LEBIH MEMENTINGKAN PERGI KE LUAR KOTA UNTUK MENUNTUT ILMU

March 5, 2014 at 11:47 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

LEBIH MEMENTINGKAN MENUNTUT ILMU KE LUAR DAERAH

ATAU BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

 

Soal : apa hukum orang yang bersafar untuk menuntut ilmu agama kepada Masyaikh yang tsiqoh, namun keluarganya tidak menyetujui orang tersebut untuk pergi bersafar, maka apakah ia tetap melanjutkan safar atau tidak?

Jawab :

Jika ia masih memiliki kedua orang tua atau salah satunya dan keduanya butuh agar anaknya tersebut membantunya, kemudian laki-laki tadi telah mengetahui beberapa ilmu agama (yang wajib-wajib –pent.) yakni ia bersafar tadi untuk menuntut ilmu adalah sebagai fardhu kifayah, maka wajib baginya untuk tetap tinggal bersama kedua orang tuanya atau salah satunya dan berbuat baiklah (berjihad) kepada mereka, janganlah meninggalkan keduanya tidak karena alasan jihad dan juga karena menuntut ilmu, menuntut ilmu termasuk bagian dari jihad, Insya Allah.

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu anhu ia berkata : Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, lalu ia meminta ijin kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam untuk berjihad, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata kepadanya : “apakah kedua orang tuamu masih hidup? “, jawab laki-laki tadi : ‘betul masih hidup’, Nabi berkata : “maka kepada kedua orang tuamulah, engkau berjihad (berbuat baik –pent.)”. namun jika laki-laki tadi bodoh, tidak mengetahui hukum syar’i yang fardhu ain dan di negerinya tidak ada orang alim yang dapat mengajarkan kewajiban-kewajiban ini, maka ia dapat melakukan safar untuk menuntut ilmu, karena tetapnya ia diatas kebodohan dengan kewajiban-kewajiban ini adalah dosa yang sangat besar dan (Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda) : “Tidak ketaatan kepada makhluk dalam rangka memaksiati Sang Pencipta”.   (Dijawab oleh Al-‘Alamah Robii’ bin Hadi al-Madkholiy dalam Fiqih Mutanawiyyah).

 

Teks aslinya :

السؤال: ما حكم من سافر إلى طلب العلم الشرعي على يد المشايخ الثقات ولكن أهله رفضوا ذلك السفر فهل يسافر أم لا؟

الجواب: إن كان له أبوان أو أحدهما ويحتاج إلى خدمته وهو قد أخذ نصيبه من العلم الشرعي بأن يكون قد تعلم فروض الكفاية فهذا عليه أن يبقى مع والديه أو أحدهما و يجاهد فيهما (ففيهما فجاهد) فلا يتركهما لا لجهاد ولا لطلب علم ,فطلب العلم نوع من الجهاد إن شاء الله.

عن ابن عمرو قال: جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فاستأذنه في الجهاد فقال: (أحيٌّ والداك؟ قال: نعم ,قال: ففيهما فجاهد) 10 وإذا كان جاهلا لا يعرف شيئا من فروض الأعيان وليس في بلده عالم يتعلم منه هذه الفروض فله أن يرحل في طلب العلم لأنّ بقاءه على الجهل بهذه الفرائض إثم عظيم و (لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: