SYARAH BUKHORI KITAB WUDHU BAB 72 WANITA MEMBERSIHKAN DARAH AYAHNYA

January 8, 2014 at 11:39 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

72 – باب غَسْلِ الْمَرْأَةِ أَبَاهَا الدَّمَ عَنْ وَجْهِهِ

وَقَالَ أَبُو الْعَالِيَةِ امْسَحُوا عَلَى رِجْلِى فَإِنَّهَا مَرِيضَةٌ

Bab 72 Seorang Wanita Membersihkan

Darah di Wajah Bapaknya

Abul ‘Aaliyah berkata : ‘(tolong) usapkan air di kakiku, karena itu sakit’.

 

Penjelasan :

Imam al-‘Aini dalam “Úmdahtul Qoriy” (3/182) berkata :

وفي رواية ابن عساكر باب غسل المرأة عن وجه أبيها وهذا هو الأجو قوله عن وجهه وفي رواية الكشميهني من وجهه والمعنى في رواية عن إما أن يكون بمعنى من وإما أن يتضمن الغسل معنى الإزالة

“dalam riwayat Ibnu ‘Aasakir “bab seorang wanita mencuci (darah) Bapaknya”, maka ini lebih sesuai. Dalam riwayat al-Kasyimiihiniy “min wajhihi”. Makna “an” dalam judul bab, bisa bermakna “min (dari)” dan bisa juga bermakna sesuatu yang terkandung dalam mencuci yakni menghilangkannya”.

Kemudian Imam al-‘Aini menjelaskan keterkaitan bab ini dalam kitab wudhu, karena wudhu itu sendiri tercakup didalamnya kebersihan sehingga bab ini yang berisi membersihkan kotoran yaitu berupa darah tercakup didalamnya.

Adapun atsar Abul ‘Aaliyah Rofii’ bin Mihroon, maka Al Hafidz berkata dalam “al-Fath” :

وَأَثَره هَذَا وَصَلَهُ عَبْد الرَّزَّاق عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ عَاصِم بْن سُلَيْمَان قَالَ : دَخَلْنَا عَلَى أَبِي الْعَالِيَةِ وَهُوَ وَجِعٌ فَوَضَّؤُوهُ فَلَمَّا بَقِيَتْ إِحْدَى رِجْلَيْهِ قَالَ : اِمْسَحُوا عَلَى هَذِهِ فَإِنَّهَا مَرِيضَة وَكَانَ بِهَا حُمْرَة . وَزَادَ اِبْن أَبِي شَيْبَة ” إِنَّهَا كَانَتْ مَعْصُوبَة “

“atsar ini disambungkan oleh Abdur Rozaq dari Ma’mar dari ‘Aashim bin Sulaiman ia berkata : ‘kami menjenguk Abul ‘Aaliyah yang sedang menderita sakit, lalu mereka mewudhukannya, ketika tinggal salah satu kakinya, beliau berkata : ‘yang itu diusap saja, karena sakit (kaki)ku kulitnya terkelupas’. Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah ada tambahah : ‘yang itu diperban’.

‘Aashim bin Sulaimaan perowi tsiqoh, perowinya Bukhori-Muslim, sehingga sanad atsar maqtu’ ini shahih. Al-Hafidz berkata :

وَهَذِهِ التَّرْجَمَة مَعْقُودَة لِبَيَانِ أَنَّ إِزَالَةَ النَّجَاسَةِ وَنَحْوِهَا يَجُوزُ الِاسْتِعَانَة فِيهَا كَمَا تَقَدَّمَ فِي الْوُضُوءِ وَبِهَذَا يَظْهَرُ مُنَاسَبَة أَثَرِ أَبِي الْعَالِيَةِ لِحَدِيثِ سَهْلٍ

“judul bab ini untuk menjelaskan bahwa menghilangkan najis dan semisalnya boleh meminta tolong kepada selainnya, sebagaimana telah lalu dalam masalah wudhu. Oleh karenanya sangat jelas keterkaitan antara atsar Abul ‘Aaliyah dengan hadits Sahal rodhiyallahu anhu (berikutnya)”.

 

Berkata Imam Bukhori :

243 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ سَمِعَ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِىَّ ، وَسَأَلَهُ النَّاسُ وَمَا بَيْنِى وَبَيْنَهُ أَحَدٌ بِأَىِّ شَىْءٍ دُووِىَ جُرْحُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ مَا بَقِىَ أَحَدٌ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى ، كَانَ عَلِىٌّ يَجِىءُ بِتُرْسِهِ فِيهِ مَاءٌ ، وَفَاطِمَةُ تَغْسِلُ عَنْ وَجْهِهِ الدَّمَ ، فَأُخِذَ حَصِيرٌ فَأُحْرِقَ فَحُشِىَ بِهِ جُرْحُهُ

104). Hadits no. 243

“Haddatsanaa Muhammad ia berkata, akhbaronaa Sufyaan bin ‘Uyainah dari Abi Haazim ia mendengar Sahal bin Sa’ad as-Saa’idiy, bahwa seorang bertanya kepadanya dan pada waktu itu tidak ada antaraku dan Beliau orang lain : ‘dengan apa luka Nabi sholallahu alaihi wa salam diobati?’, Sahal rodhiyallahu anhu menjawab : ‘tidak seorangpun yang lebih mengetahui hal tersebut selain aku, Ali rodhiyallahu anhu membawa tameng yang berisi air dan Fathimah rodhiyallahu anha membersihkan darah di wajah Nabi sholallahu alaihi wa salam. Lalu diambil tikar (jerami) dan dibakar, kemudian diberikan diatas lukanya’.

HR. Muslim no. 4743

 

Biografi Perowi Hadits

Muhammad disini adalah ibnu Salaam al-Bakindiy, perowi tsiqoh tsabat dan yang lainnya telah berlalu.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits ini menunjukkan bolehnya seorang wanita menyentuh mahromnya.
  2. Keutamaan Fathimah rodhiyallahu anha dan suaminya Ali rodhiyallahu anhu yang bergegas merawat Nabi sholallahu alaihi wa salam.
  3. Bolehnya berobat, karena Nabi sholallahu alaihi wa salam juga berobat untuk menyebuhkan lukanya dengan menggunakan tikar yang dibakar.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: