SYARAH BUKHORI KITAB GHUSUL BAB 9 MENCUCI TANGAN SEBELUM MANDI

April 9, 2014 at 1:29 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابٌ: هَلْ يُدْخِلُ الجُنُبُ يَدَهُ فِي الإِنَاءِ قَبْلَ أَنْ يَغْسِلَهَا،

 إِذَا لَمْ يَكُنْ عَلَى يَدِهِ قَذَرٌ غَيْرُ الجَنَابَةِ

Bab 9 Apakah Seorang yang Mandi Junub Boleh Memasukkan Tangannya ke Bejana sebelum Mandi, Jika di Tangannya tidak ada Kotoran, kecuali Karena Junub saja

 

Penjelasan :

 

Bab ini adalah penjelasan hukum memasukkan tangan langsung ke bejana, jika dalam keadaan bersih, tidak ada najis, kecuali karena kondisinya yang sedang junub. Telah terdapat dalil disyariatkannya mencuci tangan ketika seorang hendak mandi janabah, diantaranya yaitu telah terdahulu dalam hadits Aisyah rodhiyallahu anha (no. 248), dimana beliau berkata :

كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam jika mandi janabah memulai mencuci kedua tangannya”.

Dalam hadits lain terdapat perintah untuk mencuci kedua tangan setelah bangun tidur, yaitu hadits Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu beliau berkata, bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِى وَضُوئِهِ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

Jika kalian bagun dari tidur, maka hendaknya mencuci tangannya sebelum memasukkannya kedalam air wudhu, karena kalian tidak tahu dimana posisi tangannya pada waktu tidur”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim serta ashabus sunnan, namun dalam riwayat selain Bukhori terdapat tambahan bahwa mencuci tangan dilakukan sebanyak 3 kali.

Hadits diatas adalah berkaitan dengan kondisi seorang yang baru bangun tidur kemudian akan mandi atau bersuci. Para ulama berbeda pendapat tentang perintah pada hadits diatas, apakah wajib atau sunnah. Sebagian ulama mengatakan perintah diatas adalah sunnah, jika memang tidak ada najis di tangannya, karena sebuah keraguan tidak menghilangkan keyakinan, yakni bahwa hukum asalnya dalam keadaan suci. Adapun berkaitan diluar kondisi bangun tidur. Imam Shon’ani dalam “Subulus Salam” berkata :

وَأَمَّا مَنْ يُرِيدُ الْوُضُوءَ مِنْ غَيْرِ نَوْمٍ ، فَيُسْتَحَبُّ لَهُ لِمَا أَمَرَ فِي صِفَةِ وُضُوئِهِ ؛ وَلَا يُكْرَهُ التَّرْكُ لِعَدَمِ وُرُودِ النَّهْيِ فِيهِ

“Adapun orang hendak wudhu karena bukan dari bangun tidur, disunnah untuk mencuci kedua tangannya, karena adanya perintah dalam sifat wudhu dan tidak dimakruhkan untuk tidak mengerjakannya karena tidak adanya larangan padanya”.

 

Berkata Imam Bukhori :

وَأَدْخَلَ ابْنُ عُمَرَ، وَالبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ يَدَهُ فِي الطَّهُورِ وَلَمْ يَغْسِلْهَا، ثُمَّ تَوَضَّأَ وَلَمْ يَرَ ابْنُ عُمَرَ، وَابْنُ عَبَّاسٍ بَأْسًا بِمَا يَنْتَضِحُ مِنْ غُسْلِ الجَنَابَةِ

“Ibnu Umar dan al-Baroo’ bin ‘Aazib rodhiyallahu anhumaa memasukkan tangannya kedalam air  yang akan digunakan untuk bersuci, tanpa telebih dahulu mencucinya, lalu mereka berwudhu.

Ibnu Umar dan Ibnu Abbas rodhiyallahu anhumaa berpendapat tidak mengapa air yang mengalir dari bekas sisa orang mandi junub”.

 

Penjelasan hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori secara mualaq. Hadits mauquf Ibnu Umar rodhiyallahu anhu ini memiliki sanad bersambung, sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz dalam “al-Fath” :

وَأَثَر اِبْن عُمَر وَصَلَهُ سَعِيد بْن مَنْصُور بِمَعْنَاهُ وَرَوَى عَبْد الرَّزَّاق عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَغْسِلُ يَدَهُ قَبْلَ التَّطَهُّرِ

“atsar Ibnu Umar rodhiyallahu anhu disambungkan oleh Sa’id bin Manshuur secara makna dan diriwayatkan oleh Abdur Rozaq dari Ibnu Umar rodhiyallahu anhu bahwa beliau mencuci kedua tangannya sebelum bersuci”.

Adapun atsar mauquf al-Baroo’ rodhiyallahu anhu, al-Hafidz berkata :

وَأَثَر الْبَرَاء وَصَلَهُ اِبْن أَبِي شَيْبَة بِلَفْظ ” أَنَّهُ أَدْخَلَ يَده فِي الْمَطْهَرَةِ قَبْلَ أَنْ يَغْسِلَهَا ” وَأَخْرَجَ أَيْضًا عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ ” كَانَ أَصْحَاب رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْخِلُونَ أَيْدِيَهُمْ الْمَاء قَبْلَ أَنْ يَغْسِلُوهَا وَهُمْ جُنُبٌ “

“Atsar al-Baroo’ rodhiyallahu anhu disambungkan sanadnya oleh Ibnu Abi Syaibah dengan lafadz : “beliau rodhiyallahu anhu memasukkan tangannya ke tempat air sebelum mencucinya”. Diriwayatkan juga dari asy-Sya’bi bahwa ia berkata : “adalah sahabat Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, mereka memasukkan kedua tangannya kedalam air, sebelum mencucinya, sekalipun mereka junub”.   

Kemudian pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas yang mengatakan tidak mengapa menggunakan air bekas tetesan orang junub, dikatakan oleh al-Hafidz :

أَمَّا أَثَر اِبْن عُمَر فَوَصَلَهُ عَبْد الرَّزَّاق بِمَعْنَاهُ وَأَمَّا أَثَرُ اِبْن عَبَّاس فَوَصَلَهُ اِبْن أَبِي شَيْبَة عَنْهُ وَعَبْد الرَّزَّاق مِنْ وَجْهٍ آخَرَ أَيْضًا عَنْهُ

“adapun atsar Ibnu Umar rodhiyallahu anhu, maka disambungkan oleh Abdur Rozaq dengan maknanya, sedangkan atsar Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu, disambungkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Abur Rozaq dari jalan lain”.

Dalam atsar diatas terdapat dalil, diperbolehkan untuk tidak mencuci kedua tangan sebelum mandi, tentunya jika di tangannya tidak ada najis. Hal ini juga menunjukkan tubuh orang yang junub suci, tidak najis, sebagaimana kisah Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu yang pernah junub dan belum sempat mandi, maka ketika beliau melihat Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, segera berpaling dan segera mandi, karena kebiasaan Nabi sholallahu alaihi wa salam bersalaman ketika bertemu dengan sahabatnya, sehingga Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu merasa dirinya belum suci. Nabi pun berkata kepadanya :

«أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ» قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَقِيتَنِي وَأَنَا جُنُبٌ فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ حَتَّى أَغْتَسِلَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سُبْحَانَ اللهِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ»

 “Engkau kemana tadi, wahai Abu Huroiroh?, aku menjawab : “wahai Rasulullah, aku tadi melihat engkau, namun aku sedang junub, aku tidak suka untuk bermajelis denganmu, hingga aku selesai mandi”. Maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam berkata : “Subhanallah, sesungguhnya seorang mukmin itu tidak najis” (Muttafaqun alaih, ini lafadz Muslim).

 

Berkata Imam Bukhori :

261 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، أَخْبَرَنَا أَفْلَحُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنِ القَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: «كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ، تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ»

14). Hadits no. 261

“Haddatsanaa Abdullah bin Maslamah, akhbaronaa Aflah bin Humaid dari al-Qoosim dari Aisyah rodhiyallahu anha, beliau berkata : “aku mandi bersama dengan Nabi sholallahu alaihi wa salam dari satu bejana, tangan kami saling berebutan air”.

HR. Muslim no. 3119

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya, kecuali :

1.  Nama                      : Abu Abdir Rokhman Aflah bin Humaid bin Naafi’

Kelahiran                : Wafat 158 H atau setelahnya

Negeri tinggal         : Madinah

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Abu Hatim, Imam Ibnu Sa’ad  dan Imam Ibnu Hibban. Imam Ahmad menilainya, Shoolih. Imam Nasa’i mengatakan, laa ba’sa bih.

Hubungan Rowi       : al-Qoosim adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Penjelasan Hadits :

  1. Syahid dari hadits ini adalah perkataan tangan kami saling berebutan air”.  Yakni makanya adalah tangan mereka berdua keluar masuk kedalam air, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Musthofa al Bagho.
  2. Hadits ini menunjukkan bahwa larangan untuk memasukkan tangan kedalam air sebelum dicuci adalah jika di tangan tersebut terdapat potensi najis, adapun jika tangan tersebut bersih, maka tidak mengapa untuk masuk langsung kedalam air, demikian saripati penjelasan al-Hafidz.
  3. Disyariat bercanda dengan istri untuk melanggengkan kehidupan rumah tangga.

 

Berkata Imam Bukhori :

262 – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ غَسَلَ يَدَهُ»

15). Hadits no. 262

“Haddatsanaa Musaddad ia berkata, haddatsanaa Hammaad dari Hisyaam dari Bapaknya dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata : “adalah Rasulullah sholallahu alaihi wa salam jika mandi janabah mencuci tangannya”.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam biasanya mencuci kedua tangannya sebelum mandi. Faedah ini diambil dari perkataan Aisyah rodhiyallahu anhu ‘Kaana Rasulullah sholallahu alaihi wa salam’. Sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa hadits nomor ini menafsirkan hadits yang sebelumnya. Bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan Aisyah berebutan gayung didalam bejana, setelah Nabi sholallahu alaihi wa salam mencuci kedua tangannya.
  2. Dapat dikompromikan bahwa mencuci kedua tangan sebelum memasukkan tangannya kedalam air adalah sunnah semata, jika yakin bahwa di tangannya tidak ada sesuatu yang najis.

 

Berkata Imam Bukhori :

263 – حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَفْصٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: «كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ جَنَابَةٍ» وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ القَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَهُ

16). Hadits no. 263

“Haddatsanaa Abul Waliid ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari Abu Bakar bin Hafsh dari Urwah dari Aisyah rodhiyallahu anha, beliau berkata : “aku dan Nabi sholallahu alaihi wa salam mandi junub dari satu bejana”.

Dari Abdur Rokhman ibnul Qoosim dari Bapaknya dari Aisyah rodhiyallahu anha sama haditsnya.

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Berkata Imam Bukhori :

264 – حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَبْرٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالمَرْأَةُ مِنْ نِسَائِهِ يَغْتَسِلاَنِ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ» زَادَ مُسْلِمٌ، وَوَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، عَنْ شُعْبَةَ «مِنَ الجَنَابَةِ»

17). Hadits no. 264

“Haddatsanaa Abul Waliid ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari Abdullah bin Abdullah bin Jabr ia berkata, aku mendengar Anas bin Malik rodhiyallahu anhu berkata : “adalah Nabi sholallahu alaihi wa salam dan salah satu istrinya, biasa mandi dari satu bejana”.

Muslim dan Wahaab bin Jariir menambahkan dari Syu’bah : “mandi janabah”.

Penjelasan biografi perowi hadits :

Semua perowinya telah berlalu keterangannya. Muslim disitu adalah ibnu Ibrohim al-Azdiy seorang perowi tsiqoh, gurunya Imam Bukhori.

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits ini menunjukkan bahwa air bekas mandinya orang yang junub tidak masalah, buktinya Nabi sholallahu alaihi wa salam dan Aisyah rodhiyallahu anha mandi dari satu bejana, yang sangat besar kemungkinan air bekas mandi mengenai pasangannya.
  2. Hadits ini juga sebagai pentarjih dari masalah air bekas bersucinya seseorang, dimana pernah diriwayatkan dari seorang sahabat bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – “أَنْ تَغْتَسِلَ اَلْمَرْأَةُ بِفَضْلِ اَلرَّجُلِ, أَوْ اَلرَّجُلُ بِفَضْلِ اَلْمَرْأَةِ, وَلْيَغْتَرِفَا جَمِيعًا

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam melarang seorang wanita mandi dengan bekasnya seorang laki-laki atau seorang laki-laki mandi dengan bekasnya seorang wanita, hendaknya mereka memakai gayung ketika mandi” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i, dishahihkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar).  

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: