAH BUKHORI KITAB WUDHU BAB 46 WUDHU DARI TAUR

December 21, 2013 at 2:01 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

46 – باب الْوُضُوءِ مِنَ التَّوْرِ

Bab  46 Wudhu dari At-Taur

 

Penjelasan :

 

At-Taur menurut Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “Al Fath” menyerupai Ath-Thostu yakni baskom. Dan telah berlalu pada bab sebelumnya perbuatan Nabi r yang bersuci dari berbagai macam tempat air. Ini semua menunjukkan sahnya bersuci pada air yang sedikit, apabila tidak ada najis didalamnya.

Berkata Imam Bukhori :

 

199 – حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ قَالَ حَدَّثَنِى عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ عَمِّى يُكْثِرُ مِنَ الْوُضُوءِ ، قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَخْبِرْنِى كَيْفَ رَأَيْتَ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَوَضَّأُ فَدَعَا بِتَوْرٍ مِنْ مَاءٍ ، فَكَفَأَ عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَهُمَا ثَلاَثَ مِرَارٍ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِى التَّوْرِ ، فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ مِنْ غَرْفَةٍ وَاحِدَةٍ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَاغْتَرَفَ بِهَا فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ ، ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِهِ مَاءً ، فَمَسَحَ رَأْسَهُ ، فَأَدْبَرَ بِيَدَيْهِ وَأَقْبَلَ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ، فَقَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَوَضَّأُ

61). Hadits no. 199

“Haddatsanaa Khoolid bin Makhlad ia berkata, haddatsanaa Sulaiman ia berkata, haddatsanii ‘Amr bin Yahya dari Bapaknya  ia berkata, Pamanku sangat sering berwudhu, lalu ia berkata kepada Abdullah bin Zaid  Rodhiyallahu ‘anhu : ‘beritahu aku bagaimana engkau melihat Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam berwudhu?’. Kemudian Abdullah meminta satu baskom air, ia mencelumkan kedua telapak tangannya, lalu mencucinya sebanyak tiga kali, lalu beliau memasukkan tangannya ke baskom, lalu berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung sebanyak tiga kali dari satu cidukan, lalu memasukkan tangannya, lalu menciduknya untuk membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, lalu mencuci kedua tangannya sampai kedua sikunya dua kali dua kali, lalu mengambil air dengan kedua tangannya, lalu mengusap kepalanya, diusap dengan kedua tangannya kebelakang lalu dikembalikan kedepan, lalu mencuci kedua kakinya. Kemudian beliau : ‘demikian aku melihat Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam berwudhu’”.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Perbuatan sahabat Abdullah bin Zaid  Rodhiyallahu ‘anhu yang berwudhu dari Taur (baskom) kemudian menyandarkan perbuatannya mencontoh Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam, maka menunjukkan bahwa Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam pernah berwudhu dari baskom.

 

 

Berkata Imam Bukhori :

 

200 – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَعَا بِإِنَاءٍ مِنْ مَاءٍ ، فَأُتِىَ بِقَدَحٍ رَحْرَاحٍ فِيهِ شَىْءٌ مِنْ مَاءٍ ، فَوَضَعَ أَصَابِعَهُ فِيهِ . قَالَ أَنَسٌ فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَى الْمَاءِ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ ، قَالَ أَنَسٌ فَحَزَرْتُ مَنْ تَوَضَّأَ مَا بَيْنَ السَّبْعِينَ إِلَى الثَّمَانِينَ

62). Hadits no. 200

“Haddatsanaa Musaddad ia berkata, haddatsanaa Hammaad dari Tsaabit dari Anas bahwa Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam meminta bejana dari air, maka didatangkan bejana yang mulutnya lebar, lalu ia meletakkan jari-jarinya didalamnya. Anas  Rodhiyallahu ‘anhu berkata : ‘aku melihat air memancar diantara jari-jemari Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam’.

Anas  Rodhiyallahu ‘anhu berkata : ‘aku memperkirakannya orang yang berwudhu darinya berjumlah 70 sampai 80 orang’”.

HR. Muslim no. 6080.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Qodh mirip dengan Taur, sehingga berwudhunya Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam dari Qodh menunjukkan bolehnya berwudhu juga dari Taur, karena sama jenisnya.
  2. Kisah ini menunjukkan salah satu mukjizat Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam.
  3. Terdapat hadits yang menunjukkan secara tegas bahwa Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam berwudhu dari Taur. Misalnya dalam riwayat yang ditulis Imam Abu Dawud dalam “Sunannya” dari sahabat Abu Huroiroh  Rodhiyallahu ‘anhu, katanya :

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَتَى الْخَلاَءَ أَتَيْتُهُ بِمَاءٍ فِى تَوْرٍ أَوْ رَكْوَةٍ فَاسْتَنْجَى

“Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam jika pergi ke jamban, maka aku menyediakan air untuk beliau dalam Taur atau Rokwah (gayung yang terbuat dari kulit-pent.), lalu beliau beristinja dengannya” (dihasankan oleh Imam Al Albani).

Masih dalam kitab yang sama, Imam Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Zaid  Rodhiyallahu ‘anhu :

جَاءَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْرَجْنَا لَهُ مَاءً فِى تَوْرٍ مِنْ صُفْرٍ فَتَوَضَّأَ

“Rasulullah  Shollallohu alaihi wa Salaam mengunjungi kami, lalu kami mengeluarkan air di baskom kuningan untuk Beliau gunakan, lalu Nabi  Shollallohu alaihi wa Salaam berwudhu dengan air tersebut” (dishahihkan oleh Imam Al Albani)”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: