TAUHID LIIBNI KHUZAIMAH – SIFAT WAJAH DARI HADITS (NO. 11)

January 19, 2014 at 2:39 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

4- بَاب ذكر البيان من أخبار النبي صلى الله عليه وسلم المصطفى في إثبات الوجه لله جل ثناؤه وتباركت أسماؤه موافقة لما تلونا من التنزيل الذي هو بالقلوب محفوظ وبين الدفتين مكتوب وفي المحاريب والكتاتيب مقروء

Bab 4 Penjelasan dari Hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam al-Musthofa tentang Penetapan Wajah bagi Allah –Jalla tsanauhu- Maha suci Nama-Nya yang sesuai dengan yang kita baca dalam kitab yang diturunkan yang hal itu terjaga didalam hati, terulis dalam Lembaran-Lembaran dan dibaca dalam Majelis-Majelis dan Khutbah-Khutbah

 

Imam Ibnu Khuzaimah berkata :

11- حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلاءِ الْعَطَّارُ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَعُوذُ بِوَجْهِكَ قَالَ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَعُوذُ بِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ قَالَ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ قَالَ هَاتَانِ أَهْوَنُ وَأَيْسَرُ هَذَا لَفْظُ حَدِيثِ الْمَخْزُومِيِّ وَمَعْنَى حَدِيثِهِمَا وَاحِدٌ

 

Terjemahan :

Hadits No. 11

Haddatsanaa Abdul Jabbaar ibnul ‘Alaa’ al-Athoor dan Sa’id bin Abdir Rokhman al-Makhzuumiy keduanya berkata, haddatsanaa Sufyaan dari ‘Amr bin Diinaar dari Jaabir rodhiyallahu anhu ia berkata : ‘ketika ayat ini turun kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam : “Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu”. Nabi sholallahu alaihi wa salam berdoa : “aku meminta perlindungan dengan Wajah-Mu”. Allah berfirman : “atau dari bawah kakimu”. Nabi sholallahu alaihi wa salam berdoa : ““aku meminta perlindungan dengan Wajah-Mu yang Mulia”. Alla berfirman : “atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain” [QS. Al An’aam : 65].  Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda: “dua hal tersebut lebih ringan dan lebih mudah (dari sebelumnya)”.

Ini lafadz haditsnya al-Makhzuumiy dan makna hadits keduanya (yakni riwayat dari Abdul Jabbaar dan Sa’id al-Makhzuumiy) sama.

 

Ta’liq :

Sebelumnya Imam Ibnu Khuzaimah telah menyebutkan dalil dari Kitabullah tentang istbat Wajah bagi Allah, sekarang beliau akan membawakan dalil dari hadits-hadits Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam yang shahihah yang marfu’ kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam, yang menunjukkan juga itsbat Wajah bagi Allah. Beliau membawakan 17 hadits, berikut penjelasannya :

Hadits pertama (no. 11) Semua perowinya tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Abdul Jabbaar, hanya dipakai oleh Muslim dan Sa’id al-Makhzuumiy Bukhori-Muslim tidak berhujjah dengannya. Imam Bukhori meriwayatkan hadits ini dalam kitab Shahihnya (no. 4628) dari jalan Abun Nu’maan dari Hammad bin Za’id dari ‘Amr bin Diinar dari Jaabir rodhiyallahu anhu dengan lafadz yang sangat mirip.

Hadits ini merupakan penjelasan dari surat Al An’aam ayat 65, yakni tatkala Beliau sholallahu alaihi wa salam diturunkan ayat ini, Nabi sholallahu alaihi wa salam berdoa agar tidak ditimpakan adzab dari atas dan dari bawah kaki. Tim Tafsir al-Muyassar berkata :

قل -أيها الرسول- : الله عز وجل هو القادر وحده على أن يرسل عليكم عذابًا مِن فوقكم كالرَّجْم أو الطوفان، وما أشبه ذلك، أو من تحت أرجلكم كالزلازل والخسف، أو يخلط أمركم عليكم فتكونوا فرقًا متناحرة يقتل بعضكم بعضًا

“Katakanlah –Wahai Rasul- Allah Azza wa Jalla Dia sendirian Mampu untuk mengirim kepada kalian azab dari atas kalian berupa hujan batu atau angin topan dan yang semisalnya, atau dari bawah kalian, seperti gempa bumi atau longsor, atau menguasai perkara kalian sehingga sekelompok orang saling bermusuhan dan saling membunuh satu sama lainnya”.

Syahid dari hadits ini dalam masalah istbat wajah adalah doa Nabi sholallahu alaihi wa salam : “aku meminta perlindungan dengan Wajah-Mu”. Imam Ibnu Bathool dalam “Syarah Bukhori” berkata :

فِي هَذِهِ الْآيَة وَالْحَدِيث دَلَالَة عَلَى أَنَّ لِلَّهِ وَجْهًا وَهُوَ مِنْ صِفَة ذَاته ، وَلَيْسَ بِجَارِحَةٍ وَلَا كَالْوُجُوهِ الَّتِي نُشَاهِدهَا مِنْ الْمَخْلُوقِينَ ، كَمَا نَقُول إِنَّهُ عَالِم وَلَا نَقُول إِنَّهُ كَالْعُلَمَاءِ الَّذِينَ نُشَاهِدهُمْ

“dalam ayat ini dan hadits menunjukkan bahwa Allah memiliki Wajah dan ini adalah sifat Dzatiyah, hal ini bukan celaan dan Wajah-Nya tidak sama dengan wajah-wajah yang kita saksikan saat ini dari mahkluknya, sebagaimana kami berkata bahwa Allah ‘Aalim (Maha Mengetahui), maka kami tidak mengatakan bahwa Dia seperti ulama yang kami saksikan”.

Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “Fathul Bari” telah menukil ucapan Imam Ibnu Bathool dalam menjelaskan hadits ini, namun seperti kebiasaanya ketika menghadapi hadits-hadits sifat, beliau juga menukil perkataan ulama lain yang mentakwil sifat ini –semoga Allah mengampuni beliau- dan wajib bagi kita tidak mengikuti ketergelincirannya.

Gurunya Al Hafidz Ibnu Hajar, Al Hafidz al Iroqiy dalam kitab “Thorhu Tatsriib” ketika mensyarah hadits ini, memberikan beberapa faedah, diantaranya :

( السَّادِسَةُ ) تَكَرُّرُ ذِكْرِ وَجْهِ اللَّهِ تَعَالَى فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَلِلنَّاسِ فِي ذَلِكَ كَغَيْرِهِ مِنْ الصِّفَاتِ مَذْهَبَانِ مَشْهُورَانِ .

( أَحَدُهُمَا ) إمْرَارُهَا كَمَا جَاءَتْ مِنْ غَيْرِ كَيْفٍ فَنُؤْمِنُ بِهَا وَنَكِلُ عِلْمَهَا إلَى عَالِمِهَا مَعَ الْجَزْمِ بِأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَأَنَّ صِفَاتِهِ لَا تُشْبِهُ صِفَاتِ الْمَخْلُوقِينَ

 ( وَثَانِيهِمَا ) تَأْوِيلُهَا عَلَى مَا يَلِيقُ بِذَاتِهِ الْكَرِيمَةِ فَالْمُرَادُ بِالْوَجْهِ الْمَوْجُودِ

“yang keenam : berulangkali penyebutan Wajah Allah Ta’aalaa dalam kitab dan sunnah dan perkataan pada ulama terhadapnya dan selainnya dari sifat-sifat Allah, terdapat 2 madzhab yang masyhur, yang pertama : memberlakukannya sebagaimana datangnya tanpa membagaimanakan, maka kita beriman dengannya dan menyerahkan pengetahuan (kaifiyatnya) kepada Allah, bersamaan dengan meyakini bahwa tidak ada yang serupa sama sekali dengan Allah dan sifat-Nya tidak seperti sifat makhluk. Yang kedua adalah mentakwilnya sesuai dengan yang layak dengan Dzat-Nya yang Mulia, maka yang dimaksud dengan Wajah adalah Wujud-Nya”.

Imam Ibnu Utsaimin dalam “al-Qoulul Mufiid” (2/258) berkata :

فيه إثبات الوجه لله عز وجل ، وهو ثابت بالقرآن والسنة وإجماع السلف ، فالقرآن في قوله تعالى : { كل شيء هالك إلا وجهه } [ القصص : 88] ، وقوله تعالى : { والذين صبروا ابتغاء وجه ربهم } [ الرعد : 22] ، والآيات كثيرة .

والسنة كما في الحديث السابق : ” أعوذ بوجهك “

“Didalamnya itsbat Wajah bagi Allah Azza wa Jalla, hal ini tsabit dalam Al Qur’an, Sunah dan Ijma Salaf. Dalam Al Qur’an seperti Firman-Nya : Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah Allah” (QS. Al Qoshash : 88) . dan Firman-Nya : Dan orang-orang yang sabar karena mencari Wajah Tuhannya (QS. Ar Ra’du : 22). ayat yang semisal ini sangat banyak. Dari sunnah dalam hadits yang terdahulu : aku meminta perlindungan dengan Wajah-Mu.

Syaikh Muhammad al-Khumais berkata dalam “I’tiqod Ahli Sunnah” (1/35) berkata :

ومن المعلوم أنه لا يستعاذ إلا بالله وصفاته ، والاستعاذة لا تكون بالمخلوق أبدا . وقد خالفت الأشعرية إمامهم في تعطيلهم لهذه الصفة وتحريف نصوصها بأنواع من التأويلات .

الخلاصة : صفة الوجه صفة ثابتة لله تعالى على الكيفية اللائقة به ، ويرى أهل السنة أنها صفة حقيقية فلا يخرجونها عن ظاهرها بتأويل

“telah diketahui bahwa meminta perlindungan tidak dilakukan kecuali kepada Allah dan Sifat-Nya, meminta perlindungan (Isti’aadzah) tidak dilakukan kepada makhluk selamanya. Asya’iroh menyelisihi Imam mereka (Abul Hasan) dalam masalah menta’thil sifat Wajah dan mentahrif nash-nash (yang menyebutkan Wajah) dengan berbagai macam takwilan. Kesimpulan : sifat Wajah adalah sifat yang tsaabit bagi Allah Subhanahu wa Ta’alaa sesuai dengan yang layak bagi-Nya. Ahlus Sunnah berpendapat bahwa itu sifat hakiki, maka jangan mengeluarkan dari dhohirnya dengan melakukan takwilan”.

 

Imam Baihaqi dalam kitab “Asmaa wa Shifat” juga membawakan hadits ini untuk menetapkan adanya Wajah bagi Allah Subhanahu wa Ta’alaa.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: