SYARAH BUKHORI KITAB GHUSUL BAB 4 MANDI SEBANYAK 1 KALI

March 14, 2014 at 12:44 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ الغُسْلِ مَرَّةً وَاحِدَةً

Bab 4 Mandi Sebanyak 1 kali

 

Penjelasan :

 

Bab ini menjelaskan bahwa mandi cukup dikerjakan sebanyak 1 kali.

 

Berkata Imam Bukhori :

257 – حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَاحِدِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الجَعْدِ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَتْ مَيْمُونَةُ: «وَضَعْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاءً لِلْغُسْلِ، فَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى شِمَالِهِ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ، ثُمَّ مَسَحَ يَدَهُ بِالأَرْضِ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى جَسَدِهِ، ثُمَّ تَحَوَّلَ مِنْ مَكَانِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ»

10). Hadits no. 257

“Haddatsanaa  Musa bin Ismail ia berkata, haddatsanaa Abdul Waahid dari Al A’masy dari Saali bin Abil Ja’di dari Kuroib dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu beliau berkata, Maimunah rodhiyallahu anha berkata : “aku menyiapkan air untuk digunakan mandi Nabi sholallahu alaihi wa salam, lalu Nabi sholallahu alaihi wa salam mencuci kedua tangannya 2 kali atau 3 kali, lalu menggosok  tangan kirinya, lalu mencuci kemaluannya, lalu mengusap-usap tangannya dengan tanah. Kemudian Beliau berkumur-kumur dan menghirup air ke hidungnya, lalu mencuci wajah dan kedua tangan, lalu mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian Beliau berpindah dari tempatnya, lalu mencuci kedua telapak kakinya”.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Dalam hadits ini disebutkan berwudhu sebelum mandi, Namun Nabi sholallahu alaihi wa salam mengakhirkan mencuci kedua kaki setelah selesai melaksanakan mandi, maka ini adalah cara lain dalam masalah mandi junub.
  2. Disyariatkannya mencuci kedua tangan dengan tanah untuk menghilangkan kotoran yang ada, mungkin pada zaman sekarang fungsi tanah tersebut telah digantikan oleh sabun.
  3. Salah satu bakti seorang istri kepada suaminya adalah menyiapkan air untuk digunakan mandi suaminya.
  4. Yang wajib mandi junub adalah sebanyak 1 kali, sekalipun ia telah berhubungan badan dengan lebih dari 1 kali. Lajnah Daimah memiliki fatwa tentang hal ini (no. 9650) :

س: إذا جامع الرجل زوجته وتلوث الثوب والفراش من أثر الجماع فما الحكم في ذلك وهل يجب على الرجل أن يغتسل بعد كل جماع؟

ج: الحمد لله وحده والصلاة والسلام على رسوله وآله وصحبه.. وبعد :

أولا: يجب عليه أن يغسل ما أصاب الثوب والفراش من أثر الجماع، لما في ذلك من إفرازات الفرج ورطوباته المختلطة بالمني.

ثانيا: إذا غابت حشفة ذكر الرجل في فرج المرأة وجب الغسل ولو لم ينزل، ويجزئ الغسل مرة للجماع مرتين أو أكثر لزوجة أو أكثر، لما ثبت عن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم « كان يطوف على نسائه بغسل واحد »  . رواه مسلم وأصحاب السنن وفي رواية لأحمد والنسائي « في ليلة بغسل واحد »

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب الرئيس الرئيس

عبد الله بن قعود عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Soal : Jika seorang berhubungan badan dengan istrinya, lalu baju dan tempat tidurnya terkena bekas sperma, maka bagaimana hukumnya dan apakah wajib seorang itu mandi junub, setiap kali berhubungan badan?

Jawab : Alhamdulillah segala puji bagi Allah, sholawat dan salam terlimpah curahkan kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, keluarganya dan para sahabatnya..wa ba’du :

Yang pertama : wajib membersihkan sperma yang mengenai baju dan tempat tidur, karena itu adalah lendir dan cairan dari kemaluan yang bercampur dengan mani.

Yang kedua : jika kemaluan seorang telah terbenam didalam kemaluan wanita, maka wajib mandi, sekalipun tidak keluar maninya, dan mencukupi mandi 1 kali untuk berhubungan badan yang dilakukan 2 kali atau lebih kepada 1 atau lebih istrinya, berdasarkan riwayat shahih dari Anas rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam menggilir istrinya dengan 1 kali mandi. (HR. Muslim dan ashabul sunan) dalam riwayat Ahmad : “dalam satu malam dengan satu kali mandi).

  1. Al Hafidz Ibnu Rajab dalam al-Fath mengatakan bahwa keraguan yang terjadi dalam riwayat yakni yang mengatakan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam mencuci kedua telapak tangannya 2 atau 3 kali adalah berasal dari perowi hadits yaitu Al A’masy.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: