SYARAH BUKHORI KITAB GHUSUL BAB 6 MANDI DENGAN HILAAB

March 22, 2014 at 12:18 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ مَنْ بَدَأَ بِالحِلاَبِ أَوِ الطِّيبِ عِنْدَ الغُسْلِ

Bab 6 Orang yang Memulai Mandinya dengan Menggunakan Hilaab atau Minyak Wangi

 

Penjelasan :

 

Syaik Musthofa Al Bagho dalam “Ta’liq Shahih Bukhori” mengatakan bahwa Al Hilaab adalah : “وعاء يلمؤه قدر حلب الناقة” (tempat air yang biasa digunakan untuk memerah susu unta). Imam Ibnu Bathol dalam “Shahih Bukhori” mengatakan Al Hilaab sama dengan ‘المِحْلب‘ Al Mihlab dengan mengkasrohkan huruf mimnya. Adapun jika difathahkan huruf Mimnya ‘المَحْلب‘ Al Mahlab, maka artinya adalah biji minyak wangi yang berbau. Berdasarkan hal inilah, para ulama memiliki isykal didalam memahami judul bab yang diberikan oleh Imam Bukhori.

Sebagian mereka mengatakan, apabila yang dikehendaki oleh Imam Bukhori bahwa al Hilaab disini sebagai salah satu jenis minyak wangi, maka berarti Imam Bukhori melakukan kekeliruan. Sebagian lagi mengatakan bahwa terjadi tashif (perubahan huruf) pada judul bab diatas, yang seharusnya Al Hilaab diganti dengan ‘الْجُلَّابُ‘ Al Jullaab, dengan mendhomahkan huruf Jim dan mentasydid huruf Lamnya, maknanya adalah air Mawar, ini berasal dari bahasa persia yang telah mengalami penyerapan dalam bahasa Arab. Sebagian lagi mengatakan bahwa kata au (atau) dalam judul bab diatas maknanya wa (dan), yakni Nabi sholallahu alaihi wa salam mandi terlebih dahulu menggunakan air dengan bejana yang biasa digunakan untuk memerah susu Unta, lalu beliau melumuri tubuhnya dengan minyak wangi. Demikian ringkasan penjelasan Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “Fathul Bari”.

Adapun pendapat yang terpilih didalam menjelaskan judul bab diatas adalah bahwa judul bab ini mengandung dua makna, yaitu kebiasaan Nabi sholallahu alaihi wa salam adalah memulai mandi terlebih dahulu baru kemudian memakai minyak wangi, sebagaimana nanti akan disebutkan dalam hadits di bab ini dan terkadang Nabi sholallahu alaihi wa salam memulai dengan menggunakan minyak wangi baru kemudian mandi yang akan disebutkan oleh Imam Bukhori di bab berikut-berikutnya lagi dengan judul bab ‘بَابُ مَنْ تَطَيَّبَ ثُمَّ اغْتَسَلَ وَبَقِيَ أَثَرُ الطِّيبِ‘ (Orang yang memakai wangian, lalu mandi dan masih tersisa bekas wangiannya). Demikian yang penulis tangkap dari penjelasan Al Hafidz.  

 

Berkata Imam Bukhori :

258 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ المُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ حَنْظَلَةَ، عَنِ القَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلم «إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، دَعَا بِشَيْءٍ نَحْوَ الحِلاَبِ، فَأَخَذَ بِكَفِّهِ، فَبَدَأَ بِشِقِّ رَأْسِهِ الأَيْمَنِ، ثُمَّ الأَيْسَرِ، فَقَالَ بِهِمَا عَلَى وَسَطِ رَأْسِهِ»

11). Hadits no. 258

“Haddatsanaa  Muhhamad ibnul Mutsanaa ia berkata, haddatsanaa Abu ‘Aashim dari Handholah dari al Qoosim dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata : “Nabi sholallahu alaihi wa salam jika mandi janabah, biasanya meminta sesuatu seperti Al Hilaab, lalu Beliau mengambil air dengan telapak tangannya, Beliau memulai dari kepala bagian kanan, lalu kiri kemudian diratakan ditengah kepalanya”.

Diriwayatkan juga dalam Shahih Muslim no. 318.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya, kecuali :

1.  Nama                      : Abu ‘Aashim Adh-Dhohaak bin Makhlad

Kelahiran                : Wafat 212 H atau setelahnya

Negeri tinggal         : Bashroh

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Ibnu Sa’ad dan Imam Al’ijli. Imam Abu Hatim menilainya, shoduq.

Hubungan Rowi       : Handholah bin Abi Sufyaan adalah salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

2.  Nama                      : Abu Abdir Rokhman Al Qoosim bin Muhammad bin Abi Bakar ash-Shidiq

Kelahiran                : Wafat 106 H

Negeri tinggal         : Madinah

Komentar ulama      : Tabi’i Wasith. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Sa’ad dan Imam Ibnu Hibban.

Hubungan Rowi       : Aisyah rodhiyallahu anha adalah bibinya, sekaligus salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Penjelasan Hadits :

  1. Dianjurkan untuk memakai wewangian setelah mandi.
  2. Islam sudah mengajarkan kebersihan mulai diri sendiri sampai kepada lingkungan hidup.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: