TAFSIR AL FATIHAH – MUKADIMAH

January 22, 2014 at 2:38 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

سورة الفاتحة

Surat Al Fatihah

 

I.                   Penamaan Al Fatihah

Dinamakan surat Al Fatihah karena Al Qur’an dimulai dengannya, ada juga ulama yang mengatakan bahwa ini adalah surat yang pertamakali diturunkan secara sempurna. Mayoritas ulama juga menamakannya dengan Ummul Kitab atau Ummul Qur’an, karena didalam ayat ini terangkum semua kandungan isi Al Qur’an. Para ulama mengatakan bahwa Al Qur’an memiliki isi secara garis besarnya berupa, Tauhid, Hukum-Hukum dan Kisah-Kisah Adam dan keturunannya. Sehingga karena rangkuman tersebut terdapat dalam surat ini, maka dinamakan sebagai ‘Ummu’ (induk). Telah datang hadits yang dishahihkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al Albani, bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

الحَمْدُ لِلَّهِ أُمُّ القُرْآنِ وَأُمُّ الكِتَابِ وَالسَّبْعُ المَثَانِي

“Alhamdu lillah adalah Ummul Qur’an dan Ummul Kitaab serta 7 ayat yang dibaca berulang-ulang.

Dapat kita kumpulkan bahwa surat Al fatihah memiliki juga nama lain yaitu : Ummul Qur’an, Ummul Kitaab, Sab’ul Matsaniy dan ash-Sholat serta masih banyak nama lainnya yang memerlukan penelitian terhadap keabsahannya.

Para ulama berbeda pendapat apakah surat Al Fatihah Makkiyah (diturunkan di Mekkah, sebelum Rasulullah sholallahu alaihi wa salam hijrah) atau Madaniyah (diturunkan di Madinah, setelah hijrah)? Sebagian ulama seperti, Sahabat Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu, Imam Abul Aliyah dan Imam Qotadah mengatakan Al Fatihah adalah Makkiyyah. Sebagian lagi mengatakan Madaniyah, seperti sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu, Imam Athoo’ bin Yasaar dan Imam az-Zuhriy. Sebagian ada yang mengatakan turun 2 kali, Dimekkah dan di Madinah. Imam al-Wahidiy, Syaikh Abdul Kariim Yunus (w. 1390 H) dan Tim penerjemah Depag RI merajihkan bahwa Al Fatihah termasuk Makiyyah. Para ulama telah sepakat bahwa Al Fatihah terdiri dari 7 ayat dan sebelumnya kami telah menerangkan pembagian 7 ayat tersebut.

II.                Faedah Surat Al Fatihah

1. Ini adalah surat yang menjadi rukun sholat, tidak sah sholat tanpa membacanya. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Al Fatihah” (Muttafaqun alaih).

2. Surat ini dapat dijadikan ruqyah, sebagaimana kisah sahabat Abu Sa’id Al Khudriy rodhiyallahu anhu yang meruqyah pemimpin suku Baduwi dengan Al Fatihah, kemudian mereka diberikan hadiah seekor Kambing, ketika Abu Sa’id sampai kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, lalu menceritakan kisahnya, Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ أَصَبْتُمُ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِى مَعَكُمْ بِسَهْمٍ

“Darimana engkau tahu bahwa Al Fatihah adalah ruqyah? Engkau telah benar, bagilah dan potonglah untukku bagian kalian” (HR. Bukhori).

3. Ini adalah surat yang istimewa yang diberikan kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, sebagaimana sabda Beliau :

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْقُرْآنِ مِثْلَهَا، إِنَّهَا لَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

“Tidak Allah menurunkan dalam Taurat, Injil, Zabuur dan Al Qur’an yang sepertinya, dan Al Fatihah adalah 7 ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur’an yang Agung yang diberikan kepadaku” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al Albani).

4. Semua kandung Al Qur’an dapat disimpulkan dalam surat ini dan intisari Al Fatihah terkumpul di ayat “إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ” (hanya kepada Engkau lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau lah kami meminta).

Peringatan :

Sebagian orang banyak melakukan bid’ah terhadap surat ini, sebagaimana yang dikatakan Imam Ibnu Utsaimin dalam tafsirnya :

وقد ابتدع بعض الناس اليوم في هذه السورة بدعة، فصاروا يختمون بها الدعاء، ويبتدئون بها الخُطب ويقرؤونها عند بعض المناسبات.، وهذا غلط: تجده مثلاً إذا دعا، ثم دعا قال لمن حوله: “الفاتحة”، يعني اقرؤوا الفاتحة؛ وبعض الناس يبتدئ بها في خطبه، أو في أحواله. وهذا أيضاً غلط؛ لأن العبادات مبناها على التوقيف، والاتِّباع

Sebagian orang telah melakukan bid’ah pada hari ini berkaitan surat ini, mereka menutup doanya dengan surat ini, tukang ceramah biasanya memulainya dengan Al Fatihah dan membacakannya dalam sebagian acara, maka ini adalah keliru. Engkau akan menemukan misalnya ketika mereka berdoa, lalu berkata kepada orang disekitarnya : “Al Fatihah….” yakni bacakan surat Al Fatihah, sebagian orang memulai khutbah atau pada beberapa kesempatan membaca ini, maka ini juga keliru, karena ibadah dibangun diatas taufik dan itiba’ (mengikuti dalil)”.

Imam Al Albani juga dalam kitab “Ahkaamul Jana’iz” di akhir kitabnya, ketika menyebutkan hal-hal bid’ah yang biasa dilakukan orang-orang terkait penyelanggaraan jenazah diantaranya, point 31 :

قولهم عند إخبار أحدهم بالوفاة: الفاتحة على روح فلان

Ucapan mereka ketika memberitahu seorang yang wafat : ‘(bacalah) Al Fatihah untuk ruhnya fulan’.

Na’am surat Al Fatihah sekarang, kebanyakan kaum Muslimin menjadikannya seolah-olah seperti doa sapu jagat, ketika ada orang yang meninggal dibacakan Al Fatihah, ketika ada orang yang bersedekah dibacakan surat ini, dan lain-lainnya. Barangkali mereka berdalil dengan hadits berikut :

الْفَاتِحَةُ لِمَا قُرِئَتْ لَهُ

“Al Fatihah sesuai dengan (niat) membacanya”.

Istidlalnya adalah bahwa ketika seorang meniatkan dengan bacaan Al Fatihah-nya agar si mayit mendapatkan pengampunan misalnya, atau untuk orang yang bersedekah agar mendapatkan balasan yang berlipat dari Allah, maka dengan niat bacaan Al Fatihahnya tadi akan terpenuhi.

Namun berdalil dengan hadits ini tidak tepat karena Imam Ali bin Muhammad yang dikenal dengan nama Malaaul Qoriy dalam kitabnya “al-Mashnuu’” berkata :

حَدِيثُ الْفَاتِحَةُ لِمَا قُرِئَتْ لَهُ لَا أَصْلَ لَهُ بِهَذَا اللَّفْظِ وَكَذَا غَالِبُ فَضَائِلِ السُّوَرِ الَّتِي ذَكَرَهَا بَعْضُ الْمُفَسِّرِينَ

 Hadits “Al Fatihah sesuai dengan (niat) membacanya” tidak ada asalnya dengan lafadz ini, ini adalah kebanyakan keutamaan surat-surat Al Qur’an yang disebutkan oleh sebagian Mufassiriin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: