MUKMIN ITU CERMIN BAGI SAUDARANYA

January 19, 2014 at 11:34 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

Mukmin itu adalah Cermin bagi Saudaranya

 

Dalam sebuah kesempatan Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

الْمُؤْمِنُ مَرْآةُ أَخِيهِ

“Seorang Mukmin adalah cerminan saudaranya”.

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh para Aimah sebagai berikut :

  1. Imam Abdullah bin Mubarok (w. 181 H) dalam “az-Zuhd” (no. 730, Daarul Kutubil Ilmiyyah, Beirut) meriwayatkan dari jalan Yahya bin Ubaidillah dari Bapaknya dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dari Nabi Sholallahu alaihi wa salam :

«إِنَّ أَحَدَكُمْ مِرْآةُ أَخِيهِ، فَإِذَا رَأَى بِهِ شَيْئًا فَلْيُمِطْهُ عَنْهُ»

“Sesungguhnya kalian adalah cermin bagi saudaranya, jika ia melihat sesuatu, maka segera perbaiki”.

Status Riwayat : dalam sanadnya terdapat perowi yang bernama Yahya bin Ubaidillah, perowi matruk sebagaimana dikatakan oleh para Aimah jarh wa ta’dil, bahkan Imam Al Hakim sampai mengatakan bahwa ia pemalsu hadits, sehingga sanadnya sangat lemah.

  1. Imam Abdullah bin Wahhab bin Muslim (w. 197 H) meriwayatkan dalam “al-Jaami” (no. 202, Daar Ibnul Jauzi, Riyadh) dari jalan Sulaiman bin Bilaal dan Jariir bin Haazim bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

الْمُسْلِمُ مِرْآةُ أَخِيهِ

“Seorang Muslim cerminan saudaranya”.

Status Riwayat :  Sulaiman dan Jariir, 2 orang perowi tsiqoh, perowi yang dijadikan hujjah oleh Bukhori-Muslim. Jariir seorang Tabi’i shoghir, sehingga hadits ini mursal dan mursal adalah kategori hadits dhoif.

  1. Imam Ibnu Abi Syaibah (w. 235 H) dalam “al-Mushonaf” (no. 25534, Maktabah ar-Rusydi, Riyadh) meriwayatkan juga dari Isa bin Yunus dari Yahya bin Ubadillah dan seterusnya. Sehingga statusnya sama dengan no. 1
  2. Imam Hanaad ibnus Suriy dalam “az-Zuhd” (no. 487, Daarul Khulafaa, Kuwait) meriwayatkan dari Isan bin Yunus sama seperti riwayat Ibnu Abi Syaibah.
  3. Imam Bukhori (w. 256 H) dalam kitab “Adaabul Mufrod” (no. 238, Daarul Basaa’iril Islamiyyah, Beirut) meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibrohim bin Hamzah dari Ibnu Abi Haazim dari Katsiir bin Zaid dari al-Waliid bin Robaah dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam, Beliau bersabda :

الْمُؤْمِنُ مَرْآةُ أَخِيهِ، وَالْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ، يَكُفُّ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ، وَيَحُوطُهُ مِنْ وَرَائِه

“Seorang Mukmin adalah cerminan saudaranya, seorang Mukmin saudara Mukmin lainnya, ia menahan dirinya dari mengambil harta saudaranya dan menjaga kehormatan dibelakangnya”.

Status Riwayat : semua perowinya shoduq, sehingga hadits ini Hasan. Imam Al Albani dalam ta’liqnya mengatakan : Hasan.

  1. Imam Abu Dawud dalam “Sunan Abu Dawud” (no. 4918, Maktabah al-Isriyah, Beirut) meriwayatkan dari jalan ar-Robii’ bin Sulaiman dari Ibnu Wahhab dari Sulaiman bin Bilaal dari Katsiir bin Zaid dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam dengan lafadz sama seperti riwayatnya Imam Bukhori no. 5.
  2. Imam Tirmidizi (w. 279 H) dalam “Sunan Tirmidzi” (no. 1929, Mustofa al-Baabiy, Mesir) meriwayatkan dengan sanadnya dari jalannya Abdullah bin Mubarok no. 1.

Imam Al Albani dalam ta’liqnya mengatakan : Dhoif Jiddan (sangat lemah).

  1. Imam Abdullah bin Muhammad yang lebih masyhur dengan sebutan Abu Syaikh al-Asbahaan (w. 369 H) dalam “Al Amtsal fiil Hadits” (no. 44, ad-Daarus Salafiyah, Bombay India) juga dengan sanadnya dari Ibnul Mubarok seperti no. 1

 

Kesimpulannya : riwayat yang marfu’ kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam dengan lafadz : Al Mukmin Mirooul Mukmin (Seorang Mukmin cermin Mukmin lainnya). Hadits ini dihasankan oleh Al Hafidz Ibnu hajar dalam “Bulughul Marom” lalu disetujui Imam Shon’ani dalam “Subulus Salam”. Syaikh Syu’aib Arnauth dalam “ta’liqnya terhadap Sunan Abu Dawud” menghukumi hadits ini Hasan, lalu beliau menukil penghasanannya juga dari Al Hafidz Iroqiy dalam “Takhrijul Ihyaa” dan Imam Al Munawi. Sebagaiman penukilan diatas Imam Al Albani juga menghasankannya, lalu beliau melakukan takhrij hadits ini dalam “Silsilah Ahaadits Ash-Shahihaah” (no. 926).

Faedah hadits ini, sebagaimana disebutkan oleh Imam Shon’ani dalam “Subulus Salam” dengan saduran dan tambahan dari kami, yakni :

  1. Seorang Mukmin ketika menimbang saudaranya seperti ia sedang memandang di cermin, yakni ia melihat dirinya sendiri. Sehingga ia tidak suka menimpa saudaranya apa yang tidak ia suka jika menimpa dirinya. Hal ini seperti sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak beriman kalian, hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri” (Muttafaqun alaih).

  1. Seorang Mukmin ketika melihat aib saudaranya, hendaknya menutupi dan memperbaikinya dengan nasihat yang baik. Bukankah dirinya tidak suka jika aibnya tersebar di tengah masyarakat. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat”. (Muttafaqun alaih)

  1. Seorang Mukmin tidak layak melakukan ghibah dibelakang saudaranya, karena ia berarti seperti memakan bangkai saudaranya. Allah Azza wa Jalla berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujuraat : 12).

  1. Seorang Mukmin tidak boleh mengambil harta saudaranya secara dholim, Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu” (QS. An Nisaa’ : 29)

  1. Dan anjuran-anjuran kebaikan lainnya yang sangat banyak dalam Islam.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: