SYARAH BUKHORI KITAB WUDHU BAB 75 BERWUDHU SEBELUM TIDUR

January 11, 2014 at 6:10 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

75 – باب فَضْلِ مَنْ بَاتَ عَلَى الْوُضُوءِ

Bab 75 Keutamaan Orang Tidur Dalam Kondisi Berwudhu

 

Penjelasan :

Bab ini berisi penjelasan keutamaan bagi orang yang sebelum tidur berwudhu dan berdoa. Karena tidur adalah saudaranya maut, sehingga diharapkan jika ajalnya datang pada saat ia tidur, ia dalam kondisi suci dan meninggal diatas fitrah, sebagaimana hadits yang akan dibawakan oleh Imam Bukhori nanti –Insya Allah-. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda:

النَّوْمُ أَخُو الْمَوْتِ

“Tidur saudaranya kematian” (hadits shahih, Insya Allah akan ditakhrij pada kesempatan lain).

 

Berkata Imam Bukhori :

247 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ . فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ » . قَالَ فَرَدَّدْتُهَا عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمَّا بَلَغْتُ « اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ » . قُلْتُ وَرَسُولِكَ . قَالَ « لاَ ، وَنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ »

108). Hadits no. 247

“Haddatsanaa Muhammad bin Muqootil ia berkata, akhbaronaa Abdullah ia berkata, akhbaronaa Sufyaan dari Manshuur dari Sa’id bin ‘Ubaidah dari al-Baroo’ bin ‘Aazib rodhiyallahu anhu ia berkata, Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “jika engkau hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu untuk sholat, lalu engkau berbaring diatas lambung kanan, lalu berdoa : “Ya Allah, aku menyerahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku hadapkan punggungku kepada-Mu dan keadaan harap dan cemas kepada-Mu, tidak ada tempat kembali dan tempat bersandar kecuali kepada-Mu. Ya Allah aku beriman kepda kitab yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi yang telah Engkau utus”. Jika engkau meninggal dunia pada malam itu, maka engkau telah berada diatas fitrah, maka jadikanlah doa ini sebagai akhir ucapanmu”.

Al-Baroo’ rodhiyallahu anhu berkata : ‘lalu aku mengulangi doa tersebut dihadapan Nabi sholallahu alaihi wa salam, maka ketika sampai : “Ya Allah aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan …”, aku berkata : ‘dan rasul-Mu’. Maka Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “bukan, dan Nabi yang telah Engkau utus”.

HR. Muslim no. 7057

 

Biografi Perowi Hadits

Semua perowinya telah berlalu, Abdullah adalah ibnul Mubarok; Sufyaan adalah ats-Tsauri dan Manshuur adalah ibnul Mu’tamir

Hajar)

Penjelasan Hadits :

1. Hadits ini menunjukkan keutamaan seorang yang berwudhu lalu membaca doa sebagaimana diatas sebelum tidur, karena seandainya Allah Ta’aalaa menakdirkan ia wafat pada saat tidur, maka ia meninggal dalam kondisi diatas fitrah, yakni diatas islam. Sebagaimana dalam hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam :

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِه

“Setiap anak dilahirkan diatas fitrah, kedua orang tuanyalah yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nashroni atau Majusi” (Muttafaqun Álaih).

Maka sangat jelas dalam hadits ini, bahwa yang dimaksud fitrah adalah agama Islam.

2. Meninggal diatas islam adalah cita-cita para Nabi alaihi salam dan tentu saja setiap orang yang beriman. Allah berfirman ketika menceritakan wasiat Nabi Ibrohim dan Nabi Ya’qub alaihi salam :

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.” (QS. Al Baqoroh : 132).

3. Hadits ini anjuran agar menutup aktivitas pada hari itu dengan berwudhu dan membaca doa ini, sebelum beranjak tidur. Ibnu Umar rodhiyallahu anhu adalah salah seorang sahabat yang senantiasa mengamalkan hadits ini, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Bathool dalam “Syarah Bukhori”.

4. Hadits ini memberikan faedah bahwa dalam lafadz-lafadz doa yang diajarkan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam tidak boleh diganti dengan yang semakna, karena lafadz-lafadz ini mengandung sisi Jawamiúl kalam yang secara khusus diberikan kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: