SYARAH BUKHORI KITAB WUDHU BAB 56 MENCUCI AIR KENCING

December 22, 2013 at 11:33 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

56 – باب مَا جَاءَ فِى غَسْلِ الْبَوْلِ

وَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – لِصَاحِبِ الْقَبْرِ « كَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ » . وَلَمْ يَذْكُرْ سِوَى بَوْلِ النَّاسِ .

Bab 56 Yang Berkaitan Tentang Mencuci Air Kencing

Nabi r bersabda kepada tentang penghuni kubur : “ia tidak memakai penghalang dari kecingnya’. Beliau r tidak menyebutkan selain kencing manusia.

 

Penjelasan :

 

Imam Bukhori berdalil dengan hadits ini bahwa yang dimaksud kencing disini adalah air kencingnya manusia, bukan air kencing hewan secara keseluruhan. Sehingga siksa yang didapatkan oleh seseorang adalah karena tidak menjaga kencingnya.

Berkata Imam Bukhori :

 

217 – حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنِى رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنِى عَطَاءُ بْنُ أَبِى مَيْمُونَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا تَبَرَّزَ لِحَاجَتِهِ أَتَيْتُهُ بِمَاءٍ فَيَغْسِلُ بِهِ

79). Hadits no. 217

“Haddatsanaa Ya’quub bin Ibrohiim ia berkata, haddatsanaa Ismail bin Ibrohiim ia berkata,  haddatsanii Ruuh ibnul Qoosim ia berkata,  haddatsanii ‘Athoo; bin Abi Maimunah dari Anas bin Malik Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘Nabi r senantiasa jika hendak buang hajat, aku memberinya air untuk digunakan mencucinya”.

HR. Muslim no. 644

 

Biografi Perowi Hadits

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya, Kecuali :

 

 

1.  Nama                      : Abu Ghiyaats Ruuh ibnul Qoosim

Kelahiran                : Wafat 141 H

Negeri tinggal         : Bashroh

Komentar ulama      : Tabi’I shoghiir. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Abu Hatim, Imam Abu Zur’ah dan Imam Ibnu Hibban. Imam Nasa’I menilaianya, laisa bihi ba’sun.

Hubungan Rowi       : Athoo’ bin Abi Maimunah adalah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits ini menunjukkan bahwa diwajibkan seseorang mencuci bekas kecingnya pada saat ia buang air kencing.
  2. Air kencing manusia adalah najis.

 

56 م – باب

Bab 56

 

Penjelasan :

 

Begitu yang terdapat dalam cetakan kami, Imam Bukhori tidak memberikan judul apa-apa untuk bab ini, sehingga kami pun menjadikan bab ini sebagai kelanjutan dari bab sebelumnya.

 

Berkata Imam Bukhori :

 

218 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَازِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ « إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ » . ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً ، فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ ، فَغَرَزَ فِى كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ « لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا » . قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى وَحَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ مُجَاهِدًا مِثْلَهُ « يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ »

 

80). Hadits no. 218

“Haddatsanaa Muhammad ibnul Mutsana ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin Khoozim ia berkata, haddatsanaa Al A’masy dari Mujaahid dari Thoowus dari Ibnu ‘Abbaas Rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘Nabi r melewati 2 kuburan. Nabi r bersabda : “kedua orang ini sedang diadzab, tidaklah mereka diadzab karena sesuatu yang (dianggap) besar, salah satunya karena tidak memakai penghalang ketika kencing, sedangkan satunya lagi karena mengadu domba”. Lalu Beliau r meminta pelepah korma basah, lalu menyobeknya menjadi dua potong, masing-masing kuburan diletakan pelepah tadi diatasnya. Para sahabat Rodhiyallahu anhum bertanya : ‘wahai Rasulullah r kenapa engkau melakukan hal ini?. Nabi r menjawab : “semoga keduanya diringankan adzabnya selama pelepah tersebut belum kering”.

Ibnul Mutsanaa berkata, haddatsanaa Wakii’ ia berkata, haddatsanaa Al A’masy ia berkata, aku mendengar Mujahid semisal ini “Ia tidak membersihkan air kencingnya”.

HR. Muslim no. 703

 

Biografi Perowi Hadits

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

Wajibnya menjaga diri dari kencing. Bahkan Bani Isroil sangat berlebihan dalam masalah ini. Nabi r bersabda :

أَلَمْ تَعْلَمُوا مَا لَقِىَ صَاحِبُ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانُوا إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَوْلُ قَطَعُوا مَا أَصَابَهُ الْبَوْلُ مِنْهُمْ فَنَهَاهُمْ فَعُذِّبَ فِى قَبْرِهِ

“Bukankah kalian mengetahui tidak seorang Bani Isroil yang mendapati air kencing yang menenpel pada pakainnya, melainkan mereka akan memotongnya, mereka dilarang (tidak bersuci) dari kencing, karena akan diadzab dalam kuburnya” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: