PEMBELAAN TERHADAP PENILAIAN TASAHULNYA IMAM IBNU KHUZAIMAH

April 9, 2014 at 3:46 am | Posted in Mustholah Hadits | Leave a comment

PEMBELAAN TERHADAP PENILAIAN TASAHULNYA

IMAM IBNU KHUZAIMAH

 

Dalam forum webiste www.kulalsafiyeen.com disebutkan penukilan dari Imam Al Albani yang menilai Imam Ibnu Khuzaimah sebagai ulama yang mutasahil. Lalu ada ikhwan yang menulis dalam forum tersebut, pembelaan terhadap penilaian tasahulnya Imam Ibnu Khuzaimah, kata beliau :

“tidak benar pensifatan Ibnu Khuzaimah dengan tasahul, sekalipun Imam Al Albani mengatakan seperti itu. Karena Al Albani rahimahullah bukan termasuk Aimah jarh wa Ta’dil pada zaman mereka (para salaf), berapa lama jarak antara zaman al-Albani dengan zaman mereka? Jika ada pendapat yang dapat dijadikan sebagai pegangan dari ulama salaf terdahulu tentang pentasahulan Ibnu Khuzaimah, maka selamat datang dan dan berikan dalil kalian…namun jika ternyata ulama salaf tidak ada yang mengatakan seperti itu, maka tidak bisa dijadikan rujukan perkataan Imam Al Albani, sekalipun beliau adalah imam pada zaman kita sekarang.

Ibnu Khuzaimah adalah Imam yang tsiqot yang mu’tadil, bahkan mendekati mutasyadid. Imam adz-Dzahabi berkata : ‘beliau adalah al-Hafidz, al-Hujjah, al-Faqiih Syaikhul Islam Imam Aimah Abu Bakar as-Sulamiy an-Naisaabuuriy asy-Syafi’i pemilik beberapa karya tulis. Beliau menyibukkan diri dengan hadist dan fiqih, hingga dijadikan perumpamaan dalam masalah keluasan ilmu dan kekokohan…. dalam tempat lain, adz-Dzahabi berkata : ‘Imam ini adalah seorang yang teliti dan pakar dalam masalah perowi’.

Imam Ibnu Khuzaimah –sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Bakar Muhammad bin Ja’far, gurunya al-Haakim-pernah berkata : ‘aku tidak berhujjah dengan Syahr bin Khausyab, Hariiz bin Utsman karena madzhabnya, tidak juga berhujjah dengan Abdullah bin Umar, Baqiyyah, Muqootil bin Hayyaan, Asy’ats bin Sawwaar, Ali bin Jud’aan karena jelek hapalannya, tidak juga ‘Aashim bin Ubaidillah, Ibnu ‘Aqiil, Yaziid bin Abi Ziyaad, Mujaalid, Hajjaaj bin Arthooh, jika mengatakan ‘an’, tidak juga Abi Khudzaifah an-Nahdiy, Ja’far bin Burqoon, Abi Ma’syar Najiih, Umar bin Abi Salamah, dan Qoobuus bin Abi Dhibyaan…lalu disebutkan beberapa perowi lain yang dikritik keadilannya..lalu adz-Dzahabi berkomentar : ‘sesungguhnya orang-orang yang disebutkan tadi, dijadikan hujjah oleh lebih dari satu ulama’.

Catat! kalimat Imam adz-Dzahabi ini yang tidak bisa ditakwil-takwil lagi ‘sesungguhnya orang-orang yang disebutkan tadi, dijadikan hujjah oleh lebih dari satu ulama’. Bahkan ucapan ini menunjukkan bahwa Imam Ibnu Khuzaimah mendekati kepada sikap mutasyadid, bukan tasaahul.

Imam Suyuthi dalam Tadribur Rowi, memiliki ucapan yang sejenisnya, kata beliau (1/109) : ‘Shahih Ibnu Khuzaimah lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan Shahih Ibnu Hibban, karena ketatnya seleksi beliau, hingga terkadang beliau tawaquf terhadap keshahihan hadits, seperti dalam ucapannya setelah menyebutkan sanad, jika shah khobarnya atau jika tetap demikian dan demikian’.  

Ini adalah keterangan yang jelas tentang ketatnya seleksi beliau dan ketelitiannya. Imam Daruquthni berkata : “Ibnu Khuzaimah adalah seorang Imam, tsabat dan tiada bandingannya”. Ini semua menunjukkan bahwa beliau tidak tasaahul. Wallahul Musta’an.       

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: