PENDAPAT SYAIKH MUQBIL TERHADAP TAUTSIQ IMAM AL IJLI

March 30, 2014 at 7:05 am | Posted in Mustholah Hadits | Leave a comment

PENDAPAT SYAIKH MUQBIL TERHADAP

TAUTSIQ IMAM AL ‘IJLI

 

Syaikh al-Muhaddits Muqbil bin Haadiy al-Waadi’i pernah ditanya dengan pertanyaan berikut, berkaitan dengan tautsiq Al ‘Ijli :

Soal : Syaikh Al Albani –Hafidhohullah- menyebutkan bahwa Al ‘Ijli dan Al Haakim adalah ulama yang mutasaahil dalam tautsiq, namun aku mendapatkan Al Hafidz Ibnu Hajar, jika tidak ada komentar terhadap biografi seorang perowi, kecuali perkataannya Al ‘Ijli (misalnya) : ‘orang Kufah tsiqoh’ atau ‘Orang Madinah Tabi’i tsiqoh ‘, maka Al Hafidz dalam “at-Taqriib” berkata : ‘tsiqoh’. sehingga apa sisi ke-Tasaahulan- dari Imam Al ‘Ijli?

Jawab :

Telah diketahui berdasarkan penelitian kesendirian beliau –bersama Imam Ibnu Hibban- dalam mentautsiq sebagian perowi yang tidak ada ulama lain yang memberikan tautsiq kepadanya. Maka masalah ini diketahui dengan penelitian, karena jika tidak seperti itu, saya belum mengetahui ucapan Hufadz dalam hal ini.

Perowi yang tidak ditautsiq, kecuali oleh Al ‘Ijli atau perowi yang ditautsiq oleh Al ‘Ijli dan atau Ibnu Hibban, terkadang perowi tersebut tidak bisa dihukumi sebagai shoduq, namun hanya layak dijadikan sebagai penguat, sekalipun Imam Al ‘Ijli dianggap lebih tinggi kedudukannya dalam perkara ilmu ini (dibanding Ibnu Hibban), namun Imam Al ‘Ijli dan Imam Ibnu Hibban hampir sama (dalam masalah Tasahul).

Kitab “at-Taqriib” (karya Al Hafidz Ibnu Hajar) perlu diteliti ulang, terkadang tertulis didalamnya ‘maqbul’, padahal didapati Imam Ibnu Ma’in mentsiqohkannya atau kebalikannya didalamnya tertulis ‘tsiqoh’, padahal hanya Al ‘Ijli atau Ibnu Hibban yang mentsiqohkannya. Kami pernah memberikan kepada Syaikh Muhammad al-Amiin al-Mishri 10 perowi 10 perowi yang  semua sepuluh perowi tersebut dikatakan maqbul, lalu beliau memberikan hasilnya kepadaku bahwa at-Taqriib butuh kepada penelitian.

Kami tidak menjadikan at-Taqriib sebagai rujukan, kecuali jika kami mendapatkan perbedaan pendapat ulama mutaqodimiin dan kami tidak sanggup melakukan kompromi terhadap perbedaan tersebut, maka ketika itu kami merujuk kesana dan menggunakan pendapat penulisnya.

 

Sumber : http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=188417  

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: