TAUHID LIIBNI KHUZAIMAH – ISTBAT DIRI ALLAH (HADITS NO. 3&4)

December 23, 2013 at 12:03 am | Posted in Hadits | Leave a comment

1- بَاب ذكر البيان من خبر النبي صلى الله عليه وسلم في إثبات النفس لله عز وجل

Bab 1 Penjelasan dari Khobar Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam Tentang Istbat Diri untuk Allah Azza wa Jalla

 

Imam Ibnu Khuzaimah berkata :

3- حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ الْعَسْكَرِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ ، يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ وَهُوَ الأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ ذَكْوَانَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ قَالَ اللَّهُ عَبْدِي عِنْدَ ظَنِّهِ بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَأَطْيَبَ.

4- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ابْنَ آدَمَ اذْكُرْنِي فِي نَفْسِكَ أَذْكُرْكَ فِي نَفْسِي فَإِنْ ذَكَرْتَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُكَ فِي مَلأٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ أَوْ قَالَ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ ذَكَرْتَنِي فِي نَفْسِكَ ذَكَرْتُكَ فِي نَفْسِي.

Terjemahan :

Hadits no. 3

Haddatsanaa Bisyr bin Khoolid al-Áskary ia berkata, haddatsanaa Muhammad yakni ibnu ‘Ja’far dari Syu’bah dari Sulaiman yaitu Al ‘Amasy dari Dzakwaaan meriwayatkan dari Abi Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : ”Allah berfirman : “Aku menurut persangkaan hamba-Ku, Aku bersama hamba-Ku ketika ia berdoa kepada-Ku, jika ia mengingatku pada dirinya, Aku mengingatnya pada Diri-Ku, jika ia mengingatku di keramaian, maka Aku mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka”.

Hadits no. 4

Haddatsanaa Muhammad bin Yahya dan Abdur Rokhman bin Bisyr mereka berdua berkata, haddatsanaa Abdur Rozaq ia berkata, akhbaronaa Ma’mar dari Qotadah dari Anas rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :”

”Allah berfirman : “Wahai anak Adam, ingatlah Aku dalam dirimu, aku akan mengingatmu dalam Diri-Ku, jika kamu mengingatku di keramaian, maka Aku mengingatmu di keramaian dikalangan malaikat atau yang lebih baik”.

Abdur Rokhman berkata : “engkau mengingatku dalam dirimu, aku akan mengingatmu dalam Diri-Ku”.

Ta’liq :

Hadits no. 3 para perowinya adalah perowi tsiqoh perowi Bukhori-Muslim. Hadits dengan sanad ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam “al-Musnad” (no. 10224) dari jalan Muhammad bin Ja’far dan seterusnya. Syaikh Syuáib Arnauth pentahqiq Musnad Ahmad berkata : “إسناده صحيح على شرط الشيخين” (sanadnya shahih sesuai dengan persyaratan Bukhori-Muslim).

Begitu juga dengan perowi pada hadits no. 3 adalah para perowi tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim. Hadits dengan sanad ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam “al-Asmaa’wa ash-Shifaat” (no. 626) dari jalan Ahmad bin Manshuur lalu Imam Thabrani dalam “ad-Duáa” (no. 1871) dari jalan Ishaaq ad-Dabiriy semuanya dari Abdur Rozaq dan seterusnya.

Hadits ini menunjukkan faedah dzikir yang sangat besar, dimana Allah akan selalu mengingat hamba-Nya yang senantiasa mengingat Allah juga. Diantara bentuknya adalah pada hari kiamat nanti, hamba tersebut akan mendapatkan pertolongan dan ampunannya. Allah berfirman :

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (QS. Ali Imron : 135-136).

Kemudian mafhum hadits ini adalah barangsiapa yang melupakan Allah, maka Dia akan melupakannya juga dengan tidak memberikan pertolongan pada hari kiamat kelak. Allah berfirman :

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.” (QS. Thaha : 124 – 127).

Termasuk majelis dzikir adalah majelis ilmu, dimana Allah akan membanggakan dihadapan Malaikat-Nya, bagi orang-orang yang menghadiri majelis ilmu. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah dari rumah-rumah Allah, yang membaca Kitabullah, mereka saling mempelajari isinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat dan dinaungi oleh para Malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para Malaikat” (HR. Muslim).

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: