SYARAH BUKHORI KITAB WUDHU BAB 53 WUDHU KARENA TIDUR

December 22, 2013 at 2:42 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

53 – باب الْوُضُوءِ مِنَ النَّوْمِ وَمَنْ لَمْ يَرَ مِنَ النَّعْسَةِ وَالنَّعْسَتَيْنِ أَوِ الْخَفْقَةِ وُضُوءًا

Bab 53 Wudhu karena Tidur dan Orang yang Berpendapat Tidak Batal Wudhu Karena Satu Dua Kali Kantuk atau Terangguk-angguk Kepalanya Karena Rasa Kantuk

 

Penjelasan :

 

Telah berlalu pembahasannya masalah ini pada bab 34 dari kitab wudhu ini.

 

Berkata Imam Bukhori :

 

212 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّى فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ نَاعِسٌ لاَ يَدْرِى لَعَلَّهُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبَّ نَفْسَهُ »

74). Hadits no. 212

“Haddatsanaa Abdullah bin Yusuf ia berkata, akhbaronaa Maalik dari Hisyaam dari Bapaknya dari Aisyah Rodhiyallahu anha bahwa Rasulullah r bersabda : “Jika kalian mengantuk sedangkan kalian sedang sholat, maka berbaringlah terlebih dahulu sampai hilang kantuknya, karena kalian jika sholat dalam keadaan mengantuk, kemungkinan tidak tahu, keinginannya ingin minta ampun, ternyata ia mengucapkan celaan terhadap dirinya”.

HR. Muslim no. 1871

Biografi Perowi Hadits

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Menurut Al Hafidz dalam “Al fath” yang dimaksud dengan berbaring disini adalah berpaling dari sholatnya setelah salam, lalu baru tidur, hal ini dikuatkan dengan riwayat Imam Nasa’I dari jalan Ayyub dari Hisyaam dengan lafadz “فَلْيَنْصَرِفْ” (maka berpalinglah).
  2. Pendapat yang terpilih, sebagaimana pembahasan yang lalu di bab 34, bahwa kantuk yang masih disadari oleh seseorang apakah telah keluar darinya hadats atau tidak, maka inilah yang tidak membatalkan wudhu, namun sebaliknya jika kantuknya begitu menguasai dirinya, sehingga ia tidak sadar apa yang dilakukannya, maka ini mirip dengan tidur yang membatalkan wudhu.
  3. Kemudahan syariat Islam yang tidak memaksa pemeluknya untuk melakukan ibadah sehingga apapun kondisinya, sekalipun harus terkantuk-kantuk harus melanjutkan ibadah. Maka islam datang untuk melepas belenggu-belenggu dan ikatan-ikatan yang berat. Allah r berfirman :

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka” (QS. Al A’raf (7) : 157).

 

Berkata Imam Bukhori :

 

213 – حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِى قِلاَبَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَنَمْ حَتَّى يَعْلَمَ مَا يَقْرَأُ »

75). Hadits no. 213

“Haddatsanaa Abu Ma’mar  ia berkata, haddatsanaa Abdul Warits, haddatsanaa Ayyub dari Abi Qilaabah dari Anas dari Nabi r beliau bersabda : “Jika kalian mengantuk dalam sholat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai ia tahu apa yang dibacanya”.

 

Biografi Perowi Hadits

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Dimakruhkan sholat apabila dikuasai oleh rasa kantuk, bahkan sampai diharamkan kalau ia sama sekali tidak sadar apa yang dikatakannya, sebagaimana Firman Allah r :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan” (QS. An Nisaa’ (4) : 43).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: