TAUHID LIIBNI KHUZAIMAH – ITSBAT DIRI ALLAH (HADITS NO. 8)

December 23, 2013 at 12:07 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

1- بَاب ذكر البيان من خبر النبي صلى الله عليه وسلم في إثبات النفس لله عز وجل

Bab 1 Penjelasan dari Khobar Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam Tentang Istbat Diri untuk Allah Azza wa Jalla

 

Imam Ibnu Khuzaimah berkata :

8- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ ، قَالَ : حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ الْتَقَى آدَمُ وَمُوسَى عَلَيْهِمَا السَّلامُ فَقَالَ لَهُ مُوسَى أَنْتَ الَّذِي أَشْقَيْتَ النَّاسَ وَأَخْرَجْتَهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ قَالَ آدَمُ لِمُوسَى عَلَيْهِمَا السَّلامُ أَنْتَ الَّذِي اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِرِسَالاتِهِ وَاصْطَنَعَكَ لِنَفْسِهِ وَأَنْزَلَ عَلَيْكَ التَّوْرَاةَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَهَلْ وَجَدْتَهُ كَتَبَهُ لِي قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِي قَالَ نَعَمْ قَالَ فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى عَلَيْهِمَا السَّلامُ ثَلاثَ مَرَّاتٍ يُرِيدُ كَرَّرَ هَذَا الْقَوْلَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ.

Terjemahan :

Hadits no. 8

Haddatsanaa Muhammad bin Yahya ia berkata, haddatsanaa abu an-Nu’maan ia berkata, haddatsanaa Mahdiy bin Maimun ia berkata, haddatsani Muhammad bin Siriin dari Abi Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam, Beliau berkata : “Nabi Adam alaihi salam berjumpa dengan Nabi Musa alaihi salam, Musa alaihi salam berkata kepada Adam alaihi salam : ‘engkau yang menyebabkan manusia dalam kemalangan dan mengeluarkan mereka dari surga?’. Adam alaihi salam pun membalas Musa alaihi salam : ‘engkau yang Allah telah memilihmu untuk mengemban risalah dan memilih dirimu untuk Diri-Nya, lalu menurunkan taurat kepadamu?’, Musa alaihi salam menjawab : ‘betul’. Lanjut Adam alaihi salam : ‘apakah engkau mendapatkan sesuatu yang ditulis untukku sebelum aku diciptakan?’, jawab Musa alaihi salam : ‘benar’. Nabi sholallahu alaihi wa salam menanggapi : “maka Adam menyanggah Musa alaihi salam, tiga kali”. Yang dimaksud perkataan ini diucapkan sebanyak tiga kali.

Ta’liq :

Hadits no. 8 status perowinya sebagai berikut : Muhammad bin Yahya adz-Dzuhli seorang Imam tsiqoh, dipakai Bukhori; Abu an-Nu’maan adalah Muhammad ibnul Fadhl perowi tsiqoh, dipakai Bukhori-Muslim; Mahdi bin Maimun perowi tsiqoh, dipakai Bukhori-Muslim; Muhammad bin Siriin Imam yang masyhur, dipakai Bukhori-Muslim. Maka sanad ini memenuhi syarat Imam Bukhori. Hadits dengan sanad ini ditulis juga oleh Imam Bukhori dalam Shahihnya (no. 4736) dari jalan ash-Sholtu bin Muhammad, haddatsanaa Mahdi bin Maimun dan seterusnya. Sementara itu Imam Muslim meriwayatkan hadits yang semakna dengan ini dalam kitabnya dari jalan lain.

Syahid untuk bab itsbat Diri untuk Allah dari hadits ini adalah sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam : “dan memilih dirimu untuk Diri-Nya”. Ini seperti firman Allah yang sebelumnya dibawakan oleh Imam Ibnu Khuzaimah ketika menampilkan dalil dari Kitabullah untuk bab ini, yaitu firman-Nya :

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي

“dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku” (QS. Thaha : 41).

Imam Baihaqi juga berhujjah dengan hadits ini ketika menetapkan sifat Diri untuk Allah dalam kitabnya “Asmaa’wa Shifat” (no. 624).

Imam Ibnu Katsir dalam “Qoshosul Anbiyaa” telah menjelaskan makna perdebatan Nabi Musa alaihi salam dengan Nabi Adam alaihi salam dengan penjelasan yang apik, barangsiapa yang menjelaskan dengan makna selain ini, maka ia tidak akan mendapatkan petunjuk, Imam Ibnu Katsir berkata :

Mayoritas hadits tersebut terdapat dalam shahihain dan juga kitab-kitab hadits lainnya, bahwa Musa telah mencela Adam atas tindakannya yang menyebabkan dirinya dan anak cucunya dikeluarkan dari surga.

Maka Adam pun berkata : “aku tidak mengeluarkan kalian, tetapi yang mengeluarkan kalian dari surga adalah tindakanku memakan buah pohon itu. Dan yang telah mengatur, menetapkan, dan menulisnya sebelum aku diciptakan adalah Allah. Dengan demikian engkau (Musa) telah mencelaku atas suatu hal yang nisbatnya kepadaku tidak lebih dari larangan bagiku untuk tidak memakan pohoh itu, tetapi aku memakannya. Jadi pengeluaran dari surga itu melalui pengaturan tersebut dan bukan dari perbuatanku. Dengan demikian, aku tidak mengeluarkan kalian dan tidak juga diriku sendiri dari surga. Tetapi semuanya ini merupakan ketetapan dan perbuatan Allah. Dan pasti Dia mempunyai hikmah dalam hal itu” (pustaka Imam Syafií jilid 1 hal 55).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: